| Mei-Agustus, Masa Berburu Ikan Hiu di Banyuwangi |
surya online, surabaya - pasokan hiu untuk restoran berasal dari perairan jatim dan indonesia timur.
di jatim, banyuwangi menjadi salah satu sentra penghasil.
surya menemui sejumlah nelayan muncar, banyuwangi, yang biasa berburu hiu, awal pekan lalu.
di sini, ada juga pengepul hiu.
surya bertemu mispan nelayan pemburu hiu.
pagi itu, mispan dan anak buahnya suparno, sedang beristirahat di warung dekat gudang pengepul hiu.
awalnya, surya mencari sholeh yang dikenal sebagai juragan dan pengepul hiu.
sholeh ternyata adik kandung mispan.
keluarga ini sudah 20 tahun bergulat dengan hiu.
mispan menjelaskan gamblang bagaimana dia dan adik-adiknya mengeluti bisnis perdagangan hiu.
”saya yang mencari ikan hiu di laut lepas, kemudian dua adik saya lainnya jadi pengepul sekaligus yang mengirim sirip dan bagian hiu lainnya ke luar negeri.
kalau kata dia kirimnya ke amerika serikat,” ujar mispan sembari menyeruput kopi.
saat ini, mispan dan lima awak perahunya masih istirahat, karena belum memasuki masa tangkap hiu.
menurutnya, masa paling tepat berburu raja samudera itu antara mei-agustus.
sembari menunggu ’musim panen’ tiba, mispan berburu ikan jenis lain.
”kami akan tangkap ikan renget di perairan bali,” katanya.
mispan menjadi nelayan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
lulus sd, ia tidak melanjutkan.
dia memilih hidup sebagai nelayan.
ilmu melautnya didapat dari pengalaman dan insting yang diajarkan turun-temurun.
bicara soal hiu, mispan mengaku hafal betul perilaku karnivora laut itu.
semuanya didapat dari pengalaman dan pelajaran secara turun-temurun.
tidak ada buku ilmiah yang menjadi bahan bacaan.
”semua jenis hiu memiliki tingkah berbeda,” ujarnya.
(ben/idl)
terkait    #satwa
berita terkait: liputan khusus perdagangan satwa lindung
menu sirip hiu dibandrol rp 1,7 juta per porsi
predator berakhir di meja saji
intimidasi tak halangi jalur penyelamatan satwa dan lingkungan
lindungi satwa meski dikejar-kejar mafia
perketat akses taman nasional
editor: titis jati permata
sumber: surya cetak
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.