Halaman

Minggu, 20 Juli 2014

Pensiun Karyawan Patal Lawang Nyaris Tak Bisa Cair









surya online, malang - terhitung empat bulan terakhir, gaji karyawan badan usaha milik negara (bumn) pt indistri sandang nusantara (isn), patal lawang tersendat sehingga karyawan harus pandai-pandai mencari penghasilan lain.
seperti diungkapkan mohammad safii, karyawan yang sudah bekerja selama 24 tahun, sejak gajinya macet dirinya lebih banyak menghutang kepada tetangga.
selain untuk kehidupan sehari-hari, safii harus menanggung sekolah dua anaknya di smp dan smk.
“kalau tidak hutang dari mana lagi.
tidak ada penghasilan lain kecuali dari pabrik,” ceritanya, sabtu (19/7/2014).
namun karena hutangnya sudah dianggap terlalu banyak, safii memilih untuk menjual barang-barang berharga di rumahnya sebagai alternatif terakhir karena tidak ada lagi yang bisa dihutangi.
“kalau sudah banyak hutang, tidak ada lagi yang percaya sama kita.
pilihannya ya menjual barang yang ada di rumah,” tambahnya.
tahun 2015, safii masuk masa pensiun, namun celakanya, premi bpjs tidak dibayarkan pihak perusahaan sehingga terancam tidak bisa mencairkan jaminan hari tuanya.
safii berharap, pihak perusahaan cepat memberikan kepastian nasib para karyawan.
salah satunya dengan menutup perusahaan dan melakukan phk dengan pesangon.
dengan demikian, dirinya cepat bisa memutuskan untuk mencari alternatif pekerjaan lain.
“dengan uang pesangon tinggal berpikir untuk membuat usaha apa.
mungkin saya akan berjualan atau berdagang barang bekas,” katanya.
karyawan senior asal singosari, kabupaten malang ini mengungkapkan, uang koperasi juga digelapkan pihak perusahaan.
kondisi tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahun silam.
padahal koperasi ini menjadi tumpuan para karyawan yang mau berhutang untuk memenuhi kebutuhan sembako.
toko koperasi sekarang sudah kosong dan karyawannya entah kemana.
dulu para karyawan juga bisa meminjam uang dari koperasi, namun pengurus koperasi mengatakan, uang koperasi dipakai perusahaan.
“saya sudah keluar saat koperasi sudah mulai tidak beres.
percuma saja karena koperasi sudah tidak bisa diharapkan,” ucapnya.
april 2014, gaji karyawan pt isn dibayarkan 50 persen, bulan mei, gaji dibayar hanya 42 persen.
sementara bulan juni dan juli 2014, para karyawan belum menerima gaji sama sekali, tunjangan hari raya (thr) pun tidak ada kelejasan.
parahnya, premi bpjs juga tidak dibayar oleh perusahaan sejak desember 2013.
akibatnya, sejumlah karyawan yang memasuki masa pensiun terancam tidak bisa menikmati jaminan hari tua (jht).




terkait#pensiun, karyawan patal lawang, nyaris, tak bisa c

baca juga



pensiunan pns pemkot malang aniaya ibu


8 sdn tanpa kasek


jupp heynckes pensiun secara bermartabat


bima sakti pensiun main bola?


kapal express nyaris tenggelam





penulis: david yohanes

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.