Halaman

Tampilkan postingan dengan label Soetomo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soetomo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2013

Korban Senapan Angin Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya








bojonegoro - karena keterbatasan alat, rsud sosodoro djatikoesoemo, bojonegoro mengirim sutrisno (42) ke rsud dr soetomo surabaya, jumat (31/05/2013) pagi.
di surabaya, sutrisno akan menjalani pemeriksaan x-ray untuk menemukan proyektil yang diduga masih menancap di kepala sebelah kiri.
"kami sebenarnya sudah melakukan rontgen, namun hasilnya kabur.
untuk mengetahui dimana proyektil itu ada butuh x-ray yang alatnya  hanya ada di rsud dr soetomo, surabaya," kata dr thomas djaja, humas rsud bojonegoro, jumat (31/5/2013) pagi.
menurut dr thomas, usai dirujuk ke rsud sosodoro djatikoesoemo, bojonegoro, kondisi sutrisno semakin membaik.
sutrisno bisa berbicara, melihat serta mendengar seperti sebelumnya.
"yang kami khawatirkan itu, proyektil dikepalanya masih ada," kata thomas.
seperti diberita sebelumnya, naas dialami sutrisno (42), warga desa brenggolo, kecamatan kalitiudu, bojonegoro.
ia harus dirawat di unit gawat darurat (ugd) rsud sosodoro djatikoesoemo, bojonegoro setelah kepalanya menjadi sasaran tembak anak keduanya, prasetyo wahyudi (14) menggunakan senapan angin.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 16 Mei 2013

Anak dan Cucu Dr Soetomo Ingin Diakui Pemerintah




Anak dan Cucu Dr Soetomo Ingin Diakui Pemerintah
Anak dan Cucu Dr Soetomo Ingin Diakui Pemerintah





surabaya - pahlawan nasional indonesia, dr soetomo ternyata memiliki seorang anak perempuan dan enam cucu yang hingga saat ini masih hidup dan tinggal di surabaya.
yakni isahtiningsih (73) yang tinggal di jetis kulon gang ii surabaya.
isah, panggilan isahtiningsih, mengaku ia adalah anak tunggal dr soetomo hasil pernikahan dengan musni.
pernikahan soetomo dengan musni, yang berasal dari bareng, jombang berlangsung pada tahun 1935 setelah istri pertamanya everdina soetomo bruring asal belanda meninggal dunia.
dari pernikahan pada april 1937 itu, lahir isahtiningsih.
dia ini mengaku anak satu-satunya dr soetomo, karena dari pernikahan sebelumnya, dr soetomo memang tidak dikaruniani keturunan.
"dan ayah saya (dr soetomo) meninggal dunia, saat saya masih berusia 13 bulan.
awalnya, saya dan keluarga tinggal di jl kenari surabaya.
kemudian, setelah ayah meninggal, ibu mengajak saya pindah di jl genteng bandar gang i nomor 2," ujar isah didampingi anak-anaknya.
kemudian, sepeninggal dr sotomo, musni menikah dengan mulyono.
dan dari pernikahan ini, lahir tiga anak.
artinya, musni punya empat orang anak, satu dari dr soetomo dan tiga dari pernikahannya dengan mulyono.
"dan ibu isah punya enam orang anak.
yakni saya (yuswatiningsih), basuki, tri susilo, eni, yani dan heri," sambung yuswatingsih mendampingi ibunya.
namun, selama ini pemerintah tidak pernah mengakui keberadaan keluarga keturunan dr soetomo tersebut.
mereka sudah berupaya menempuh jalur hukum sejak enam tahun lalu, namun belakangan malah dapat kabar bahwa keputusan dari mahkamah agung mereka tetap kalah.
artinya, pemerintah tetap tak menganggap keluarga ini sebagai keturunan dr soetomo.
"ibu ini anak kandungnya, dan kami adalah cucu-cucu eyang dr soetomo.
tapi pemerintah malah lebih mengaku para keponakannya saja," keluhnya.
pihaknya mengaku tidak menginginkan apa-apa, kecuali hanya ingin diakui oleh pemerintah sebagai keluarga dr soetomo.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com