| Polisi Razia Tempat Penukaran Uang Baru |
surya online, lamongan - selain kejahatan jalanan, menjelang lebaran yang perlu diwaspadai adalah, peredaran uang palsu (upal).
seperti dilakukan polres lamongan, sejumlah anggota reskrim dipimpin kasat reskrim akp efendi lubis melakukan razia di sejumlah tempat penukaran uang baru, selasa (15/7/2014).
dalam razia ini anggota reskrim melengkapi dirinya dengan lampu sinar ultraviolet untuk meneliti keaslian uang yang dibawa oleh penyedia jasa penukaran uang yang tersebar di jalan basuki rahmad, kh hasyim asyari dan kh dahlan.
semua pecahan uang kertas yang dibawa penyedia jasa diteliti, dari pecahan rp 1.
000 hingga rp 20.
000.
dari sejumlah tempat penyedia jasa penukaran uang, polisi tidak menemukan uang baru palsu.
”kita ini lakukan antisipasi, jangan sampai ada peredaran uang baru palsu.
makanya semua tempat penukaran uang baru kita razia,”ungkap kasat reskrim akp efendi lubis kepada surya, selasa (15/7/2014).
razia yang dilakukannya bukan bermaksud menuduh para penyedia penukaran uang baru.
namun sebagai langkah antisipasi jangan sampai ada yang memanfaatkan waktu jelang hari raya idul fitri dengan menukarkan uang baru tapi palsu.
selain langsung dilakukan razia dan pengecekan dengan sinar ultraviolet, polisi juga terus melakukan pemantuan di lapangan.
”hari makin mendekati idul fitri akan lebih diintensifkan pemantauannya,”tegas efendi lubis.
sementara itu bersamaan razia uang baru, juga dilakukan razia mamin di sejumlah pasar dan supermarket.
seperti di pasar sidoarjo, dan beberapa supermarket yang ada di dalam kota lamongan.
di pasar sidoarjo, petugas gabungan dikopindag, polisi, dan satpol pp mendapati sejumlah makanan kecil yang kedaluarsa dan juga pentol bakso yang mengandung borak.
petugas langsung menyita barang temuanya.
pemilik dagangan diminta untuk tidak lagi menjual barang atau makanan yang mengandung zat terlarang.
kepada para pedagang, petugas memberikan himbauan dan juga mewarning agar kejadian serupa tidak diulang.
baca juga
bi malang buka 63 tempat penukaran uang baru
penulis: hanif manshuri
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.