Halaman

Tampilkan postingan dengan label Jurusan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurusan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juni 2014

Kedokteran Tak Jadi Favorit, Kalah Dengan Jurusan Bisnis dan Ekonomi




Kedokteran Tak Jadi Favorit, Kalah Dengan Jurusan Bisnis dan Ekonomi
Kedokteran Tak Jadi Favorit, Kalah Dengan Jurusan Bisnis dan Ekonomi






surya online, surabaya - satu lagi catatan dian, fakultas kedokteran di jepang itu, besaran biayanya sama dengan rata-rata fakultas atau juruan lain.
tidak ada pembedaan, apalagi sampai mencolok seperti di tanah air.
“di sini (jepang) kedokteran bukan jurusan favorit anak muda,” imbuhnya.
jurusan favorit di kalangan anak muda jepang antara lain robotik, bisnis dan ekonomi, serta studi internasional.
itupun biayanya tidak beda.
satu hal yang membuat kuliah di jepang terjangkau semua kalangan, adalah karena life supporting system-nya terintegrasi.
life support system ini berupa jadwal kuliah, eksperimen, dan studi yang memungkinkan mahasiswa dapat bekerja sambilan atau arubaito sehingga membantu biaya hidup dan kuliah.
“belum lagi banyak skema beasiswa yang ditawarkan bagi mahasiswa.
serta ada banyak riset dan study loan yang bisa diikuti di sana," katanya.
“saya sendiri mengajukan beasiswa untuk studi s3 di jepang karena nggak sanggup biayai sendiri,” tambah alumnus s2 fakultas kedokteran, universitas gadjah mada (ugm) itu.
 kemudahan bagi mahasiswa juga dirasakan di berbagai kebutuhan hidup, seperti tempat tinggal.
mahasiswa yang kuliah dengan biaya sendiri, bakal memperoleh potongan separo harga sewa apartemen, begitu juga tiket kereta api.
perbedaan paling mencolok dengan perkuliahan di indonesia adalah proses bimbingan.
di jepang, mahasiswa s3 langsung bekerja di bawah seorang profesor pengampu dan satu profesor lainnya.
dan risetnya harus sesuai tema riset di profesor.
maka, ketika melamar menjadi mahasiswa s3, dian benar-benar mencari profesor yang cocok dengan tema riset yang ingin dilakukannya.
keputusan lulus atau tidaknya seorang mahasiswa pun berada di tangan profesor pengampu.
jika profesor menyetujui, maka mahasiswa baru dapat ujian disertasi yang biasanya hanya untuk formalitas saja.
ujian disertasi yang sesungguhnya adalah saat mahasiswa menjawab pertanyaan dari para reviewer ketika mengajukan paper hasil penelitiannya tersebut.
mahasiswa akan beruntung bila mendapatkan profesor yang sangat pandai sehingga mereka dapat mempublikasikan paper ke jurnal-jurnal yang berpengaruh tinggi.
tetapi, ada juga profesor yang biasa-biasa saja.
semua tergantung bagaimana pintar-pintarnya mahasiswa memilih profesor dan mencari informasi tentang keseharian profesor tersebut.
sebelum ke jepang, dian sempat ptt di enarotali, papua selama 2,5 tahun dan bekerja sama dengan seorang profesor dari ugm saat menangani wabah meningitis di sana.
profesor itu senang dengan kinerja dian dan menawari untuk segera ambil spesialis di ugm.
saat itu, dian belum siap karena harus mempersiapkan tabungan agak banyak terlebih dulu.
“sekolah spesialis di indonesia kan harus membayar sendiri dan tidak boleh praktik selama sekolah, sekitar empat tahun lebih,” tutur dian.
ini berbeda dengan jepang.
sekolah spesialis di jepang memang mengharuskan mahasiswa membayar spp, tetapi juga dibayar secara profesional dengan melakukan pelayanan.
bayarannya pun lumayan dan dian selama sekolah s3 ini lolos ujian izin praktik kategori 2, setara dengan co-ass.
dia juga mendapatkan izin praktik terbatas sehingga berkesempatan ikut dinas malam di rs anak berkebutuhan khusus di toyonaka, osaka.
“lumayan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” tuturnya.
(ida/idl/ben)



