Halaman

Jumat, 14 Maret 2014

Nelayan di Muncar Tangkap Semua Hiu, Kecuali Hiu Tutul




Nelayan di Muncar Tangkap Semua Hiu, Kecuali Hiu Tutul
Nelayan di Muncar Tangkap Semua Hiu, Kecuali Hiu Tutul






surya online, banyuwangi - butuh waktu sampai 15 hari untuk perburuan hiu.
kelompok mispan biasanya menyisir  perairan kalimantan dan sulawesi.

beberapa  kelompok ada yang memilih samudera hindia, tepatnya perairan perbatasan dengan  dengan australia.

satu kali perburuan, mispan harus menyiapkan bahan bakar berupa solar 40 jeriken, yang masing-masing berisi 33 liter.

bekal lainnya bahan makan dan sembako.
tak lupa tali pancing sepanjang 1 kilometer.

total  dana  untuk sekali perburuan itu mencapai rp 15 juta.

dalam bahasa nelayan muncar, hiu disebut mungsing.
berbagai jenis hiu juga memiliki sebutan khas mereka.

misalnya, mungsing tengiri (hiu mako/isurus paucus), hiu jaran (hiu harimau/galeocerdo cuvier), hiu lancur (hiu threser/alopias vulpinus), hiu kejen/hiu spadenose (scoliodon laticaudus).

lalu ada hiu caping (hiu martil besar/sphyrna mokarran) dan hiu monas (hemipristis elongate).
cuma hiu tutul yang dihindari.

mispan mengaku pernah mendapatkan hiu seberat 500 kilogram.
hiu sebesar itu, merupakan rekor pribadi.

mispan mengingat-ingat, hiu raksasa itu berjenis hiu harimau atau hiu putih.
”besar sekali hiu itu,” ujarnya.

semua perlengkapan melaut mispan masih tradisional.
dia bahkan tidak memiliki alat komunikasi berupa radio panggil atau gps untuk mengetahui posisi kapal.
semuanya serba insting.

dijelaskan, harga hiu di pasar dalam negeri cenderung terus turun.
ini berbeda dengan pasar luar negeri  yang tetap stabil.

pasar ekspor inilah yang membuat mispan bertahan berburu hiu.
dalam setahun masa berburu, paling banyak mispan bisa melaut sampai enam kali.

sekali perburuan, rata-rata dia mendapatkan ikan hiu dengan berat total 3 ton-5 ton.

mispan tidak  khawatir hasil buruannya tidak laku.
ia memiliki adik kandung yang menampung hiu dan mantaray.

adik kandungnya yang lain bahkan memiliki usaha ekspor impor dan rumah makan berbasis hiu.

”jadi, kami tinggal cari ikan saja.
untuk pemasaran sudah ada yang memikirkan,” ujarnya.
(idl/ben)




terkait    #satwa

berita terkait: liputan khusus perdagangan satwa lindung



mei-agustus, masa berburu ikan hiu di banyuwangi


menu sirip hiu dibandrol rp 1,7 juta per porsi


predator berakhir di meja saji


intimidasi tak halangi jalur penyelamatan satwa dan lingkungan


lindungi satwa meski dikejar-kejar mafia






editor: titis jati permata

sumber: surya cetak






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.