Halaman

Tampilkan postingan dengan label Solusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Solusi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Februari 2014

DPR Cari Solusi soal Wakil Wali Kota Surabaya




DPR Cari Solusi soal Wakil Wali Kota Surabaya
DPR Cari Solusi soal Wakil Wali Kota Surabaya






surya online, jakarta  - pimpinan dpr ri berencana untuk mengundang pihak-pihak terkait pada proses pemilihan wakil wali kota surabaya guna mendengarkan penjelasan dan mencari solusi terbaik.
"rencananya, pimpinan dpr akan mengundang pihak-pihak terkait tersebut pada pekan depan," kata wakil ketua dpr ri priyo budi santoso usai menerima panitia pemilihan wakil wali kota surabaya di gedung mpr/dpd/dpd ri jakarta, jumat (21/2/2014).
menurut priyo budi santoso pihak-pihak terkait yang akan diundang adalah kementerian dalam negeri, komisi ii dpr ri, gubernur jawa timur, dan dprd kota surabaya.
pertemuan untuk melakukan klarifikasi dan mencari solusi terbaik, kata dia, sesungguhnya adalah hak partai politik yang memenangkan pilkada kota surabaya yakni pdi perjuangan.
"namun, pada proses pemilihan wakil wali kota surabaya, diduga ada kesalahan prosedur dan pemalsuan tanda tangan," katanya.
(ant)


terkait    #priyo budi santoso, wakil walikota surabaya

baca juga



bambang dh pamitan dalam apel pegawai pemkot surabaya


dpp pdip jatim sosialisasikan bambang-said di kabupaten malang


golkar serahkan kasus priyo ke bk dpr


wali kota surabaya ngebut baca lkpj di dprd surabaya


pdip tak permasalahkan dua nama pengganti wawalikota surabaya






editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 30 Juli 2013

Pakde Contek Solusi Penjajah









surya online, tuban - untuk mengatasi masalah luapan air bengawan solo, gubernur jatim soekarwo atau pakde karwo mengaku mencontek konsep pengairan jawa timur di era penjajahan di awal abad ke-18.

pakde menceritakan, sekitar tahun 1800 terjadi banjir di surabaya karena luapan sungai brantas dan bengawan solo.
kemudian diatasi dengan mengalirkan air dari nglirip ke porong, serta mengalirkan air dari kalimas ke jagir.

"hanya dengan cara itu ngawi, madiun, bojonegoro, lamongan, tuban, dan gresik bisa bebas dari banjir," kata usai mengadakan silahturahmi dengan para alim ulama di tuban, senin (29/07/2013) sore.

selain jalan tersebut, pemerintah juga telah menganggarkan pengerukan bengawan solo agar debit air yang semula hanya 640 m3 per detik bisa menjadi 2.
500 m3 per detik, serta penambahan dua sudetan bengawan solo lagi di lamongan.

menurut soekarwo, proyek tersebut memakan dana hingga rp 1,3 triliun.
"dananya kita patungan dengan pemerintah pusat," tuturnya.

dengan managemen air seperti ini, soekarwo berharap masalah banjir akibat luapan bengawan solo bisa teratasi dan petani, serta masyarakat bisa menikmati hasil managemen air dari mega proyek yang rencananya akan bisa digunakan tahun depan.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 17 Juni 2013

