| 80 Persen Saluran Irigasi Kabupaten Madiun Mengalami Kerusakan |
surya online, madiun-kerusakan pada bangunan saluran irigasi yang ada di wilayah kabupaten madiun cukup tinggi.
pasalnya, dari sepanjang 4.
638 meter saluran irigasi tersier yang ditangani dinas pekerjaan umum (pu) pengairan pemkab madiun, tercatat ada kerusakan saluran irigasi mencapai 80 persen dari jumlah total panjang saluran itu.
kondisi kerusakan parah saluran irigasi ini terungkap dalam hearing kepala dinas pu pengairan pemkab madiun, rm hekso setyo raharjo dengan jajaran pimpina dan anggota komisi d dprd kabupaten madiun yang sempat batal 2 kali 2 pekan kemarin.
ketua komisi d dprd kabupaten madiun, sarwo edi mengatakan jika saluran irigasi itu penting untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian petani.
oleh karenanya, pihaknya meminta dinas pu pengairan secepatnya memerbaiki saluran irigasi yang sudah rusak mencapai separoh lebih itu.
"kami menanyakan berbagai upaya dan langkah dinas pu pengairan untuk meminimalisir kerusakan-kerusakan saluran irigasi itu.
jika ada apakah ada upaya perbaikan dilaksanakan tahun ini karena itu penting bagi petani," terangnya kepada surya, jumat (7/2/2014) usai rapat dengar pendapat (rdp) di gedung dprd kabupaten madiun.
selain itu, politisi pdip ini menanyakan perencanaan proses lelang sejumlah proyek yang bakal dilaksanakan dinas pu pengairan tahun 2014 ini.
dia meminta, agar kepala dinas pu pengairan yang baru dilantik itu, tidak melaksanakan lelang di akhir tahun.
"dia (kepala dinas pu pengairan) memiliki banyak pengalaman saat masih menjabat kepala administrasi pembangunan (adbang).
kami minta lelang dilakasanakan di awal tahun agar penyerapan tidak terjadi pada akhir tahun anggaran.
kami minta ada terobosan itu," paparnya.
sedangkan sekretaris komisi d dprd kabupaten madiun, prita savitri menanyakan penanganan plengsengan sungai glonggong di desa ketawang, kecamatan dolopo, kabupaten madiun.
kondisi plengsengan yang ambrol bulan kemarin itu, sudah semakin parah dan membutuh pembenahan agar tidak merembat ke jembatan penghubung antara kecamatan dolopo dan kebonsari, kabupaten madiun itu.
"kami minta dinas menjelaskan semua rencana perbaikan plengsengan yang ambrol 2 kali itu.
apa bisa diperbaiki dan ditangani tahun ini," tegasnya.
sementara menanggapi pertanyaan itu, kepala dinas pu pengairan, rm hekso setyo raharjo menegaskan pihaknya sudah berupaya memperbaiki saluran irigasi yang mengalami kerusakan.
rencananya, ada 46 paket pekerjaan rehab maupun pembangunan saluran irigasi di 2014.
saat ini, kata hekso, perencanaan lelang paket pekerjaan sudah mencapai 90 persen.
"rencananya beberapa paket mulai dilelang 14 februari 2014 mendatang.
kami laksanakan lelang lebih awal karena pak sekda sudah meminta kami pekerjaan proyek fisik harus dilelang lebih awal dan dikerjakan selesai maksimal oktober," paparnya.
selain itu, hekso berencana mengalokasi anggaran perbaikan rutin saluran irigasi di dinas pu pengairan.
alasannya, selama ini dinas pu pengairan, tidak pernah memiliki anggaran untuk perbaikan rutin setiap tahun sebelum dirinya menjabat kepala dinas pu pengairan.
"selama ini kami akui pengairan tidak memiliki anggaran perbaikan rutin itu.
rencananya dalam apbd perubahan, kami mengajukan anggaran perbaikan rutin sekitar rp 2 miliar.
jika di setujui maka akan kami lanjutkan dengan alokasi anggaran pemeliharaan rutin," urainya.
sedangkan mengenai perbaikan plengsengana sungai glonggong, di desa ketawang, kecamatan dolopo yang berdekatan dengan rumah bupati madiun, kata hekso sudah disurvei ke lokasi dan hasilnya sudah dikonsultasikan.
hasilnya, sifat air yang mengalir di sungai glonggong ada pertemuan dua sungai dan memiliki aliran arus cukup deras hingga memicu plengsengan muda ambrol.
"hasil survei lapangan dan analisa kemarin seperti itu.
kalau perbaikan menunggu persetujuan penegak hukum lantaran plengsengan itu dulunya bermasalah hukum," pungkas mantan kepala adbang pemkab madiun ini.
baca juga
dinas pengairan bangun 330 saluran irigasi
penulis: sudarmawan
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.