surya online, gresik - lembaga swadaya masyarakat forum kota (lsm forkot) menolak rencana tata ruang wilayah (rtrw) gresik utara yang bakal menjadikan ribuan hektare lahan produktif berupa tambak untuk kawasan industri gresik (kig) sidayu.
penolakan tersebut terkait sekitar 300 hektare lahan tambak produktif akan dibebaskan untuk dijadikan kawasan industri.
"saat ini yang berhasil dibebaskan sekitar 200 hektare.
rencananya dipakai kawasan industri.
ini sangat menyalahi rtrw-nya sebagai lahan pertanian," kata al ushudi, koordinator lsm fotkot, minggu (20/7/2014).
informasi di masyarakat, saat ini lahan tambak yang akan dibebaskan sekitar 200 hektare.
lokasinya berada di kecamatan sidayu dan ujungpangkah, tepatnya di desa golokan serta purwodadi dan desa tanjengawan.
bahkan, proses pembebasannya sudah mencapai 67 hetare.
rencananya, bupati gresik sambari halim radianto menetukan kawasan tersebut akan dijadikan wilayah minapolitan.
"yang sudah jelas dituangkan dalam rtrw gresik.
tanpa merubah rtrw.
pembebasan lahan dilakukan oleh tim yang dekat dengan bupati, sehingga mengabaikan prosedur," imbuhnya.
al ushudi menambahkan petani tambak di wilayah kecamatan sidayu mulai resah dengan adanya kig sidayu sebab dampak industri akan berakibat pada ekosistem di wilayah tambak dan berdampak pada hasil panen.
"petani yang dirugikan sebab dampak jangka panjangnya akan merusak lahan tambak.
adanya kawasan industri ini hanya menguntungkan sekelompok penguasa," ujar seorang petani tambak yang enggan disebut namanya.
camat sidayu suwartono mengatakan, kawasan industri rencananya ada di desa golokan serta purwodadi dan desa tanjengawan.
kawasan tersebut akan dijadikan kawasan pertanian dan cikal bakal minapolitan.
"awalnya memang kawasan minapolititan, tapi ada perubahan sebagai kawasan industri," kata suwartono.
baca juga
dua sopir ekspedisi nyabu
275 ayam ekor ayam kampung djadikan kolak
surabaya raih predikat kepatuhan pelayanan publik
sekuriti gudang mengaku tidak tahu makanan itu ilegal
diduga palsukan label bpom dan halal
penulis: sugiyono
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.