| Serangan Semakin Gencar di Gaza, Netanyahu Enggan Gencatan Senjata |
surya online, gaza city - pesawat-pesawat tempur israel terus melancarkan serangan mematikan di gaza, jumat (11/7/2014) tetapi serangan itu gagal menghentikan militan palestina menembakkan roket melintasi perbatasan.
di saat yang sama amerika serikat (as) menawarkan bantuan untuk menegosiasikan sebuah gencatan senjata.
saat kekerasan memburuk, presiden as barack obama menelepon perdana menteri israel benjamin netanyahu.
obama mengatakan bahwa pemerintahnya bersedia untuk menengahi sebuah proses gencatan senjata.
obama mengatakan, ia khawatir pertempuran bisa meningkat dan "menyerukan kepada semua pihak untuk melakukan segala sesuatu yang mereka bisa demi melindungi kehidupan warga sipil”.
sekjen pbb ban ki-moon, kamis (10/7/2014), juga meminta adanya gencatan senjata segera.
ia menyampaikan hal itu dalam pertemuan darurat dewan keamanan.
ban mengatakan, gencatan senjata kini "lebih mendesak daripada sebelumnya".
namun israel tampaknya bertekad untuk melakukan pukulan yang fatal terhadap gerakan islam hamas yang menguasai gaza.
netanyahu mengatakan bahwa pembicaraan gencatan senjata "bahkan tidak ada dalam agenda".
"kami masih menghadapi operasi yang sulit, kompleks dan rumit," kata netanyahu setelah sebuah pertemuan kabinetnya.
serangan udara israel menewaskan lebih dari 30 warga palestina, kamis (10/7/2014), mayoritas korbannya adalah perempuan dan anak-anak.
hamas, kelompok palestina yang berkuasa di gaza, juga tampaknya tidak tertarik untuk menghentikan aksinya.
kelompok itu, dengan roket-roketnya, terus melancarkan serangan yang lebih jauh ke dalam wilayah israel selama 48 jam terakhir.
roket-roket jatuh dekat yerusalem dan tel aviv dan bahkan lebih jauh lagi yaitu di hadera, 116 kilometer ke utara.
anggota senior hamas dan mantan perdana menteri gaza ismail haniya mengesampingkan langkah mundur oleh gerakan islam itu.
"musuh (israel) adalah pihak yang memulai agresi ini dan dia harus berhenti, karena kami (hanya) membela diri," kata haniya dalam sebuah pernyataan, jumat (11/7/2014) pagi.
sejak awal operasi israel, selasa (8/7/2014) dini hari, sekitar 90 warga palestina telah tewas dan lebih dari 500 orang luka-luka, kata juru bicara layanan darurat gaza, ashraf al-qudra.
karena jumlah korban di gaza terus naik, mesir kemudian membuka perbatasan rafah.
sejumlah rumah sakit di sinai utara disiagkan untuk menerima orang-orang yang terluka.
kekerasan tersebut telah membuat jalan-jalan dari kota gaza ke tel aviv kosong.
warga israel maupun palestina berlindung di tempat-tempat perlindungan karena takut berada tempat terbuka ketika roket atau rudal datang.
terkait#gaza
baca juga
korban tewas di gaza mayoritas perempuan dan anak-anak
editor: titis jati permata
sumber: kompas.
com
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.