| Sindikat Ini Nekat Beli Tiket Pesawat di Bandara Juanda Pakai Uang Palsu |
surya online, sidoarjo - sindikat peredaran uang palsu (upal) yang memiliki jaringan ke luar pulau digagalkan petugas keamanan bandara.
dua tersangka yang diduga menjadi pemasok upal dari wilayah jawa ditangkap di tempat berbeda.
penangkapan yang dilakukan satuan tugas pengamanan (satgaspam) bandara juanda cukup membuat beberapa kalangan terperanjat karena pelaku berani membeli tiket menggunakan upal.
tersangka sukarni (43), warga poluhan, blitar yang membeli tiket di bandara terminal i ditangkap saat akan berangkat menuju pesawat.
awalnya, sukarni membeli tiket jurusan surabaya–merauke di bandara t1 dengan harga rp 2,6 juta, senin (7/7/2014) pukul 16.
30 wib.
setelah transaksi, penjual tiket curiga karena ada puluhan lembar uang yang berbeda dengan uang asli.
setelah dicermati, ternyata ada uang rp 1,6 juta diduga palsu dan uang rp 1,2 juta asli.
untuk mengelabuhi petugas pembayaran tiket, sukarni mencampur uang palsu dengan uang asli sehingga tidak terlalu kelihatan.
dai kecurigaan itu, salah satu penjual tiket akhirnya melaporkan ke petugas satgaspam dan ditindaklanjuti ke petugas avsec untuk menangkap dan menyanggong tersangka.
tersangka yang akan terbang ke merauke dengan pesawat lion air di gate 4 langsung dicegat dan digiring ke pos untuk pengamanan dan pemeriksaan lebih lanjut.
ketika tersangka ditangkap, ia tidak bisa berdalih lagi karena tiket yang dibeli ada nomor kursi plus nama calon penumpang.
“awalnya pelaku menolak jika dikatakan uangnya palsu.
tetapi setelah uangnya ditunjukkan akhirnya mengakui,” jelas petugas di bandara.
terkait#uang palsu
baca juga
antisipasi uang palsu, bi sosialisasi di pusat keramaian
dedy sengaja kucelkan uang palsu agar mirip aslinya
awas, peredaran uang palsu jelang ramadhan
uang palsu yang diedarkan amin lolos ultra violet
amin telah edarkan uang palsu rp 24 juta
penulis: anas miftakhudin
editor: titis jati permata
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.