Halaman

Senin, 27 Januari 2014

Kakek 66 Tahun Ikut Mencari di Gua Maling









surya online, batu - widodo (66), warga jl plaosan barat no 44 kota malang ikut mencari dua mahasiswa stiesia surabaya, alif hazen r (23) dan dian meitami (19) yang hilang di kawasan gunung welirang sejak minggu (19/1/2014).

widodo berangkat mencari mahasiswa itu bersama anaknya, bayu, dan tiga personel pemadam kebakaran (pmk) kota batu.
mereka mendaki mulai minggu (26/1/2014) pagi dengan bekal seadanya.
hingga sore, widodo belum kembali turun ke pos tahura sumberbrantas.

lelaki yang sudah 73 kali mendaki gunung welirang itu menduga, dua mahasiswa itu berada di lokasi yang berbentuk kawah mati.
di situ ada tikungan dan terdapat gua maling.
mereka akan menyusuri kawasan tersebut selama satu  jam seperempat.

“di sana ada sabana kecil, kurang lebih seluas 100 meter per segi dan terdapat jalur mengangga lebar, tapi jalur itu bukan jalur pendakian.
pada 17 agustus lalu, kami menemukan orang hilang di sana.
waktu itu dia terperosok di jalur lebar.
jalur lebar ini sebenarnya bekas hewan terperosok.
kami akan mencari di sana,” terang widodo, minggu (26/1/2014).

widodo mengaku mendaki gunung welirang pertamakali pada 1965.
meski usianya sudah 66 tahun, namun, kesenangannya terhadap alam dan mendaki gunung tidak membuatnya terganggu.
keberangkatannya ikut melibatkan diri membantu mencari karena merasa prihatin, apalagi sudah hari ke delapan belum ditemukan.

“mengingat sekarang tanggal 26, mudah-mudahan mereka diberi kekuatan dan kami bisa menemukan, serta bisa membawa pulang dengan keadaan baik.
saya berharap keluarga berdoa supaya kami diberi jalan terang menemukan mereka,” harapnya.

cuaca di kawasan gunung welirang sepekan ini selalu turun hujan dan kabut.
baru sekitar tiga hari ini cuaca lumayan terang.
dengan kondisi cuaca seperti itu, widodo berharap, tuhan memberi kekuatan kepada mereak.
“saya punya satu titik.
mudah-mudahan bisa ditemukan dengan selamat,” ujarnya.

kepada pendaki pemula, lelaki ini berpesan ketika naik gunung atau masuk hutan supaya didampingi orang yang berpengalaman dan mengetahui seluk beluk kawasan tersebut.
tanpa dampingan itu, mereka akan menjadi korban berikutnya.

“tolong, bagi orang tua jangan terlalu mudah mengijinkan anak-anaknya yang masih mahasiswa, sma, atau pendaki penggembira naik gunung.
karena masuk hutan tidak seperti yang dibayangkan mereka,” pesannya.

anggota pmi kota batu, devita mengatakan, hingga sore dua mahasiswa itu belum ditemukan.
minggu pagi, pencarian diteruskan.
tim sar, relawan, dan petugas tahura menyisir ke barat arah welirang.
sedangkan relawan yang sudah beberapa hari di atas, tadi turun ke pos tahura.

“kami belum dapat kabar kapan pencarian dihentikan.
kemungkinan kami akan siaga sampai nanti malam,” ujar devita.




terkait    #kakek 66 tahun ikut mencari, mahasiswa stiesia hi

berita terkait: mahasiswa stiesia hilang di gunung



alif dan dian naik, badai datang


sabtu pencarian dihentikan


pencarian pendaki stiesia dihentikan


inilah alamat dua pendaki yang hilang


dua pendaki hanya bawa kamera dan air





penulis: iksan fauzi

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.