Halaman

Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2013

Listrik Tak Normal, PLN Wajibkan Pelanggan Bayar Rp 1,4 Juta









surya online, bangkalan - tidak normalnya aliran listrik di sejumlah rumah di desa pacentan, kecamatan tanah merah memaksa pln rayon bangkalan memutus meteran dan mewajibkan warga membayar denda rp 1,4 juta untuk mengembalikan aliran listrik kembali normal.
kebijakan pln tersebut membuat warga setempat keberatan.
pasalnya, akibat tidak maksimalnya alistrik, warga mengaku beberapa alat elektronik milik mereka rusak.
hal itu disampaikan warga di hadapan komisi c dprd bangkalan saat hearing bersama pln rayon bangkalan, selasa (22/7/2013).
"petugas (pln) melakukan pemutusan dan mencabut meteran.
saya diharuskan membayar rp 1,4 juta agar jaringan listrik di rumah kembali normal," ungkap munawwaroh (53), warga desa pacentan.
ia menjelaskan, selama kondisi aliran listrik di rumahnya tidak berjalan normal, ia merasa dirugikan atas pelayanan pln.
begitu juga dengan aliran listrik di rumah warga lainnya.
"lha kok malah saya harus bayar segitu banyak.
kan saya yang dirugikan, bukan pln," ujarnya ketus saat didampingi belasan warga setempat.
manajer pln rayon bangkalan, alvian mengatakan, pihaknya melakukan pemutusan untuk memindahkan jaringan dari gardu lama ke gardu permanen.
"pemutusan itu dilakukan sebagai upaya untuk mengembalikan aliran listrik setelah kami mendapat laporan warga," katanya.
terkait uang sebesar rp 1,4 juta, alvian mengungkapkan, biaya itu untuk keperluan administrasi, tagihan, dan denda.
"hasil temuan kami ada oknum warga melakukan pelanggaran dengan memindahkan jaringan tanpa sepengetahuan pln," ungkapnya.
mendengar penjelasan pihak pln, warga tidak puas.
hearing pun berjalan alon dan sempat memanas.
warga menilai pln bertindak semena-mena.
melihat kondisi itu, ketua komisi c dprd bangkalan mukaffi anwar mencoba menenangkan warga.
agar permasalahan tak berlarut-larut, komisi c sepakat menaggung separuh biaya yang diminta pln.
"ini inisiatif bersama anggota lainnya untuk menanggung separuh uang yang harus dibayar.
dengan harapan, aliran listrik di desa pacentan kembali normal," ujarnya.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 10 Juni 2013

