Halaman

Selasa, 08 Juli 2014

Warga Sekitar Eks Lokalisasi Dolly - Jarak Mulai Dilirik Pemkot









surya online, surabaya - puluhan warga terdampak penutupan lokalisasi dolly-jarak mulai diterima bekerja di beberapa satuan kerja perangkat daerah (skpd) di lingkungan pemkot surabaya.
beberapa di antaranya bekerja sebagai tenaga keamanan dan juga driver.
kabid rehabilitasi sosial dinas sosial (dinsos) kota surabaya, dedy sosialisto mengatakan, berdasar data dinsos, sudah ada 38 warga terdampak  yang kini dipekerjakan sebagai tenaga kontrak di lingkup pemkot surabaya.
dari jumlah tersebut, sebanyak 24 bekerja di badan kesatuan bangsa, politik dan linmas (bakesbangpol linmas) dan 14 orang lainnya di dinsos.
beberapa dari mereka bahkan sudah mulai bekerja pada awal mei atau sebelum deklarasi penutupan lokalisasi dolly dan jarak dilaksanakan.
"sebenarnya ada 50 orang yang masuk data kami, tetapi baru jumlah itu yang masuk.
ada yang dari dolly, jarak, juga dari krembangan dan benowo.
sementara yang lainnya mungkin masih menunggu.
karena merasa tidak enak dengan temannya yang masih ada pro-kontra menyikapi pengalihfungsian lokalisasi," kata dedy sosialisto, senin (7/7/2014).
dijelaskan dedy, program alih fungsi dan wisma dolly-jarak sudah menjadi pemikiran pemkot jauh sebelum penutupan.
menurutnya, walikota surabaya tri rismaharini telah menginstruksikan kepada masing-masing skpd bahwa dalam hal penutupan lokalisasi selain sasaran pokoknya para pekerja seks komersial (psk), juga terkait masyarakat yang rentan dan terkena dampak baik langsung maupun tidak langsung.
menyikapi instruksi tersebut, dinsos selaku ujung tombak di lapangan gencar melakukan sosialisasi dan beberapa kegiatan, serta verifikasi data para psk, mucikari dan keluarga rentan yang terkena dampak langsung maupun tidak langsung.
menurut dedy, pihaknya mendapatkan informasi ada sekitar 600 masyarakat terdampak.
namun, pihaknya cukup kesulitan melakukan assessment.
padahal, jauh hari sebelumnya dinsos sudah mendapatkan tembusan dari dinas tenaga kerja (disnaker) kota surabaya untuk menyampaikan surat ke lurah dan camat barangkali ada warga di sekitar lokalisasi yang ingin mendapatkan pelatihan.
akan tetapi, dari dinsos tidak bisa langsung tembus ke masyarakat.
"itu yang membuat rencana kami kurang optimal.
barangkali dengan momen sekarang ini bisa dilakukan sosialisasi kepada warga terdampak yang selama ini belum tertarik sehingga kami di skpd bisa melaksanakan program yang kita siapkan," tutur dedy.





baca juga



terlambat verifikasi, sejumlah siswa nyaris gagal sekolah negeri


ingatkan coblosan, kpu sidoarjo bagi-bagi takjil


perusuh langsung ditembak


polrestabes dapat bantuan identifikasi mata dari mabes polri


pakde karwo mengusulkan diterapkan jam malam selama masa tenang





penulis: ahmad amru muiz

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.