surya online, surabaya-tantangan yang makin berat dan persaingan yang ketat memunculkan pergeseran di bisnis air minum dalam kemasan (amdk).
beberapa pelaku usaha di bidang ini terpaksa gulung tikar karena tidak mampu bertahan.
di sisi lain banyak juga pelaku usaha yang memilih merger dengan perusahaan lain.
asosiasi perusahaan air minum dalam kemasan indonesia (aspadin) jatim menyebut sejumlah penggabungan usaha dari beberapa produsen untuk merek amdk tertentu mulai berlangsung tahun ini.
perusahaan dengan merek dagang, club, menjadi salah satu produsen yang dipastikan memiliki komposisi kepemilikan usaha yang berbeda tahun ini.
selain club, beberapa produsen produk amdk juga melakukan penggabungan.
di antaranya produsen produk jc dengan siantar top dan produsen produk minuman merek salam.
ketua aspadin dpd jatim, andreas tikno mengatakan ada beberapa faktor yang mendorong pemegagng merek amdk melakukan merger atau diakuisisi oleh perusahaan lain.
salah satu faktor utama adalah semakin beratnya persaingan dan biaya operasional industri amdk.
“beberapa perusahaan memilih merger untuk mempertahankan usahanya, tapi ada juga yang ingin mengembangkan usahanya, jadi perlu bergabung dengan perusahaan yang lebih besar,” ujar andreas, jumat (7/2/2014).
ia menambahkan, kondisi persaingan yang berat setidaknya sudah membuat sekitar 10 perusahaan amdk di jatim gulung tikar.
andreas yang juga sebagai direktur pemasaran club membenarkan adanya akuisisi oleh pt indofood cbp sukses makmur tbk (icbp).
“pembicaraan sudah dilakukan sejak oktober (2013) dan sekarang sudah mulai dijalankan,” ujar andreas.
ia menjelaskan penggabungan pengelolaan club dengan icbp tidak terlepas dari upaya untuk mengembangkan ekspansi club.
“indofood bisa jadi melihat bisnis minuman ini sangat potensial dan ingin ikut ambil bagian, dan kami perlu rekanan untuk mengembangkan diri menjadi brand nasional,” terangnya.
andreas menyebut, produk amdk dengan brand lokal masih sulit menembus pasar nasional.
menurutnya, sebauah brand lokal rata-rata hanya mampu menmbus pasar satu atau dua provinsi saja.
karenanya, club yang selama ini dikenal besar di surabaya kini mencoba membuka pasar dengan dukungan sebuah perusahaan multinasional.
baca juga
disperindag : amdk cukup naik harga 7 persen
penulis: dyan rekohadi
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.