Satu RT di Kota Batu Tak Ada Aliran Listrik








batu -  berstatus sebagai kota wisata, batu memiliki belasan obyek wisata, seperti jatim park group, batu night spectacular (bns), wisata alam selecta.
bahkan, tahun 2012 lalu, catatan dinas pariwisata kota batu kurang lebih sekitar 4 juta wisatawan datang ke kota dingin ini.
puluhan hotel bintang empat hingga melati pun berdiri guna menampung wisatawan untuk menginap.
begitu juga ratusan tempat usaha seperti kafe, restoran, dan plaza sudah berdiri tegak.
namun, di sela kegemerlapan kota wisata ini masih menyisakan masalah.
satu rukun tangga (rt) belum mendapatkan aliran listrik.
yaitu di rt 5/rw 6 kampung gimbo dusun jurangkuali, desa sumberantas yang memiliki jumlah 50 keluarga.
jika mereka ingin mendapatkan listrik, harus berlari sekitar 3 km.
ini pun menumpang di rumah orang lain.
bukan hanya listrik, di rt juga tidak ada sinyal seluler untuk komunikasi cepat dengan orang luar.
di rt itu, mayoritas penghuninya menjadi buruh tani.
kaur pemerintahan desa sumberbrantas purwanto menceritakan, tahun 2007 warga mendapatkan listrik bantuan dari pengelola pabrik jamur pt karya kompos bagas.
namun, usaha pabrik mulai menurun dan akhirnya tidak berproduksi lagi.
listrik semula dialirkan kepada warga pun diputus tahun 2010.
sejak itu, warga yang mempunyai kemampuan ekonomi lebih bagus memilih menggunakan genset, ada pula yang menggunakan aki.
sementara, warga yang kemampuan ekonomi rendah, harus rela menggunakan lampu teplok berbahan bakar minyak tanah serta harus mengeluarkan uang rp 11.
000 per liter.
di rt itu, kata purwanto, ada 15 siswa sd dan smp.
mereka harus belajar dengan kondisi tak memiliki penerangan cukup.
"ada usaha ngecas baterai ponsel di pemilik genset.
biaya ngecas dikenai rp 5.
000 per jam," kata purwanto, senin (10/6/2013).
kisah memilukan ini bukan berarti tanpa perjuangan penghuni rt.
pada tahun 2011 lalu, warga gotong royong membuat proposal pengajuan kepada pln minta disambungkan jaringan listrik.
tapi, hingga saat ini belum ada jawaban dari bumn itu.
"dua bulan lalu, saya sudah ketemu akli minta penjelasan penyambungan listirk.
akli juga tidak bisa menjawab," ujarnya.
kondisi ini membuat warga rt itu pasrah apa adanya sembari menunggu perhatian dari pemkot batu.
purwanto berharap, pemkot bisa memfasilitasi pemasangan jaringan listrik.
anggota dprd kota batu, heli suyanto mengatakan, kondisi ini ironis seiring dengan kemajuan pembangunan di kota wisata ini.
heli mendesak pemkot segera turun tangan menyelesaikan masalah tersebut.
kondisi ini sebaiknya tidak perlu lama terjadi.
menurut heli, bisa saja pemkot menggunakan dana hibah untuk membangun fasilitas pembangkit listrik sementara hingga terbangunnya jaringan instalasi listrik.
sebab, secara sosiologis, sebagian besar ekonomi warga adalah menengah ke bawah.
mereka bakal tidak mampu jika membeli genset besar dengan biaya rp 60 juta.
belum bahan bakar solar yang kurang lebih setiap rumah sehari semalam membutuhkan sekitar 15 liter.
sedangkan harga solar rp 7.
000 per liter.
"pemkot melalui kesra atau dinas lainnya sebaiknya segera turun tangan.
toh mereka juga warga kita," himbau heli.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 13 April 2013

Mobil Listrik Menristek Lebih Murah dari Tucuxi Dahlan Iskan








jakarta - pengembangan mobil sedan listrik menteri riset dan teknologi (menristek) gusti muhammad hatta menelan dana lebih sedikit dari mobil listrik dahlan iskan, baik tucuxi maupun selo.
ada kabar bahwa pengembangan mobil sedan listrik menristek "hanya" menelan dana rp 500 juta.
namun saat dihubungi kompas.
com, jumat (12/4/2013), gusti mengatakan, "saya lupa persisnya rp 500 juta atau lebih.
tapi yang pasti di bawah rp 1 miliar.
"dengan biaya tersebut, sedan listrik yang direncanakan akan diberi nama hevina sedan itu bakal jauh lebih murah dari tucuxi dan selo.
sebelumnya, pengembangan tucuxi menelan dana hingga rp 3 miliar.
sementara itu, mobil listrik selo yang dikembangkan dahlan iskan setelah tucuxi menelan dana sekitar rp 1,5 miliar.
hevina sedan bisa dikatakan hanya sepertiga tucuxi.
hevina sedan telah dikembangkan sejak beberapa bulan lalu.
saat ini, sedan listrik itu telah memasuki tahap akhir dan akan diperkenalkan bulan depan.
gusti mengungkapkan, sedan listrik yang dikembangkan nantinya akan dipakai sebagai mobil dinasnya, bergantian dengan mobil dinas menteri yang kini digunakannya.
penggunaan mobil tersebut juga dimaksudkan untuk uji coba.
menristek punya misi ambisius.
sedan listrik itu akan menjadi salah satu low cost green car yang dijual sangat murah.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com