surya online, pasuruan- terhitung mulai tanggal 30 juni mendatang, obat dengan komposisi dekstrometorfan atau dektro tunggal harus sudah ditarik dari peredaran.
dilansir website resmi balai besar pengawas obat dan makanan (bbpom), 130 varian obat batuk akan ditarik.
beberapa di antaranya adalah merk terkenal.
misalnya vicks formula 44 dt, bisolvon antitusif, komix dt dan lain sebagainya.
menjelang penarikan, pantauan surya, rabu (18/6), obat-obatan tersebut masih bisa ditemui di pasaran.
sejumlah apotek di kota pasuruan masih menjual obat-obatan yang dikategorikan berbahaya oleh bbpom ri karena mengandung desktrometorfan tunggal.
untuk diketahui, bpom pusat telah menarik izin peredaran obat desktro sediaan tunggal dari pasaran per 24 juli 2013, namun masih memberikan kelonggaran kepada produsen untuk melakukan penarikan atau voluntary recall hingga batas akhir 30 juni 2014.
pemilik apotek di kota pasuruan, setiyo mengatakan di toko obat miliknya memang masih menjual obat batuk yang mengandung desktrometorfan.
"tinggal komix dt, tapi cuma tinggal tiga boks.
kalau yang lain sudah ditarik hari ini," katanya saat ditemui di apotik miliknya di jalan hayam wuruk, rabu (18/6) siang.
sebelumnya apotek miliknya masih menjual obat batuk vicks formula 44 dt.
namun sudah ditarik distributor.
"tapi, baru saja vicks formula 44 dt sudah ditarik distributor.
sudah nggak ada lagi," ucapnya.
sementara untuk desktro jenis tablet, katanya, sudah lama tidak beredar di pasaran.
"kalau yang desktro tablet, memang sudah nggak beredar.
tinggal yang bentuk sirup-sirup yang isinya murni desktro.
mungkin minggu-minggu ini sudah ditarik semua," paparnya.
ia mengaku mengetahui rencana penarikan obat-obatan yang mengandung desktro dari pemberitaan di televisi.
namun, dirinya belum menerima pemberitahuan atau sosialisasi dari dinkes atau bpom.
sementara itu akibat penarikan obat batu mengandung desktro tidak mempengaruhi omsetnya.
"dampak terhadap penjualan sih nggak ada.
cuma memang beberapa orang kesulitan cari obat batuk kering, desktro itu kan memang khusus untuk batuk kering," jelasnya.
begitu juga dengan apotek di jalan panglima sudirman kota pasuruan, yang masih menjual obat batuk vicks formula 44 dt yang mengandung desktro.
"tiga bulan lalu, memang sudah ada beberapa yang ditarik.
tapi kalau yang ini (vicks formula dt) masih.
kemarin sempat habis, lalu ambil lagi ke distributornya dan ternyata masih," kata penjaga apotek yang enggan disebutkan namanya ini.
sementara itu, seorang pemilik apotik di jalan balai kota pasuruan, imelda mengaku belum mendapat informasi resmi atau sosialisasi dari bpom ataupun dinkes terkait dengan rencana penarikan obat mengandung dekstro.
"tidak ada, tapi bulan empat lalu memang ada pertemuan apoteker se-pasuruan.
dan dalam pertemuan itu diberitahukan kalau pada bulan enam akan ada penarikan.
tapi, edaran resmi belum ada," kata imelda.
di tokonya kini hanya tinggal satu botol obat batuk sirup romilar.
sedangkan obat batuk mengandung desktro tunggal yang lain, sudah tidak ada.
"tinggal satu botol saja, romilar jenis sirup.
kalau yang tablet sudah lama tidak ada, sudah ditarik sejak dulu," ucapnya.
kepala dinas kesehatan kota pasuruan, dr bambang pramono, mengaku tidak mengetahui informasi penarikan obat-obatan mengandung desktro tunggal.
"nggak ada pemberitahuan soal itu.
kalau ada informasi itu, pasti saya bisa jawab.
tapi saya coba kooridnasikan nanti," terangnya
baca juga
ngefly obat batuk, 2 tewas, sekali tenggak 40 - 50 pil
penulis: rahadian bagus
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.