PPA Anggap Masuknya Bus Semua Jurusan ke TOW Bukan Solusi








surabaya - paguyuban pekerja angkutan (ppa) pesimistis atas rencana dimasukkanya seluruh bus antar kota ke berbagai jurusan di terminal tambak osowilangun (tow).
pasalnya, rencana tersebut bukanya memecahkan persoalan tapi justru akan menimbulkan persoalan baru.
sekretaris ppa tow, supari mengatakan, dalam pengelolaan di terminal purabaya saja pemkot surabaya tidak maksimal.
jika ditambah mengelola terminal tow dengan berbagai jurusan dipastikan pemkot akan kerepotan.
"sebaiknya pemkot terlebih dahulu memasukkan bus akap jalur pantura ke tow sekarang ini, tidak justru membuat masalah baru dengan memasukkan bus semua jurusan ke tow," kata supari, minggu (16/6/2013).
dijelaskan supari, ppa tow hingga sekarang masih menunggu ketegasan wali kota surabaya terkait pemindahan bus akap jalur pantura ke tow.
ini dikarenakan dirjen perhubungan darat sendiri telah merestui perubahan trayek tersebut.
akan tetapi, karena tidak ada ketegasan membuat bus akap jalur pantura yang sudah berkartu pengawasan (kps) trayek di tow tidak mematuhi aturan.
"ini yang patut disesalkan, seharusnya jika pemkot tegas maka persoalan bus akap jalur pantura di tow sudah pasti selesai," ucap supari.
oleh karena itu, tambah supari, pihaknya akan tetap menagih janji wali kota surabaya untuk segera meramaikan terminal tow dengan memasukkan bus akap jalur pantura ke terminal tow semuanya.
namun jika wali kota sikapnya masih tetap tidak jelas maka ppa akan melakukan langkah sendiri kembali dengan memaksa bus akap jalur pantura masuk tow tanpa terkecuali.
"ini bukan ancaman, tapi lebih karena ppa sudah mulai habis kesabaran soal penyelesaian terminal tow," tutur supari.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 05 Juni 2013

Rest Area Solusi Kemacetan








batu - kepala dinas perhubungan komunikasi dan informasi (dishubkominfo) kota baru abdillah al kaf menegaskan, keinginan pemkot untuk membangun terminal tipe di batu sebagai solusi kemacetan, gagal karena persyaratan lahan tidak terpenuhi.
"intinya terminal tipe b tidak mungkin kita bangun karena lahan terminal yang saat ini ada kurang luas," terangnya, selasa (4/6/2013).
rest area dianggap solusi paling mungkin untuk mengatasi kemacetan di tengah kota sehingga bus-bus pariwisata wajib parkir di lokasi yang rencananya dibangun di mojorejo dan di pendem.
abdillah mengaku, sudah mengirim proposal pembangunan rest area tersebut ke bagian perlengkapan.
keputusan akhirnya nanti tergantung pembahasan antara perlengkapan, keuangan, dan dinas pekerjaan umum.
"sejauh ini masih berupa proposal yang kami ajukan.
semoga secepatnya disetujui," ucapnya.
dewan penasehat aliansi pengemudi mobil penumpang umum (apmpu), kuswanto, sependapat agar pembangunan rest area dipercepat untuk mengagatasi kemacetan kota batu.
"selama ini tempat parkir bus pariwisata sangat terbatas.
mau tidak mau mereka parkir di bahu jalan," katanya.
rest area juga dianggap solusi bagi para sopir angkutan umum.
mereka bisa disulap menjadi moda angkutan wisata yang bekerja sama dengan biro-biro perjalan wisata.
sementara wakil ketua komisi b dprd kota batu, simon purwo ali mengatakan, kelas jalan kota batu sudah tidak layak dengan beban kendaraan yang begitu banyak.
rest area nantinya membuat kendaraan yang masuk ke kota semakin berkurang.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 26 Mei 2013

Raja Jordania Serukan Solusi Politik








surya online.
al shunah
- raja abdullah ii dari jordania, tempat sekitar 500.
000 pengungsi dari konflik suriah ditampung,  menyerukan solusi politik terhadap konflik utara perbatasan yang berkecamuk, sabtu (25/5/2013).
    "di suriah, solusi politik sangat dibutuhkan untuk menghentikan negara itu dari perpecahan berbahaya dan untuk menyelesaikan krisis pengungsi yang mengerikan," kata abdullah ii.
    jordania sekarang menampung 10 persen dari jumlah pengungsi  suriah dan ini dapat meningkat menjadi dua kali lipat pada akhir tahun, dan rakyat kami dengan murah hati berbagi air yang langka dan sumber daya lainnya, katanya.
    raja mengimbau negara-negara penting dunia yang sedang berusaha untuk membawa rezim suriah dan penentangnya  bersama-sama dalam satu konferensi di jenewa untuk mencari solusi politik bagi perang saudara itu.
    dia juga mengatakan, ekstremisme di mana-mana telah tumbuh menyuburkan krisis dan bahwa sekarang saatnya untuk berhenti memberikan bantuan pada pertumbuhan itu.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 11 April 2013

