surya online, gresik - devition manager of general administrasi pt smelting syaiful bahri, akhirnya buka suara terkait tragedi kebocoran gas sulfur dioksida (so2) yang menimpa warga desa roomo, kecamatan manyar, gresik pada minggu (7/7/2013).
syaiful memaparkan, saat kejadian musibah so2 pt smelting dalam produksi secara normal, sehingga tidak ada manajemen di tempat produksi.
saat kejadian tersebut datang mayarakat bermotor masuk ke area produksi untuk mengetahui dugaan kebocoran gas so2.
"saya datang ke pabrik melalui pintu depan, tapi warga menutup pintu gerbang, kemudian saya mencoba masuk lewat belakang juga ditutup.
akhirnya saya dipaksa untuk menandatangani pernyataan bahwa kebocoran dari pt smelting," kata syaiful, di balai wartawan, jumat (2/8/2013).
pada tanggal 8 juli 2013, katanya, manajemen pt smelting akan ke warga desa roomo, untuk menjelaskan permasalahan tersebut, tapi warga langsung menyodorkan 12 item kompensasi.
"karena di balai desa roomo kami diancam bahwa warga akan melakukan sweeping, maka kami sangat ketakutan, sebab jika perusahaan meledak bisa terjadi kerugian besar," tambah syaiful.
pimpinan pt smelting di jakarta akhirnya tetap akan memberikan uang donasi ke warga desa roomo, sebesar rp 2,5 miliar.
"bahwa sebagai etika baik terhadap masyarakat desa roomo, dalam rangka hari besar keagamaan memberikan donasi rp 2,5 miliar kepada desa roomo, kecamatan manyar, gresik, yang mana mekanisme donasinya akan kami koordinasikan dengan pemerintah kabupaten gresik, bupati, wakil bupati, kapolres gresik," jelas syaiful.
syaiful bachri mengaku, beberapa rekaman alat petunjuk arah angin, yang ada di pt semlting dan dikuatkan hasil tim labfor polda jatim bahwa kebocoran gas so2 tidak dari pt smelting.
"insiden kemarin bukan dari pt smelting," tandasnya.
di sekitar pabrik pt smelting, ada dua perusahaan yang memproduksi gas so2, pt smelting dan pt petrokimia gresik.
"jadi dua-duanya harus sama-sama diperiksa dong," imbuhnya.
bencana kebocoran gas so2 yang diderita warga desa roomo, kecamatan manyar, gresik ini berawal saat warga banyak yang pingsan, sesak nafas, dan muntah-muntah karena menghirup gas so2 pada minggu (7/7/2013).
sebanyak 60 warga desa roomo dilarikan dan dievakuasi ke rs dan gor pt petrokimia gresik.
dari kebocoran gas itu, warga desa roomo, meminta kompensasi ke pt smelting sebesar rp 10 miliar tapi oleh manajemen pt smelting ditawar hanya rp 8 miliar.
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.