Halaman

Jumat, 11 Juli 2014

Pembunuhan Janda Sulatin: Bertamu Diam-diam Sebelum Kepruk









surya online, mojokerto - pelaku pembunuhan janda desa talok, kecamatan dlanggu, kabupaten mojokerto berhasil ditangkap, kamis (10/7/2014).
dia adalah supaat (26), tetangga korban sendiri.
pria yang tiga kali keluar masuk lp ini dibekuk di tempat persembunyiannya di sepanjang, sidoarjo.
selain merampok, pemua bertato ini juga tega membunuh janda sulatin.
janda yang tinggal di rumah sendirian itu dikepruk dengan tongkat yang sudah disiapkan.
sulatin yang bekerja di sebuah home industry membungkus bumbu dapur itu lebih dulu ditunggu di rumahnya yang sepi.
diam-diam, supaat yang hapal kepulangan sulatin lebih dulu masuk menyelinap ke dalam rumah.
"saya langsung kepruk di kepala bawah empat kali," kata supaat saat diamankan di polres mokokerto.
pelaku ini mengaku nekat menghabisi nyawa sulatin karena ingin menguasai perhiasan dan uang yang selama ini dikumpulkan janda tersebut.
perampokan dan pembunuhan ini terjadi senin malam kemarin.
kapolres mojokerto, akbp muji ediyanto menjelaskan, pelaku ditangkap dengan melacak sinyal hp pelaku.
"motifnya ingin mendapatkan uang dan perhiasan untuk bersenang-senang dengan teman-temannya di tretes, prigen.
pengakuannya katanya perlu uang untuk mencari istrinya yang dibawa kabur orang lain," kata muji.
setelah mendapatkan perhiasan, paginya dijual di mojosari laku rp 2 juta.
uang tunai rp 3 juta dan hasil jual perhiasan dibawa ke tretes.
rencananya pelaku akan pergi ke flores untuk kabur sebelum akhirnya ditangkap polisi.
tongkat bambu yang digunakan untuk menghabisi korban ikut disita.
selain itu, pisau pedang juga diamakan.
pedang ini untuk memotong tongkat bambu.
uang sisa sebesar rp 460.
000 diamankan bersama dua gelang dan satu kalung.
ikut disita pula dua buah hp dan pakaian yang dikenakan pelaku saat membunuh sulatin.
"saat membunuh dengan mengepruk kepala, pelaku menggunakan penutup wajah," kata muji.





baca juga



pembunuhan janda sulatin diringkus





penulis: nuraini faiq

editor: satwika rumeksa






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.