Halaman

Sabtu, 03 Agustus 2013

Ditemukan 86 Kawasan Rawan Kriminal









surya online, malang - polres malang kota mengidentifikasi kerawanan selama masa operasi ketupat semeru 2013, dimana ditemukan ada 86 titik rawan kejahatan yang harus mendapat perhatian ekstra selama masa mudik dan balik lebaran.
menurut kapolres malang kota, akbp totok suharyanto, wilayah tersebut sebagain besar rawan terhadap pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
di kecamatan lowokwaru ada 54 lokasi, kecamatan blimbing 16, kecamatan sukun 6, kedungkandang 5 dan kecamatan klojen 3.
"jadi kalau ditotal, ada 86 titik rawan curanmor di seluruh kota malang," terangnya, jumat (2/8/2013).
sementara dua lokasi lainnya merupakan kawasan yang rawan pencurian dengan kekerasan, yaitu sawojajar dan jalan sulfat.
untuk mengantisipasi kejahatan selama masa mudik dan balik lebaran, lanjut totok, tidak ada polisi yang libur.
personil yang ada disiapkan untuk terus bersiaga.
“saya tegaskan, tidak ada polisi yang libur selama lebaran.
semua akan bertugas menyukseskan operasi ketupat semeru 2013,” ujar totok.
untuk pengawasan wilayah rawan tersebut polres malang kota telah membentuk tim patroli.
setiap hari minimal ada 12 wilayah rawan yang disambangi tim patroli.
selain itu ada tim khusus dari satreskrim yang diplot khusus di wilayah tersebut.
mereka dilengkapi senjata khusus untuk menindak pelaku kejahatan secara proporsional dan terukur.
“setiap anggota kami dilengkapi dengan sop untuk menindak prosedural, proporsional dan terukur.
kalau harus ditembak ya ditembak,” sambungnya.
untuk lebih memudahkan pemberantasan kejahatan, polres malang kota membuat plot khusus satuan reskrim dalam tiga tim.
masing-masing untuk tim curanmor, tim pencurian dengan kekerasan (curas) dan tim pencurian dengan pemberatan (curat).
pembagian ini agar setiap tim lebih fokus dan menjadikan mereka ahli di bidangnya.
“setiap tim biar bekerja lebih fokus pada bidangnya.
harapannya semakin banyak kejahatan yang bisa dicegah dan diberantas,” ucapnya.
sedangkan untuk pengamanan rumah kosong, polres malang kota telah bekerja sama dengan para satpam.
mereka diberi pemahaman untuk melakukan identifikasi warga dan kendaraan apa saja yang dimiliki.
harapannya setiap kedatangan orang asing bisa lekas terdeteksi pada satpam.
“dari kendaraannya saja satpam bisa tahu, yang datang orang asing atau warga setempat.
karena mereka punya data semua kendaraan milik warga,” pungkasnya.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.