| Malam Coblosan, Perempuan Ngawi Bagi Uang Rp 50.000 Tertangkap Relawan |
surya online, ngawi-relawan pasangan calon presiden (capres) dan calon wkail presiden (cawapres) jokowi-jk wilayah kabupaten ngawi, menangkap seorang perempuan yang diduga kuat sebagai pelaku money politik, selasa (08/07) malam.
perempuan ini, diyakini telah membagi-bagikan uang bernilai rp 50.
000 an kepada sekitar 35 orang di sekitar rumahnya.
perempuan pembagian uang itu adalah ny sri maryati (35) warga desa gendingan, kecamatan widodaren.
perempuan ini ditangkap relawan jokowi-jk paska menerima laporan warga.
usai mengamankan perempuan itu, relawan jokowi - jk langsung membawa perempuan itu ke kantor sekretariat panwascam widodaren untuk dilaporkan dan dimintai keterangan mengenai motif pembagian uang malam menjelang coblosan pemilihan umum presiden (pilpres) itu.
saat diinterogasi petugas panwascam widodaren, sri maryati mengaku menerima uang sebesar rp 1,350 juta dari suratman warga dusun nglongkeh, desa gendingan, kecamatan widodaren.
lebih jauh sri maryati menguraikan uang yang sudah diterimanya tersebut harus dibagikan kepada warga dengan embel-embel ajakan agar memilih pasangan capres dan cawapres prabowo-hatta.
"uang itu dari pak suratman orang nglongkeh.
uang harus dibagikan agar penerima mencoblos pak prabowo," terangnya kepada surya, selasa (8/7/2014) malam.
lebih jauh, sri maryati menguraikan uang rp 1,350 juta itu telah diterimanya, semuanya sudah dibagikan kepada 35 orang di skeitarnya.
masing mendapatkan rp 50.
000.
"sesuai instruksi dan perintah pemberi uang per orang rp 50.
000-an," imbuhnya.
usai memeriksa saksi terlapor itu, panwascam widodaren juga memeriksa beberapa saksi kasus dugaan dugaan money politics itu.
dua orang diantaranya saksi itu adalah suwarso dan setyo purwanto warga desa gendingan, kecamatan widodaren.
saksi suwarso menguraikan dirinya disuruh sri maryati untuk memilih pasangan capres prabowo-hatta setelah uang diterima.
"saya terima uangnya sudah pagi tadi.
saya disuruh dia (sri maryati) mencoblos pasangan nomor satu pak prabowo," ungkapnya.
sedangkan saksi setyo purwanto mengakui telah menerima uang pemberian terlapor itu.
menurutnya, meski dirinya menerima kasus itu termasuk pelanggaran hukum yakni berupa money politic.
"sebetulnya itu pelanggaran hukum dan tidak baik main politik seperti itu.
makanya kami minta pelaku money politic ditindak tegas dan diproses," paparnya.
sementara adanya laporan atas dugaan money politic itu, ketua panwascam widodaren, puthut mudhakir menguraikan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus money politic yang dilaporkan itu.
alasanya, meski barang bukti sudah tertangkap tangan, akan tetapi laporan yang diterima harus memenuhi unsur pelaporan.
"kami sudah kerjasama dengan kepolisian dan mengamankan terlapor.
tetapi, laporan itu apakah masuk money politic karena laporan sifatnya perseorangan.
besok akan dibuatkan berita acara pemeriksaan (bap) terhadap terlapor," katanya.
mengenai kondisi itu, ketua tim sukses pasangan jokowi - jk kabupaten ngawi, budi sulistyono menilai laporan money politics itu sudah memenuhi semua unsur laporan.
akan tetapi, panwascam malah terkesan mengulur waktu yang dibuktikan dengan dalih melakukan pedalaman itu.
"kami kecewa dengan lemahnya tindakan panwascam widodaren.
kalau peran panwas hanya setengah hati dalam pengawasan menuju pilpres bersih, kami bisa saja menggelar sweeping praktek money politik.
ini bukti, beberapa pelanggaran banyak yang dibiarkan.
harus ada efek jerah," ucapnya.
selain itu, ketua dpc pdip kabupaten ngawi ini menguraikan dengan adanya praktek dugaan money politics akan mencederai aspirasi rakyat dalam menentukan hak politiknya.
untuk mengantisipasi kecurangan dalam pilpres pihaknya sudah mengerahkan 10.
000 kader maupun satgas pdi perjuangan.
"karena beredarnya money politic tetap akan melemahkan posisi perolehan suara jokowi-jk.
meski demikian kami berharap rakyat jangan mudah dipengaruhi pihak-pihak lain dengan iming-iming sejumlah uang.
pelaku money politic jika terbukti mempengaruhi suara rakyat harus diproses sesuai prosedur," pungkasnya.
baca juga
panwaslu : waspadai politik uang di detik-detik akhir jelang pencoblosan
penulis: sudarmawan
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.