terkait#dokter

berita terkait: fakultas kedokteran mahal tetap diburu



di jepang, cukup dengan gaji satpam bisa masuk fakultas kedokteran


anak petani tertolong bidik misi


ada anggapan jadi dokter bisa hidup enak dan kaya


fakultas kedokteran di indonesia perlu contoh eropa


banyak praktikum bikin kuliah kedokteran lebih mahal dibanding jurusan lain






editor: titis jati permata

sumber: surya cetak






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 17 Juni 2013

YLPK Dukung Rencana Pemindahan Bus Semua Jurusan Ke TOW








surabaya - yayasan lembaga perlindungan konsumen (ylpk) jawa timur mendukung rencana pemindahan bus antarkota semua jurusan ke terminal tambak osowilangun (tow).
namun, pemindahan tersebut tidak dilakukan terhadap seluruh jumlah bus yang ada di terminal purabaya melainkan sebagian saja.
"ini untuk menjaga tingkat kualitas layanan pada konsumen di terminal purabaya," kata said sutomo, ketua ylpk jawa timur, minggu (16/6/2013).
dengan adanya rencana memasukkan bus semua jurusan ke terminal tow, menurut said, sudah sesuai dengan saran dari ombusdman dan keinginan para operator bus antar kota.
karena sekarang ini sudah saatnya pemerintah dan pelaku angkutan menjalankan kebijakan berbasis konsumen.
jika hal itu tidak dilakukan maka konsumen atau masyarakat akan meninggalkan operator angkutan dan pemerintah.
"jelas, itu akan merugikan semuanya.
dan itu tidak boleh terjadi," ucap said.
oleh karena itu, ungkap said, untuk mendukung rencana dimasukkanya bus antar kota semua jurusan ke terminal tow maka pemkot surabaya harus menyiapkan angkutan kota pendukung dengan penataan trayek yang lebih baik.
selain itu, armada angkutan kota juga harus dilakukan peremajaan.
"kami kira jika langkah tersebut bisa dilakukan maka pemindahan bus antarkota semua jurusan ke terminal tow bisa berjalan baik," ujar said.
kepala perwakilan ombusdman jawa timur, agus widyarta mengatakan, pada intinya upaya meramaikan terminal tow bisa dilakukan oleh pemkot surabaya.
akan tetapi, pemkot surabaya harus melengkapi seluruh sarana dan prasarana di terminal tow.
dengan demikian, konsumen di terminal tow bisa terpenuhi hak-haknya.
demikian juga soal trayek di terminal tow, menurut agus, disarankan untuk semua jurusan ada di terminal tow.
dengan demikian konsumen tidak hanya dilayani satu jurusan bus akap pantura saja.
"kami kira saran ini dibuat demi masyarakat atau konsumen penumpang bus," tutur agus beberapa waktu lalu.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

PPA Anggap Masuknya Bus Semua Jurusan ke TOW Bukan Solusi








surabaya - paguyuban pekerja angkutan (ppa) pesimistis atas rencana dimasukkanya seluruh bus antar kota ke berbagai jurusan di terminal tambak osowilangun (tow).
pasalnya, rencana tersebut bukanya memecahkan persoalan tapi justru akan menimbulkan persoalan baru.
sekretaris ppa tow, supari mengatakan, dalam pengelolaan di terminal purabaya saja pemkot surabaya tidak maksimal.
jika ditambah mengelola terminal tow dengan berbagai jurusan dipastikan pemkot akan kerepotan.
"sebaiknya pemkot terlebih dahulu memasukkan bus akap jalur pantura ke tow sekarang ini, tidak justru membuat masalah baru dengan memasukkan bus semua jurusan ke tow," kata supari, minggu (16/6/2013).
dijelaskan supari, ppa tow hingga sekarang masih menunggu ketegasan wali kota surabaya terkait pemindahan bus akap jalur pantura ke tow.
ini dikarenakan dirjen perhubungan darat sendiri telah merestui perubahan trayek tersebut.
akan tetapi, karena tidak ada ketegasan membuat bus akap jalur pantura yang sudah berkartu pengawasan (kps) trayek di tow tidak mematuhi aturan.
"ini yang patut disesalkan, seharusnya jika pemkot tegas maka persoalan bus akap jalur pantura di tow sudah pasti selesai," ucap supari.
oleh karena itu, tambah supari, pihaknya akan tetap menagih janji wali kota surabaya untuk segera meramaikan terminal tow dengan memasukkan bus akap jalur pantura ke terminal tow semuanya.
namun jika wali kota sikapnya masih tetap tidak jelas maka ppa akan melakukan langkah sendiri kembali dengan memaksa bus akap jalur pantura masuk tow tanpa terkecuali.
"ini bukan ancaman, tapi lebih karena ppa sudah mulai habis kesabaran soal penyelesaian terminal tow," tutur supari.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com