Halaman

Sabtu, 19 Juli 2014

Pendukung Caleg Terpilih Demo KPU Kota Malang









surya online, malang - puluhan orang yang mengatasnamakan diri komando koalisi masyarakat demokrasi kota malang, menggelar unjuk rasa di halaman komisi pemilihan umum (kpu) kota malang, sabtu (19/7/2014).
mereka adalah massa pendukung calon legislatif terpilih dari partai demokrat, christea frisdiantara.
massa menuntut agar christea tetap dilantik sebagai anggota dprd kota malang.
menurut koordinator aksi, harinoto, aksi ini sebagai perlawanan terhadap somasi caleg demokrat, sulik kepada kpu kota malang.
"sulik mengirim somasi agar pak christea tidak dilantik karena putusan pengadilan.
somasi sulik merupakan bentuk provokasi," ucap harinoto.
sebelumnya christea diputus hukuman percobaan, karena melakukan kampanye di tempat pendidikan.
berdasar putusan ini, kpu untuk merekomendasi pencoretan caleg terpilih.
ketentuan ini yang dimanfaatkan sulik, agar kpu kota malang cepat mencoret christea.
  sulik yang gagal lolos, bisa otomatis menggantikan christea, karena mendapatkan suara terbanyak kedua.
"seharusnya sulik tidak memanfaatkan situasi ini.
sesama kader demokrat, seharusnya dia menghormati hasil pilihan rakyat dan tidak mengorbankan kawan satu partai," tambah harinoto.
lebih jauh harinoto menegaskan, pencoretan caleg terpilih hanya karena tiga hal.
yaitu meninggal dunia, tidak sanggup menjadi anggota legislatif dan diputus bersalah karena money politic.
"christea tidak pernah melakukan money politic.
tidak ada alasan mencoretnya," tandasnya.
perwakilan massa sempat menyerahkan surat ke komisioner kpu kota malang.
  namun semua komisioner sedang di kpu provinsi untuk melakukan rekap suara.
surat tersebut kemudian diserahkan ke seorang staf kpu kota malang.




terkait#kpu malang,

baca juga



pendukung caleg terpilih demo kpu kota malang


22 pemain tergusur


menhan resmikan kri bung tomo di inggris


1500 jamaah khuffadz ikuti khataman al quran di masjid baiturrazaq


seorang sopir bus akdp terindikasi mengonsumsi sabu-sabu





penulis: david yohanes

editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.