surya online, malang – peserta ujian penerimaan mahasiswa baru universitas brawijaya melalui seleksi progam minat dan kemampuan (spmk) atau biasa disebut jalur mandiri harus belajar keras supaya bisa lolos seleksi, sebab kuota untuk jalur mandiri hanya sekitar 2.
000 mahasiswa.
kepala bagian humas ub, susantinah rahayu mengatakan kisaran tersebut sesuai dengan ketentuan kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud) ri, yang mewajibkan kuota maksimal untuk jalur mandiri 20 persen saja, dari kuota total yang mencapai 12.
170 mahasiswa.
jumlah ini tentu saja lebih kecil daripada total peserta spmk ub tahun ini, sebanyak 11.
909 orang.
karena itu susantinah memprediksi persaingan antarpeserta akan ketat, dengan perbandingan 1:6 atau satu bangku diperebutkan enam peserta.
susantinah menambahkan dari total pendaftar tersebut, jurusan yang paling diminati adalah kedokteran dengan jumlah peserta 4.
726 orang, ilmu sosial dan politik (2.
905 peserta), dan terakhir adalah jurusan ekonomi (2.
738 peserta).
jumlah peserta tahun ini, lanjutnya juga jauh lebih besar daripada peserta tahun lalu yang mencapai 10.
236 peserta.
kendati begitu, dari sisi pemasukan uang mengalami penurunan.
tahun lalu dari jalur mandiri ub berhasil mengumpulkan total uang pendaftaran sekitar rp 4 milyar.
sementara, tahun ini hanya berkisar rp 3,4 milyar.
ini disebabkan ub menurunkan biaya pendaftaran dari yang semula rp 400.
000, menjadi rp 300.
000 pada tahun ini.
susantinah menambahkan seleksi mandiri ub akan berlangsung pada selasa (22/7/2014) di dua tempat, yakni kampus ub, dan sma brawijaya smart school.
seleksi ini akan digelar selama sehari saja, dengan melibatkan ribuan pengawas.
pada tahun ini, seleksi mandiri ub juga menggunakan sistem seleksi yang sama dengan seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (sbmptn).
“kami menggunakan standar soal, dan pelaksanaan ujian yang sama dengan sbmptn kemarin,” kata susantinah, senin (21/7/2014).
“mereka diawasi oleh pengawas dengan perbandingan 1: 10, atau satu pengawas untuk sepuluh peserta,” lanjutnya.
penulis: adrianus adhi
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.