Halaman

Tampilkan postingan dengan label DB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DB. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2013

Terserang DB, Nova Kerjakan UN di RS








madiun-nova aryuda (13), siswa sdn pandean ii, kecamatan taman, kota madiun terpaksa mengikuti ujian nasioanal (un) di rsud sogaten, kota madiun, selasa(7/5/2013).
ia menderita demam berdarah (db).
nova mengatakan, hari pertama ujian digelar, senin (6/5/2013) lalu, dirinya sudah mengalami panas tinggi selama 5 hari.
usai mengikuti ujian ia merasakan tubuhnya panas tinggi, lemas dan muntah-muntah.
"usai mengikuti ujian sekolah, saya dilarikan ke ruang uks.
karena kondisi saya semakin lemas, lalu dilarikan ke rs sogaten," ujar dia.
di ruang observasi, dengan kondisi tangan di infus, nova mengerjakan ujian.
"dikerjakan sebisanya saja, pasalnya kondisi badan masih lemas," katanya usai menggarap un.
sementara dr dyah rahmi mengatakan, nova saat datang ke rs sudah dalam kondisi panas tinggi, lemas dan trombosit turun mencapai 63 ribu dengan hemoglobin (hb) kisaran 17,3 hb.
"beruntung ia segera dilarikan ke rs, karena kondisi anak saat datang ke rs sudah cukup mengkawatirkan," katanya.
ia katakan, di hari ke dua ini kondisi nova sudah mengalami perubahan yang baik.
"trombosit sudah naik mencapai 76 ribu," ujar dyah.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 29 Maret 2013

Sebulan, 40 Anak di Bangkalan Positif DB








bangkalan - memasuki akhir maret, jumlah pasien anak positif demam berdarah (db) di rsud syamrabu bangkalan berjumlah 40 pasien.
"jumlah pasien anak penderita db di ruang irna e sudah mencapai 40 anak selama bulan maret," ungkap kepala ruang irna e rsud syamrabu bangkalan, halimatus, jumat (29/3/2013).
dari jumlah itu, lanjutnya, yang menjalani rawat inap tercatat tujuh orang pasien.
sementara satu anak hanya suspect db.
  "sekarang menyisakan delapan saja," tuturnya.
memasuki musim pancaroba ini, pihak rsud syamrabu telah mempersiapkan segala kebutuhan guna mengantisipasi membludaknya pasien db.
seperti tempat tidur pasien, dokter, dan para perawatnya.
"(db) ini kan siklus.
kami antisipasi sejak dini," ujar wakil direktur rsud syamrabu badrus zaman.
sementara itu, kepala dinas kesehatan dr moh aziz melalui kabid penvegahab penyakit dan penyehatan lingkungan (p2pl) miftahul arifin menyatakan, kendati di bulan maret jumlah db mencapai 40 pasien, namun trend db mulai menurun sejak tiga bulan terakhir.
"mei dipresiksi sudah bebas db," katanya.
berdasarkan data yang ada di dinkes bangkalan, penderita db dalam tiga bulan terakhir ini berjumlah 262 pasien.
januari 137 pasien, februari 85, dan maret turun menjadi 40 pasien.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com