Halaman

Tampilkan postingan dengan label House. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label House. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Agustus 2013

Wali Kota Batu Gelar Open House di Rumah Dinas









surya online, batu - wali kota eddy rumpoko akan menggelar open house bersama para pejabat di rumah dinas wali kota, kamis (8/6/2013).
sedangkan open house untuk warga kota batu digelar, senin (12/8/2013), juga bertempat di rumah dinas wali kota batu.
“kami mengundang semua warga batu, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk bersatu saling memaafkan di hari yang suci nanti,” ujar ismail a gani, kepala bagian humas dan protokol pemkot batu, selasa (6/8).
di samping bisa bersatu dan saling memaafkan, di sana nanti, warga juga bisa menikmati hidangan dengan beragam menu makanan.
mulai dari soto, rawon, es buah, hingga rujak cingur.
 sebelum open house, wali kota akan sholat idul fitri di stadion brantas bersama kapolres, dandim, dan sebagian pejabat skpd.
sedangkan wakil wali kota punjul santoso sholat di masjid agung annuur bersama kepala kejaksaan negeri dan ketua mui.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 14 Juni 2013

Ananda Penasaran dengan White House




Ananda Penasaran dengan White House
Ananda Penasaran dengan White House





surabaya - ananda nugraha, pelajar kelas v dari pesantren imim putra, tamalanrea, makassar, terlihat asyik membuka-buka atlas negara amerika serikat (as) ketika berkunjung ke perpustakaan kantor konsulat jenderal (konjen) as di surabaya, kamis (13/6/2013).
"saya penasaran dengan white house (gedung putih).
ingin masuk ke sana," ujarnya sambil menujukkan gambar gedung yang merupakan tempat berdinas presiden as, barack obama itu.
ananda tidak sendiri.
keberadaannya di tempat itu bersama 19 rekannya, sesama pelajar tingkat menengah, baik dari sma, man, dan pesantren yang ada di wilayah jatim dan indonesia timur.
seperti surabaya, sidoarjo, malang, jember, blitar, pasuruan, makassar, denpasar, dan mataram.
mereka adalah pelajar yang lolos seleksi oleh bina antarbudaya, afs usa, dan american councils for internasional education.
selain ananda, ada pula rachmad iqbal bhayangkara, pelajar dari sma n 1 mataram.
"di kota saya, masih banyak orang yang anti-amerika.
tapi sekarang saya akan ke amerika.
akan saya ceritakan nanti seperti apa amerika itu sehingga mereka tidak lagi anti-amerika," kata rachmad.
sari tjakkrawiralaksana, sending koordinator bina antarbudaya, yang mendampingi mereka di konjen as, mengatakan, ini merupakan program tahunan yang digelar sejak tahun 2003.
"mereka akan sekolah dan tinggal dengan keluarga as.
mereka membawa misi mengenalkan indonesia dan belajar mengenal budaya mereka.
terbagi ke beberapa sekolah dan keluarga di kota dan daerah berbeda di as," jelas sari.
tak hanya mereka, pelajar as juga akan datang ke indonesia sebagai bagian dari pertukaran itu.
mereka juga akan sekolah dan tinggal dengan keluarga di indonesia.
kunjungan para pelajar ke konjen as di surabaya diterima langsung oleh konsul joaquin f monserrate dan atase kebudayaan kedutaan besar as, frank j whitaker.
keduanya mengobrol bebas dan bertanya berbagai hal tentang apa saja yang mereka ingin ketahui.
"di negara bagian mana kalian berharap akan tinggal? apakah di indiana? biar bisa nonton pertandingan basket?" tanya joaquin.
beberapa pelajar pun antusias bertanya dan bercerita.
kepada frank, mereka mengaku memiliki kakak kelas dan kakak kandung yang sudah pergi ke as.
sehingga mereka terpacu juga untuk ikut berangkat ke as.
"kakak saya dulunya juga ikut pertukaran pelajar ke as.
banyak cerita, sehingga saya ingin berangkat ke as juga," cerita nur.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 13 Juni 2013

Karya Seni Ramah Lingkungan di Galeri House of Sampoerna




Karya Seni Ramah Lingkungan di Galeri House of Sampoerna
Karya Seni Ramah Lingkungan di Galeri House of Sampoerna





