Halaman

Minggu, 09 Maret 2014

Belajar Asyik dengan Amtsilati




Belajar Asyik dengan Amtsilati
Belajar Asyik dengan Amtsilati






oleh : akhmad kanzul fikriguru di smp itma al-aqobah jombangdiegoforlan927@gmail.
comsebanyak 90 santri di pesantren bahrul ulum, jombang tampak antusiasketika mengikuti pelatihan amtsilati yang dilaksanakan ponpes al-aqobah, selasa (24/2).
acara tersebut untuk mengenalkan metode akseleratif dalam memahami kitab kuning, yang masih cukup sulit dipelajari santri.
metode amtsilati mengajarkan bahwa belajar ilmu agama yang bersumber dari kitab klasik itu menyenangkan, mudah dan sangat asyik dikaji bersama.
dalam dunia pesantren, santri dituntut menguasai literasi kitab kuning dengan baik.
dengan mempelajarinyasantri diharapkan bisa membuka cakrawala ilmu pengetahuan agama yang bersumber dari buku-buku berbahasa arab.
nah, dalam perkembangannnya, ilmu nahwu (tata bahasa arab) yang menjadi persyaratan mutlak, justru jadi kendala para santri.
ilmu nahwu dipandang sebagai disiplin ilmu yang ruwet dan butuh waktu lama untuk dipelajari dengan benar.
namun kekhawatiran tersebut bisa dipecahkan dengan metode belajar amstilati.
metode akseleratif ini dikarang kh taufiqul hakim dari jepara.
kitab ringkas metode belajar amtsilati terdiri dari lima jilid, ringkasan alfiyah beserta rumusan kaidah.
jika diamati, kendala klasik dipesantren adalah santri dituntut menguasai ilmu agama dan umum secara bersamaan semaksimal mungkin, serta waktu kegiatan superpadat.
sehingga, bila terjadi mismanagement, akan terjadi tumpang tindih materi pelajaran antara pesantren dan sekolahan.
akibatnya, santri berada dipersimpangan jalan, ilmu agama tidak begitu menguasai, pun ilmu umum disekolah kurang maksimal.
karena kondisi santri sekarang sangat jauh berbeda dengan santri zaman dahulu, yang bisa nyantri hingga puluhan tahun, santri pada masa kini harus selesai ilmu agama dan umum dalam waktu yang relatif singkat, yakni tiga hingga enam tahun.
di sinilah tantangan pesantren menjawab kebutuhan akan cepatnya perkembangan zaman dan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan.
bila tak ada solusi, pesantren akan tertinggal.
 metode amtislati menegaskan bahwa tak ada alasan untuk tidak bisa membaca kitab kuning.
praktisnya, bila metode ilmu nahwu umumnya dipelajari tiga hingga enam tahun, dengan metode amtsilati cukup tiga hingga enam bulan, plus hafal bait-bait syi’ir alfiyah (kitab monumental tentang ilmu nahwu).
adanya solusi pembelajaran akseleratif ini santri diharap mampu menjadi lentera saat kembali ke kampung halaman masing-masing, mampu memecah problem sosial di tengah masyarakat.
semoga !





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.