Halaman

Senin, 21 Juli 2014

Dua Kali Lebaran Jalibar Kota Batu Belum Dioperasikan









surya online, batu - dua kali lebaran ini, jalan lintas barat (jalibar) belum bisa juga dipakai untuk mengurai kemacetan lalu lintas di kota batu.
setiap kali libur paska lebaran, para wisatawan menyerbu obyek wisata di batu.
untuk mengurai kemacetan, dinas perhubungan komunikasi dan informatika (dishubkominfo) kota batu hanya memanfaatkan jalur alternatif, seperti, jalur alternatif di jl wukir, jl tlekung, dan jl indragiri.
sementara jalibar yang memiliki lebar 12 meter dan menghabiskan anggaran rp 12 miliar masih mangkrak.
  menurut kepala seksi menejemen dan rekayasa lalu lintas dishubkominfo, chairul anwar, saat ini pihaknya sudah menyiapkan rambu-rambu di jalan alternatif.
rambu-rambu tersebut sebagai penunjuk jalan bagi pengendara.
“rambu-rambu standar penunjuk jalan lalu lintas sudah terpasang di jalan wukir.
kami upayakan sebelum lebaran terpasang semua.
rambu ini mengantisipasi kemacetan (di jalan-jalan protokol),” papar chairul, minggu (20/7/2014).
dishubkominfo tidak memasang rambu-rambu di kawasan jalibar karena belum bisa dioperasikan.
kata chairul, hingga saat ini dishubkominfo masih menunggu kejelasan dari pihak perumahan panderman hills.
beberapa ratus meter jalan di kawasan panderman hills rencananya menyatu dengan jalibar.
pemkot sudah berkirim surat ke pengelola panderman hills agar jalan di sana bisa dimanfaatkan, namun, hingga sekarang belum ada jawaban.
“kami tidak berani memasang rambu di sana (jalibar).
kendala kami cuma di jalibar (urai kemacetan),” kata chairul.
seperti diketahui, jalibar dibangun pada 2012.
akhir 2012, pengerjaan jalibar sudah selesai.
pembangunan jalibar dimaksudkan guna mengurai kemacetan pada saat liburan datang.
hingga saat ini belum ada kendaraan belum dioperasikan.
hanya kendaraan petani yang memanfaatkan.
ia menambahkan, penguraian kemacetan di jalan protokol akan diberlakukan jalur satu arah seperti biasanya.
yakni, di jl dewi sartika, jl imam bonjol, dan jl pattimura atas.
“satu arah, nanti koordinasi dengan lantas polresta, apakah diterapkan satu arah atau dua arah,” katanya.
bagi para wisatawan, bisa memperhatikan titik kemacetan di kota batu biasanya terjadi paska lebaran hingga h+7.
titik kemacetan itu ada di simpang tiga dadaprejo-pendem.
paling rawan macet di pertigaan mojorejo menuju krematorium.
lalu simpang tiga dewi sartika bawah.
kalau tidak satu arah akan bertumpuk dari arah malang dengan dari dewi sartika atas.
“kalau di obyek wisata biasanya di jl oro-oro ombo macet karena ada jatim park 2 dan museum satwa,” bebernya.





baca juga



sertifikasi guru triwulan dua cair akhir bulan


dishub kota malang siapkan jalur alternatif


walau mahal, jurusan kedokteran masih diminati


waspadai 16 titik rawan macet di kota malang


polres malang kota terjunkan 225 personel amankan arus mudik





penulis: iksan fauzi

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.