Halaman

Rabu, 15 Januari 2014

Butuh Blue Print Desain Industri









surya online, surabaya – pengamat ekonomi ferry latuhihin menilai, arah pembangunan industri nasional masih belum cukup jelas.
ketiadaan blue print desain industri untuk pemetaan keunggulan komparatif, menyebabkan hal tersebut.
pemerhati ekonomi yang pernah menjadi chief economist bii dan chief financial analyst danareksa ini menyebutkan, meskipun pemerintah pusat belum memiliki blue print tersebut, jawa timur bisa melakukan terobosan dengan membuat blue print sendiri untuk memetakan keunggulan komparatif jawa timur.
.
“jawa timur mestinya bisa membuat blue print industrial design yang tidak bisa dikerjakan oleh pusat.
apalagi jatim ini jadi pintu gerbang indonesia timur sehingga harus jadi pusat finansial bagi kawasan timur,” ucap ferry di surabaya, rabu (15/1/2014).
“jawa timur juga ada potensi yang belum digarap secara maksimal seperti pertanian dan ukm.
di sektor pertanian harus ada modernisasi, sedangkan di sektor ukm harus didorong terus agar bankable,” tambahnya.
untuk membentuk blue print desain industri jawa timur ini, ferry bilang, mesti ada sinergi antara kadin (kamar dagang dan industri), bappeda (badan perencanaan dan pembangunan daerah), serta perbankan.
“tetapi kuncinya harus dihilangkan hambatan­hambatan politik.
jangan sampai ada yang pihak­pihak yang tersandera politik,” pungkasnya.



terkait    #butuh blue print desain industri

penulis: eben haezer panca

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.