Halaman

Tampilkan postingan dengan label Terserang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terserang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Mei 2013

Cuaca Tak Menentu Tanaman Padi di Tuban Terserang Hama








tuban - 344 hektar lahan pertanian di kabupaten tuban terancam gagal panen.
alasannya, hama pengerat jenis tikus, xhantomonas serta pengerak batang mulai menyerang areal pertanian di 11 kecamatan.
sekretaris dinas pertanian kabupaten tuban, sudarmuji menjelaskan penyebab hama adalah karena cuaca yang tidak menentu saat petani melakukan masa tanam ke 2 (mt2).
kondisi ini kemudian memunculkan alga dan bakteri penyakit pada tanaman pertanian, diantaranya padi.
"seharusnya, pada mt2 kemarin tanaman padi mendapat panas yang cukup bukan sebaliknya," kata sudarmuji lewat selulernya.
alasan lain, kata sudarmuji, karena bibit yang ditanam petani tidak menggunakan varietas unggul, sehingga tanaman mereka rentan terkena penyakit.
ia merinci  terdapat 107 hektar tanaman terserang penggerek batang, 17 hektar tanaman terkena hama xhantomonas.
sedang sisanya, 220 hektar tanaman padi terserang hama tikus.
penyebaran hama ini ada di kecamatan rengel, soko, singgahan, senori, jatirogo, plumpang, bangilan, parengan, tuban, semanding dan terakhir adalah kecamatan jenu.
"kesemuanya merupakan lahan produktif yang digarap oleh petani," katanya.
ia menambahkan petani diminta untuk melaporkan tanaman yang terkena hama secepatnya, dengan demikian dinas pertanian tuban bisa memberi obat penyakit melalui kelompok tani masing-masing.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 07 Mei 2013

Terserang DB, Nova Kerjakan UN di RS








madiun-nova aryuda (13), siswa sdn pandean ii, kecamatan taman, kota madiun terpaksa mengikuti ujian nasioanal (un) di rsud sogaten, kota madiun, selasa(7/5/2013).
ia menderita demam berdarah (db).
nova mengatakan, hari pertama ujian digelar, senin (6/5/2013) lalu, dirinya sudah mengalami panas tinggi selama 5 hari.
usai mengikuti ujian ia merasakan tubuhnya panas tinggi, lemas dan muntah-muntah.
"usai mengikuti ujian sekolah, saya dilarikan ke ruang uks.
karena kondisi saya semakin lemas, lalu dilarikan ke rs sogaten," ujar dia.
di ruang observasi, dengan kondisi tangan di infus, nova mengerjakan ujian.
"dikerjakan sebisanya saja, pasalnya kondisi badan masih lemas," katanya usai menggarap un.
sementara dr dyah rahmi mengatakan, nova saat datang ke rs sudah dalam kondisi panas tinggi, lemas dan trombosit turun mencapai 63 ribu dengan hemoglobin (hb) kisaran 17,3 hb.
"beruntung ia segera dilarikan ke rs, karena kondisi anak saat datang ke rs sudah cukup mengkawatirkan," katanya.
ia katakan, di hari ke dua ini kondisi nova sudah mengalami perubahan yang baik.
"trombosit sudah naik mencapai 76 ribu," ujar dyah.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com