Halaman

Jumat, 11 Juli 2014

Tiga Relawan Prabowo - Hatta Bagi Uang Rp 50.000 Diperiksa Panwaslu




Tiga Relawan Prabowo - Hatta Bagi Uang Rp 50.000 Diperiksa Panwaslu
Tiga Relawan Prabowo - Hatta Bagi Uang Rp 50.000 Diperiksa Panwaslu






surya online, ngawi-sebanyak 3 orang relawan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), prabowo - hatta di wilayah kabupaten ngawi diperiksa panwaslu kabupaten ngawi.
ini menyusul, para relawan itu diketahui dan mengakui membagikan uang rp 50.
000 ke para calon pemilih serta meminta untuk memilih nomor satu sehari sebelum coblosan 9 juli 2014 kemarin.
para relawan yang tertangkap dengan barang bukti uang rp 50.
000 mulai rp 1,750 juta sampai rp 3,7 juta per orang itu diantaranya diketahui dan terjadi di beberapa desa.
diantaranya, desa sembung, kecamatan karangjati, desa/kecamatan jogorogo, serta terakhir desa gendingan, kecamatan widodaren, kabupaten ngawi dengan aktor pembaginya adalah ny sri maryati (35) warga desa gendingan, kecamatan widodaren.
ketua tim merah putih kabupaten ngawi, aswan hadi najamuddin mengaku legowo ada beberapa relawannya yang tertangkap karena terlibat dalam kasus dugaan money politic sehari atau malam menjelang pelaksanaan coblosan pemilihan umum presiden (pilpres) kemarin.
kendati demikian, pihaknya menilai semua laporan dugaan money politic itu masih lemah.
alasannya, tidak ada yang tertangkap tangan.
"saya mendampingi beberapa relawan prabowo yang kebetulan kemarin dapat masalah berkaitan dugaan money politic.
sekarang ada beberapa hal yang kami dalami tentang money politic.
karena secara materi semua laporan masih lemah," terangnya kepada surya, kamis (10/7/2014) saat mendampingi para pelaku money politic di kantor panwaslu kabupaten ngawi.
lebih jauh, najamuddin menguraikan sejumlah barang bukti yang diajukan ke panwaslu kabupaten ngawi terhadap relawannya tergolong masih sangat lemah.
yakni baik dari sisi materi.
hal itu dipicu karena atas tidak tahunya masyarakat.
hal itu, dibuktikan adanya warga yang sengaja meminta ke relawan prabowo dengan mendatangi rumahnya, untuk membagi-bagikan uang.
cuman sekarang kalau dilihat dari kacamata lawan politik tidak akan bisa sinkron.
"dari ketiga orang yang diperiksa panwaslu tidak ada satupun yang tertangkap tangan.
justru yang ada  mala jebakan-jebakan.
relawan yang mengatasnamakan relawan prabowo ini tidak paham bener orangnya.
kalau orang jujur ditanya mereka akan menjawab sesuai amanah tak akan diingkari," tegasnya.
lebih jauh, najamuddin membenarkan ketiga orang yang diduga sebagai pelaku dugaan money politics adalah relawan prabowo.
akan tetapi mereka bukan tim sukses dan pemenangan prabowo.
alasannya, antara relawan dan tim pemenangan sangat berbeda jauh.
"kalau sebatas relawan bisa saja setiap orang dapat mengakuinya.
sedang sumber uang yang digunakan money politic memang tidak diketahui dari mana asalnya.
kalau bicara money politic kan kayak orang kentut.
baunya ada tetapi dari mana asalnya tidak tahu.
namun kali ini kebetulan tahu saja," tegasnya.
sementara komisioner panwaslu kabupaten ngawi, divisi penindakan, suyatno menegaskan yang baru diperiksa panwaslu kabupaten ngawi baru dua pelaku dugaan money politic.
sedangkan pelaku lainnya masih menunggu pelimpahan dari pihak panwascam.
"kami sudah memeriksa baik saksi pelapor, terlapor maupun penerima.
nanti akan dibahas di gakkumdu," pungkasnya.





baca juga



malam coblosan, perempuan ngawi bagi uang rp 50.
000 tertangkap relawan





penulis: sudarmawan

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.