surabaya - berkarya seni dengan kepedulian terhadap lingkungan mampu diwujudkan dalam ragam bentuk.
ketiga seniman dari bandung yang tengah menampilkan karya mereka di galeri house of sampoerna (hos), surabaya, selama 14 juni hingga 21 juli 2013 ini merupakan pelakunya.
mereka mengambil bahan limbah yang didaurulang menjadi suatu karya sekaligus bertanggungjawab menjaga lingkungan itu sendiri.
menoreh tinta dalam berseni rupa tidak terbatas di atas kertas kanvas saja.
daluang atau kertas yang terbuat dari kulit kayu pohon mulberry juga dapat dimanfaatkan seperti yang dilakukan edi dolan dan asep nugraha.
edi memilih kulit pohon mulberry karena sifat teksturnya yang bagus untuk ditoreh tinta atau cat.
selama dua tahunan ini edo berkutat memproses kulit pohon hingga menjadi medium berkarya.
salah satu karyanya berupa lembaran kulit pohon berjudul rajah perdamaian (pancasila dan mo limo) bahkan masuk nominasi jakarta art world 2012.
di atas kertas kulit pohon berukuran 200 x 55 cm itu dia membuat tulisan dengan cat akrilik dalam sembilan bahasa, diantaranya sansekerta, arab, jawa, dan bahasanya sendiri.
"saya membuat bahasa saya sendiri, alcedo," ujar lelaki berambut keriting ini, rabu (12/6/2013).
kepanjangan dari arab, latin, china, dan edo.
hurufnya mirip paduan huruf sansekerta dan jawa.
satu huruf selalu berwujud huruf e, inisial nama panggilannya, tergantung bagaimana tebal tipis huruf dibuat.
"itu saya buat ketika ada tantangan dari seorang seniman bali yang tengah kuliah s2 di institut teknologi bandung," ungkapnya.
percuma hanya menuliskan huruf yang sudah dikenal pada kanvas kulit pohonnya jika belum mampu membuat huruf dalam bahasanya sendiri.
proses pembuatan kanvas kulit pohon mulberry ini membutuhkan beberapa langkah.
kulit luar pohon dibuang, sehingga yang digunakan adalah kulit sisi dalamnya.
kulit tersebut dikelupas lalu direbus dan direndam dalam air selama sehari semalam.
"perlu direbus supaya empuk dan lendir pohonnya hilang," kata edo.
setelah itu, kulit dipukul-pukul agar pipih dan dikeringkan.
setelah kering, kulit baru bisa digunakan.
untuk menyelesaikan satu karya sepanjang dua meter, edo membutuhkan waktu empat hingga lima jam.
asep yang juga memakai daluang lebih mengutarakan anjurannya kepada masyarakat untuk hidup sehat.
itu tampak di setiap bentuk karyanya yang sebagian besar berupa mixed media.
"saya tidak memakai kulit pohon penuh seperti edo," ucapnya.
dia memakai papan kayu bekas yang dijual kiloan.
daluang dan padi menjadi pelengkapnya.
daluang ini ditempelkan di beberapa sisi papan kayu.
kemudian dia membentuk sketsa, apakah itu bentuk wajah manusia atau benda, dengan membakarnya.
"bukan dibakar dengan api besar tetapi memakai alat yang saya buat sendiri," tuturnya sambil menunjukkan alat itu.
sebuah batang logam dengan ujung bercabang dua merupakan katoda aliran listrik ac-dc.
ketika ditancapkan pada aliran listrik, kawat yang menyambungkan dua katoda tadi menyala merah mirip api.
dengan api itu dia menyentuhkannya ke permukaan papan kayu dan daluang hingga membentuk sketsa.
api itu juga bisa dipakai pada medium lain seperti kayu jati, bambu, atau tipleks.
kebetulan, istri asep adalah seorang pelaku akupunktur.
sehingga kesehatan sangat dekat dengan dirinya.
bagaimana orang sebaiknya makan secukupnya, memakai tangan, dan menghindari junk food.
untuk menyediakan bahan kanvas kulit pohon mulberry ini, asep menanam sendiri pohon tersebut di pekarangan rumahnya yang berukuran beberapa ratus meter persegi.
dia menanam ratusan pohon yang ketika sudah waktunya akan ditebang.
namun, tidak berhenti di sana.
asep kembali menanam bibit pohon mulberry baru agar tidak merusak alam.
"daluang ini sebagai identitas kertas nusantara yang telah tergeser oleh kertas hasil olahan pabrikan besar," ungkapnya.
asep bersama edo merupakan anggota komunitas lingkungseni lingkungan di desa cijotang, bandung.
selain mereka, hadir pula haris fadhillah yang memakai cangkang telur mentah sebagai mediumnya.
"ide ini muncul ketika istri saya menjatuhkan telur dan cangkangnya terinjak.
dari sana saya mengeksplornya," kisah haris yang sudah lima tahun menggeluti seni cangkang telur ini.
hasilnya, lukisan wajah-wajah perempuan yang sekilas mirip karya mosaik.
cangkang telur yang berwarna cokelat muda itu dibubuhi warna hitam, merah, atau cokelat gelap sebagai alis mata, bola mata, atau latar belakang lukisan.
"amplas digosokkan jika ingin memberi gradasi warna cokelat," katanya.
warna hitam diperoleh dari jelaga ketel, cokelat dari kemiri yang digongsong, dan merah dari bubuk batu bata.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com