Halaman

Tampilkan postingan dengan label Tinggal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tinggal. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2013

Warga Pemblokir Jalan di Jakarta Minta Diberi Lahan Tinggal








jakarta - perwakilan warga madura di jakarta  h mukhlis mengatakan, harapan masyarakat kampung sumur yang menolak penggusuran adalah diberi lahan untuk tempat tinggal dan usaha.
"intinya kami hanya mohon lahan dari 9,5 hektar yang ada disana karena memang kami tahu tanah itu belum jelas kepemilikannya," kata mukhlis di jakarta, sabtu (18/5/2013).
mukhlis menjelaskan, mereka sudah menempati lahan tersebut selama sekitar 32 tahun dan bukan hanya warga madura tapi juga dari berbagai suku tinggal disana.
    "jadi jangan asal klaim kalau ada bukti silakan tunjukkan kepada kami, kami siap diajak berbicara," tambah mukhlis.
    menurut dia, warga sudah pernah duduk bersama dengan pihak pt gck yang mengklaim tanah, tapi tidak menghasilkan kesepakatan.
sekitar dua bulan terakhir dikeluarkan imbauan dari wali kota jakarta timur untuk mengeksekusi lahan dengan menggusur warga, namun diprotes warga.
    puncak protes warga  melakukan aksi pemblokiran jalan gusti ngurah rai dengan memalang jalan dengan mobil yang bannya dikempeskan, sabtu (18/5/2013) sekitar pukul 7.
30 wib.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 20 April 2013

Tasripin Canggung Tinggal di Hotel




Tasripin Canggung Tinggal di Hotel
Tasripin Canggung Tinggal di Hotel





purwokerto - empat bocah kecil tampak canggung ketika baru memasuki hotel wisata niaga di purwokerto, kabupaten banyumas, rabu (17/4/2013).
mereka baru pertama kali menginjakkan kaki di hotel.
kendati demikian, tasripin (12), dandi (7), riyanti (6), dan daryo terlihat gembira karena bisa menginap di hotel.
tasripin dan adik-adiknya "diungsikan" karena rumah mereka sedang direhab.
rumah kayu ukuran 5x6 meter itu ada di dusun pesawahan, desa gunung lurah, kecamatan cilongok, banyumas.
anggota tni komando resor militer 071 wijayakusuma dan komando distrik militer 0701 banyumas mulai kamis (18/4/2013) memperbaiki rumah tersebut.
kediaman tasripin dan adik-adiknya itu terdiri atas tiga ruangan, yakni ruang tamu, ruang tidur, dan dapur.
mereka berempat tinggal sendirian di rumah itu karena sang ibu, sutinah (37) meninggal dunia dua tahun lalu akibat tertimpa batu saat menjadi buruh penambang pasir di desanya.
sementara sang ayah, kuswito (41), bersama anak sulungnya, natim (21), pergi ke kalimantan untuk bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit sejak lima bulan lalu.
meskipun setiap bulannya kuswito selalu mengirimkan uang sebesar rp 500 ribu hingga rp 600 ribu untuk tasripin dan adik-adiknya, uang tersebut tidak mencukupi kebutuhan mereka berempat.
"uang yang dikirim bapak langsung saya gunakan untuk membayar utang di warung.
kebetulan ada warung yang bersedia memberi pinjaman dahulu, seperti beras sebanyak 15 kilogram untuk kebutuhan seminggu dan bumbu dapur," kata tasripin.
kalau uang itu masih tersisa, kata dia, digunakan untuk membeli sayuran.
namun, jika habis, terpaksa makan nasi campur garam.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com