| Bu Sinta: Persatuan Bangsa Harus Prioritas Capres |
surya online, jombang - situasi bangsa yang memanas menjelang pengumuman pemenang pilpres 22 juli, membuat keluarga besar mantan presiden kh abdurrahman wahid (gus dur) prihatin.
hj sinta nuriyah, isteri gus dur, meminta para elit politik dan komponen yang terlibat pilpres memprioritaskan kerukunan dan persatuan bangsa.
keprihatinan pasca pelaksanaan pilpres itu, kata sinta nuriyah, sebab situasi bangsa saat ini berada dalam ketidakjelasan.
berangkat dari situasi persaingan menuju kursi ri 1 yang banyak dibumbui dengan intrik, praktek kecurangan, kerusuhan dan terakhir, isu penolakan hasil pemungutan suara pilpres.
menurut sinta nuriyah, suasana panas sebenarnya wajar.
namun, dalam kerangka persaingan itu, kerukunan dan persatuan serta keutuhan bangsa harus menjadi perhatian utama.
persaingan dalam pemilihan presiden harus dikembalikan pada tujuan utama membangun bangsa.
"lebih dari itu, kerukunan, persatuan dan keutuhan bangsa indonesia harus tetap dijaga dengan sebaik-baiknya," katanya saat menghadiri acara buka puasa bersama di markas kodim 0814 jombang, minggu (20/7/2014).
perempuan kelahiran jombang ini menambahkan, siapapun yang terpilih dalam adalah presiden ri yang harus diterima seluruh elemen bangsa.
"saya mengimbau kepada seluruh rakyat bangsa indonesia, siapapun yang terpilih harus kita terima, itu adalah presiden kita," tandas sinta nuriyah.
acara buka bersama yang diselenggarakan fkmj itu, juga diikuti 34 organisasi dari lintas agama, etnis dan suku.
juga tampak gusdurian, tukang becak, pemulung, serta masyarakat miskin kota.
serta forpimda jombang.
terkait#pilpres, gusdurian, jombang
baca juga
rhoma klaim elektabilitas pencapresannya naik
rhoma siap kampanyekan khofifah
rhoma berkelana ke jombang
mahfud dicapreskan di perwimanas
perhiasan dan uang rp 3 juta dijambret
penulis: sutono
editor: adi agus santoso
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.