surya online, surabaya - investor pembangunan pasar turi surabaya memastikan belum bisa menyerahkan stan mulai februari 2014.
pasalnya, hingga sekarang proses pembangunan pasar turi belum selesai 100 persen, terutama menyangkut fasilitas pendukung seperti area parkir, pengolah limbah, dan lainnya.
direktur operasional pt gala bumi perkasa, santoso mengatakan, penyerahan stan pasar turi paling cepat akan mulai april 2014.
artinya, terjadi kemoloran penyerahan sekitar dua bulan dari yang ditargetkan dalam kesepakatan.
"kemoloran itu bukanlah pelanggaran karena ada base program 50 hari dari target dan itu yang kita ambil untuk menyelesaikan pembangunan secara menyeluruh," kata santoso, minggu (26/1/2014).
di samping itu, dikatakan santoso, ada sejumlah persoalan terkait izin impor sejumlah bahan bangunan pasar turi, terutama bahan granit dari china belum mendapat izin masuk dari bea cukai.
padahal, bahan granit tersebut sangat dibutuhkan untuk finishing bangunan pasar turi.
"kendala seperti itu di luar prediksi sehingga kita saat ini terus berupaya agar bahan bangunan impor itu bisa segera dapat izin masuk," tandas santoso.
oleh karena itu, ungkap santoso, pihaknya telah berbicara dengan para pedagang pasar turi soal kendala-kendala yang terjadi, sehingga penyelesaian pembangunan pasar turi mengalami kemoloran.
karena bagaimanapun, jika dipaksakan pembangunan selesai sesuai perjanjian maka akan cukup rawan dari segi kualitas.
apalagi pedagang menginginkan pembangunan pasar turi harus selesai seluruhnya baru mereka bersedia menempati dan mulai membuka stan jualan.
"atas berbagai pertimbangan dan demi keamanan itulah maka kita baru akan bisa mulai menyerahkan stan pada pedagang mulai april nanti," tutur santoso.
terkait    #pembangunan pasar turi molor, surabaya
baca juga
mantan pejabat rutan medaeng dilimpahkan ke kejari surabaya
judi di tps sampah dtc digerebek polisi
jambret apes, terjatuh dari motor dikeroyok warga
mpr minta mahasiswa jaga pancasila
satpol pp siap intensifkan patroli di sekitar kbs
penulis: ahmad amru muiz
editor: parmin
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.