Harus Ada Solusi Menyeluruh








mojokerto -  fenomena sosial yang terjadi di kota-kota pinggiran termasuk kediri dan mojokerto ini merupakan indikasi masyarakat impersonal.
jenis masyarakat ini biasa terjadi di kota besar, yaitu antara warga satu dengan lainnya sudah acuh atau tidak saling peduli.
padahal, saling peduli merupakan benteng efektif untuk mencegah penyimpangan sosial.
dari analisa saya, praktik prostitusi terselubung di kediri dan mojokerto yang berkedok gadis pemandu lagu (purel) ini menjadi implikasi kota metropolitan sedang yang permasalahan sosialnya semakin kompleks.
prostitusi di kota-kota pinggiran ini menandakan persebaran penyimpangan sosial yang semakin massif di luar kota besar seperti surabaya.
bisa jadi praktik prostitusi ini berpindah dari kota besar ke kota pinggiran.
atau yang terparah adalah prostitusi semakin meluas dan menyebar.
fenomena ini juga menunjukkan, laki-laki penikmat dunia ini memilih wanita penghibur yang tidak terkenal.
mereka semakin tahu kalau wanita penghibur semakin terkenal , risiko medisnya (penyakit kelamin) semakin tinggi.
karena itu mereka memilih perempuan penghibur yang tidak begitu terkenal yang ada di daerah-daerah.
mungkin juga perempuan penghibur di sana tidak neko-neko, lebih sopan, tidak terlalu mahal dan masih polos.
wajah relatif, karena yang penting pelayanan.
di skala global, kondisi ini sama halnya dengan yang terjadi di thailand.
beberapa tahun lalu layanan prostitusi di negeri gajah putih itu sangat terkenal.
hampir semua jenis pemuas syahwat disajikan bebas di sana.
seiring perkembangan, wisatawan mulai berpikir ulang.
mereka khawatir, ketenaran kawasan ini juga mengancam kesehatan mereka.
nah akhirnya para turis ini mengalihkan perhatian ke negara-negara sekitar thailand, satu di antaranya indonesia.
fenomena kediri dan mojokerto adalah contoh skala regional saja.
untuk menangani penyimpangan sosial ini, diperlukan pendekatan yang regional pula.
bukan solusi tiap kota, melainkan kebijakan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi, semisal provinsi.
yang terjadi saat ini kan lebih banyak tiap kota menertibkan praktik prostitusi dan memulangkan wanita penghibur ke daerah asalnya.
tidak peduli setelah pulang dia mau ngapain di daerah asal.
cara penanganan semacam itu layaknya teori balon.
kita menekan satu sisi, di sisi lain membesar.
kita sama sekali tidak mengurangi isi udara di dalam balon.
hanya memindahkan untuk sementara.
otonomi daerah menjadi faktor yang membuat penanganan prostitusi menjadi tidak efektif.
orientasinya yang penting daerah saya tidak ada prostitusi.
entah wanita penghiburnya mau pindah ke daerah lain itu terserah.
yang penting tidak di daerah saya.
harusnya ada solusi yang menyeluruh.
kita ambil contoh, kalau pemkot surabaya memulangkan wanita penghibur ke daerah asal, harus koordinasi dengan pemerintah daerah itu.
artinya, ada lintas daerah yang bekerja sama sehingga para mantan wanita penghibur ini benar-benar mentas.
lebih dari itu jangan memperlakukan para pekerja seks (psk) termasuk psk terselubung ini sebagai tersangka dan terdakwa.
pendekatan yang tepat adalah memandang mereka sebagai korban.
kalau korban ya harus ditolong.
jangan ditangkap terus disidang, didenda sampai dikurung.
ini tidak akan efektif.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com