Halaman

Tampilkan postingan dengan label Premium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Premium. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Juni 2013

Premium Langka, SPBU Sering Kehabisan Stok




Premium Langka, SPBU Sering Kehabisan Stok
Premium Langka, SPBU Sering Kehabisan Stok





lamongan - entah ini kebetulan atau memang ada unsur kesengajaan dari pertamina.
setiap menjelang rencana pemerintah menaikkan harga bbm, selalu saja terjadi kelangkaan jenis bbm, akibat jatah pasokan dikurangi dari hari - hari biasa.
setidaknya itu terlihat di spbu 54 622 24 di jalan basuki rahmad, sejak tiga hari ini tidak bisa melayani  konsumen seperti hari - hari normal sebelum ada rencana pemerintah menaikkan harga bbm.
hampir setiap hari selalu kehabisan stok karena jatah pengirimannya selalu dikurangi.
dari biasanya normal 30 kali tinggal 26 sampai 24 kali yang tidak pernah mencukupi untuk kebutuhan pembeli selama sehari semalam.
"dikirim pagi, sore sudah habis, kalau dikirim sore, paginya  habis.
kondisi tidak stabilnya pasokan ini  sudah terasa sejak tiga hari ini,"ungkap ramhad a, salah satu karyawan spbu kepada surya online, sabtu (01/6/2013).
rahmad dan sejumlah karyawan  banyak yang tidak melakukan aktifitas akibat  pasokannya tidak ideal seperti sebelumnya.
  sementara untuk bbm jenis solar tidak ada masalah.
  pengurangan pasokan bbm jenis premium ini terjadi seperti pernah terjadi saat bbm jenis solar mau dinaikkan bulan sebelumnya.
"waktu itu solar juga langka,"kata rahmad.
kini mereka hanya bisa melayani  untuk pembelian bbm jenis solar, selain pertamax.
dari empat karyawan spbu, tiga diantaranya wanita, nampak banyak yang duduk - duduk santai karena kehabisan stok premium.
padahal umumnya, konsumen di spbu  jalan basuki rahmad kebanyakan bbm jenis premium.
selain itu, banyak pengguna kendaraan berbahan bakar premium yang  kecele tetap  memaksa masuk ke spbu meski sudah dipasang papan pemberitahuan jika premium habis.
  para karyawan mengakui tidak tahu sampai kapan kondisi tidak normal pasokan premium ini akan berlangsung.
namun mereka berani memastikan berkurangnya pasokan bbm selalu terjadi setiap ada rencana pemerintah menaikkan harga bbm.
   
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 30 April 2013

Idealnya Premium Rp 5 250








surabaya - menyikapi kondisi bbm bersubsidi saat ini, kadin surabaya berharap kebijakan pemerintah dan distribusi bbm tidak mengganggu industri.
"jangan ada pump station yang tidak ada solar karena hal itu akan menghambat industri," ujar jamhadi, ketua kadin surabaya, senin (29/4/2013).
terkait rencana kenaikan harga jual bbm bersubsidi, ia menyarankan agar kenaikan harga bbm dijadikan satu harga.
penerapan dua harga rp 4.
500 dan rp 6.
500, menurutnya akan memunculkan banyak penyimpangan dalam teknik distribusi.
"harusnya jika satu harga rp 5.
250.
sesuai inflasi kan harusnya 6 persen, maksimal 10 persen," ujar jamhadi.
tapi kenaikan harga itu harusnya dibarengi kebijakan moneter dan fiskal yang pro bisnis.
misalnya, bunga bank satu digit, 8 persen karena terkait daya saing produk indonesia.
lebih-lebih bersamaan kenaikan harga ttl.
jamhadi menyebut, daya saing indonesia masih di nomor urut 128 dari 185 negara yang di survey bank dunia.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com