surya online, batu - dua kali lebaran ini, jalan lintas barat (jalibar) belum bisa juga dipakai untuk mengurai kemacetan lalu lintas di kota batu.
setiap kali libur paska lebaran, para wisatawan menyerbu obyek wisata di batu.
untuk mengurai kemacetan, dinas perhubungan komunikasi dan informatika (dishubkominfo) kota batu hanya memanfaatkan jalur alternatif, seperti, jalur alternatif di jl wukir, jl tlekung, dan jl indragiri.
sementara jalibar yang memiliki lebar 12 meter dan menghabiskan anggaran rp 12 miliar masih mangkrak.
menurut kepala seksi menejemen dan rekayasa lalu lintas dishubkominfo, chairul anwar, saat ini pihaknya sudah menyiapkan rambu-rambu di jalan alternatif.
rambu-rambu tersebut sebagai penunjuk jalan bagi pengendara.
“rambu-rambu standar penunjuk jalan lalu lintas sudah terpasang di jalan wukir.
kami upayakan sebelum lebaran terpasang semua.
rambu ini mengantisipasi kemacetan (di jalan-jalan protokol),” papar chairul, minggu (20/7/2014).
dishubkominfo tidak memasang rambu-rambu di kawasan jalibar karena belum bisa dioperasikan.
kata chairul, hingga saat ini dishubkominfo masih menunggu kejelasan dari pihak perumahan panderman hills.
beberapa ratus meter jalan di kawasan panderman hills rencananya menyatu dengan jalibar.
pemkot sudah berkirim surat ke pengelola panderman hills agar jalan di sana bisa dimanfaatkan, namun, hingga sekarang belum ada jawaban.
“kami tidak berani memasang rambu di sana (jalibar).
kendala kami cuma di jalibar (urai kemacetan),” kata chairul.
seperti diketahui, jalibar dibangun pada 2012.
akhir 2012, pengerjaan jalibar sudah selesai.
pembangunan jalibar dimaksudkan guna mengurai kemacetan pada saat liburan datang.
hingga saat ini belum ada kendaraan belum dioperasikan.
hanya kendaraan petani yang memanfaatkan.
ia menambahkan, penguraian kemacetan di jalan protokol akan diberlakukan jalur satu arah seperti biasanya.
yakni, di jl dewi sartika, jl imam bonjol, dan jl pattimura atas.
“satu arah, nanti koordinasi dengan lantas polresta, apakah diterapkan satu arah atau dua arah,” katanya.
bagi para wisatawan, bisa memperhatikan titik kemacetan di kota batu biasanya terjadi paska lebaran hingga h+7.
titik kemacetan itu ada di simpang tiga dadaprejo-pendem.
paling rawan macet di pertigaan mojorejo menuju krematorium.
lalu simpang tiga dewi sartika bawah.
kalau tidak satu arah akan bertumpuk dari arah malang dengan dari dewi sartika atas.
“kalau di obyek wisata biasanya di jl oro-oro ombo macet karena ada jatim park 2 dan museum satwa,” bebernya.
baca juga
sertifikasi guru triwulan dua cair akhir bulan
dishub kota malang siapkan jalur alternatif
walau mahal, jurusan kedokteran masih diminati
waspadai 16 titik rawan macet di kota malang
polres malang kota terjunkan 225 personel amankan arus mudik
penulis: iksan fauzi
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.