Halaman

Jumat, 23 Mei 2014

Jacking Tidar Dikerjakan Secara Manual









surya online, malang – pengerjaan proyek gorong-gorong di jl tidar yang seharusnya menggunakan sistem jacking ternyata dilakukan secara manual.
hal itu terungkap dari hasil sidak lokasi yang dilakukan komisi c dprd kota malang, jumat (23/5/2014).
pengerjaan secara manual itu menjadi salah satu penyebab keterlambatan penyelesaian proyek senilai rp 39 miliar tersebut.
dan bahkan saat sidak di lokasi, komisi c masih mendapati pekerja sedang menyelesaikan pekerjaan proyek tersebut.
wakil ketua komisi c dprd kota malang, syaiful rusdi, mengatakan, setelah melakukan sidak, komisi c akan memanggil pt citra gading asri tama (cga), rekanan proyek dan dinas pekerjaan umum (dpu) kota malang untuk diklarifikasi, rabu (28/5/2014).
“kami ingin menanyakan yang dimaksud selesai itu seperti apa.
karena persepsi kami, selesai itu sudah tidak ada pekerjaan.
kalau pun ada kegiatan hanya membersihkan material maupun alat.
tetapi sekarang ini masih ada pekerjaan proyek,” katanya.
komisi c juga ingin menanyakan aturan perpanjangan dalam pelaksanaan proyek, apakah waktu perpanjangan sudah habis dan pekerjaan belum selesai masih ada toleransi kepada rekanan untuk menyelesaikan pekerjaan.
“kami ingin meminta kejelasan masalah itu ke dpu dan rekanan,” ujarnya.
yang terpenting, kata syaiful, masalah perubahan sistem pengerjaan dalam proyek yang seharusnya dilakukan menggunakan sistem jacking, tetapi di lapangan, dilakukan secara manual sehingga pengerjaan proyek itu tidak selesai tepat waktu.
“apakah ada konsekuensi ketika ada perubahan spesifikasi teknis dalam pengerjaan proyek tersebut.
karena dalam perencanaan, pengerjaan proyek tersebut menggunakan sistem jacking.
dan anggaran yang dikeluarkan untuk proyek itu cukup besar rp 39 miliar,” katanya.
kepala dpu kota malang, jarot edi sulistiyono, mengatakan, pengerjaan proyek tersebut sudah selesai, sementara aktivitas pekerja di lokasi hanya melakukan pembersihan.
dpu juga masih melakukan pengecekan hasil pekerjaan proyek tersebut.
“sekarang kami melihat hasilnya seperti apa.
apakah gorong-gorong tersebut dapat difungsikan apa tidak.
kami lebih mengutamakan pemanfaatan proyek tersebut.
sebab kalau dibangun tetapi tidak bisa dimanfaatkan malah akan jadi monument,” katanya.
perlu diketahui, proyek gorong-gorong tersebut sepanjang 1.
300 meter mulai dari jl bondowoso-jl tidar-kali metro, dibangun sejak 2013 dengan biaya rp 39 miliar.
pengerjaan proyek gorong-goron untuk jl bondowoso yang panjangnya sekitar 300 meter dilakukan dengan cara konvensional.
sedangkan pengerjaan proyek mulai jl tidar sampai kali metro yang seharusnya menggunakan sistem jacking ditargetkan selesai desember 2013.
tetapi molor hingga mei 2014.
dpu sudah memberi perpanjangan dua kali kepada rekanan, pertama 90 hari dan kedua selama 50 hari.
perpanjangan kedua dimulai sejak 1 april dan berakhir 20 mei 2014.
dalam perpanjangan kedua ini diterapkan denda kepada rekanan namun pada tenggat waktu yang ditentukan pekerjaan proyek belum selesai seratus persen.
dalam perpres nomor 70 tahun 2012 tentang pengadaan barang dan jasa, seharusnya rekanan mendapatkan sanksi jika tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pada perpanjangan kedua, yaitu pemutusan kontrak, blacklist, pengembalian uang jaminan proyek dan pengembalian uang muka proyek.




terkait#jacking, tidar, dikerjakan, secara, manual

baca juga



drainase frontage road depan maspion iii mulai dikerjakan


185 soal tpa dikerjakan dua jam


siswa bisa daftar ppdb di surabaya-sidoarjo secara bersamaan


persela dan alfredo deal secara lisan


soal penerimaan gaji, separo pegawai pilih manual





penulis: samsul hadi

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.