surya online, mojokerto - salah satu mesin politik pkb kini kian gencar malakukan manuver di daerah-daerah.
tidak hanya merapatkan seluruh kyai kampung di jatim, kader, simpatisan, dan seluruh pengurus partai ini terus merapatkan barisan.
mereka kian kencang menggelorakan semangat dan perjuangan untuk memenangkan pasangan jokowi-jk dalam pilpres 9 juli 2014.
tidak tanggung-tanggung, pengurus pusat pkb rela datang ke daerah-daerah.
seperti yang dilakukan ketua dpp pkb ida fauziyah untuk hadir bersama ratusan kader, simpatisan, dan seluruh pengurus dpw pkb dan dpc pkb kota mojokerto.
"kami mengajak dan mendorong ratusan pengurus, kader, dan seluruh simpatisan pkb di jatim dan mojokerto untuk memenangkan pasangan jokowi-jk," kata ida, jumat (27/6/2014).
pasangan tersebut dinilai pasangan tepat.
duet ini sebagai isyarat kebangkitan nahdlatul ulama (nu) dan pni pada masa kini.
di saat era 70-an, partai nu yang dia sebut telah bermetamorfosis menjadi pkb dan pni menjadi pdip telah membumikan islam di indonesia.
ini romantisme masa lalu yang mampu membumikan islam di indonesia.
dengan realitas ini mampu menjadikan islam beradaptasi dengan multietnis.
jusuf kalla adalah sosok yang tepat tidak hanya karena merupakan mustasyar nu.
jk bukan sosok lain dan harus didukung penuh.
memenangkan duet jokowi-jk dalam pilpres sebenarnya bukan perkara sulit.
semua badan otonom nu sudah merapat untuk tercapai target kemenangan.
"banyak kampanye hitam, kampanye negatif, hingga fitnah.
kita jangan terpancing dengan membalas melakukan black campaign ini.
jokowi dikatakan nonmuslim, silakan.
toh riilnya semua tahu," ucap ida.
selain ida, hadir pula sejumlah pengurus dpw pkb termasuk ketua dpw pkb jatim, halim iskandar.
survei atas elektabilitas yang selama ini dimenangkan jokowi harus makin diperjuangkan.
"harus kita ikuti dengan ikhtiar mensosialisasikan kemenangan jokowi.
biar kemenangan survei capres jokowi-jk tidak hanya menang di tingkat survei," kata gus halim, panggilan halim.
gus halim yakin dengan figur jokowi yang merupakan representasi karakter asli masyarakat indonesia.
pilpres nanti merupakan momentum pilpres dengan melihat figur yang memang dikehendaki rakyat.
dengan sosok jokowi, istana negara harus kembali menjadi rumah rakyat tanpa sekat dengan rakyat seperti zamannya gus dur.
"biar istana tidak menjadi rumah asing bagi rakyat," kata gus halim.
baca juga
kubu jokowi anggap jember wilayah rawan
penulis: nuraini faiq
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.