Halaman

Tampilkan postingan dengan label Serangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Juni 2013

FFC Sidoarjo Andalkan Serangan Balik








surabaya - sukses diraih ffc sidoarjo saat menghadapi m88 united dalam laga divisi i lfa jatim iv, di gool futsal mangga dua surabaya, sabtu (15/6/2013) malam.
berpredikat sebagai tim promosi, ffc percaya diri meladeni permainan m88.
ffc sukses membekuk m88 dengan skor 5-2.
lima gol ffc masing-masing dicetak fathan apriyatno (hat-trick), david joko, dan ardiansyah.
sedangkan dua gol m88 dicetak oleh arif dan bramantyo.
kemenangan ffc atas m88 ini juga sukses melanjutkan trend posistif di pekan lalu dengan menekuk al irsyad 4-2.
manajer ffc sidoarjo, giyantona, mengakui, sangat berat untuk bisa mengalahkan m88 di pekan ini.
pasalnya, m88 bermain sangat rapat dalam lini pertahanannya.
maklum, sejauh ini, m88 memang masyur dengan pertahanan grendel yang diperagakannya.
"pertahanan m88 sangat kokoh, rapat, dan disiplin.
kami sulit menembusnya.
namun, berkat kesabaran dan keuletan pemain, akhirnya ffc bisa memenangi laga ini," tegas giyantona, usai pertandingan.
dijelaskan mr gie, sapaan akrab giyantona, untuk mengantisipasi pertahanan grendel m88 yang solid, ffc melawannya dengan serangan balik.
ffc menunggu m88 keluar dari sarangnya di daerah pertahanan, begitu memasuki daerah ffc, anak-anak ffc melakukan tekanan untuk merebut bola.
perebutan bola sukses ffc langsung melakukan serangan balik yang cepat.
"kami mengandalkan serangan balik yang cepat.
dari sinilah lima gol sukses kami petik ke gawang m88.
lima gol ini sudah sepantasnya buat kami," kata mr gie.
ditambahkan gie, kekurangan dalam laga melawan m88 adalah ffc lengah dalam mengantisipasi servis bola mati dari lawan.
satu dari dua gol yang dicetak m88, terjadi dari servis tendangan bebas.
"antisipasi servis tendangan bebas masih lemah.
ke depan anak-anak harus bisa memperbaikinya," imbuhnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 25 Mei 2013

Taliban Lancarkan Serangan di Kabul








kabul - ledakan-ledakan dan bunyi tembakan terjadi di pusat kota kabul ketika gerilyawan taliban melancarkan serangan dekat fasilitas intelejen afghanistan dan markas besar pasukan pemerintah yang melindungi perusahaan-perusahaan asing, jumat (24/5/2013).
taliban mengumumkan ofensif semi tiap 27 april, membuka periode krusial, sementara pasukan keamanan lokal memimpin dalam pertempuran melawan para pemberontak.
        sedikitnya dua ledakan melanda pusat kota kabul, sekitar pukul 16.
00 (pukul 18.
30 wib), jumat (24/5/2013), dan bunyi tembakan terdengar ketika pasukan keamanan bergerak ke tempat kejadian.
        juru bicara kepolisian kabul hashmatullah stanikzai mengatakan, ledakan terjadi dekat rumah sakit yang dikelola bandan intelejen nds dan markas besar pasukan pelindung publik afghanistan (appf), satu pasukan pemerintah yang menyediakan keamanan bagi klien termasuk perusahaan internasional, konvoi pasokan dan kelompok-kelompok bantuan.
"ledakan itu keras sehingga saya terpental dari kursi, beberapa menit kemudian ada ledakan lagi.
asap membubung dan bunyi tembakan terus terdengar," kata jawed kazem, seorang penjaga toko.
      juru bicara taliban zabiullah mujahid mengatakan kepada afp, kelompoknya bertanggungjawab dan serangan itu diawali satu pemboman mobil bunuh diri.
        "sekelompok mujahidin lain yang bersenjata berat dan ringan kemudian mengambil posisi dalam satu gedung dan melepaskan tembakan ke beberapa sasaran termasuk satu gedung yang digunakan orang asing dan anggota dinas mata-mata," katanya.
       
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 17 Mei 2013

Hadapi Persiwa, RD Tekankan Faktor Serangan








malang - pelatih arema cronous, rahmad darmawan (rd) menekankan dua hal penting bagi anak asuhnya saat menjamu persiwa wamena di stadion kanjuruhan, sabtu (18/5/2013) malam.
penekanan ini berdasarkan pengamatan rd saat persiwa menantang gresik united beberapa waktu lalu.
rd menggambarkan persiwa bermain nothing to lose dalam laga yang berakhir kekalahan 1-0 tersebut.
"mereka bermain sangat enjoy dan lepas.
meski mendapat tekanan dari gresik united, permainannya tetap efektif," kata rd, jumat (17/5/2013).
pelatih asal metro lampung ini yakin subangkit akan merubah skema permainan saat menantang arema cronous nanti.
tapi pola permainannya tidak akan jauh berbeda dengan yang diterapkan di stadion petrokimia lalu.
"saya menekankan dua hal pada anak-anak.
pertama, antisipasi serangan balik persiwa," tambahnya.
sedangkan yang kedua adalah pemain arema cronous harus sabar dalam membangun serangan.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 23 April 2013

Perubahan Cuaca, Waspadai Anak dari Serangan Demam Berdarah








gresik- perubahan musim penghujan ke musim kemarau mudah menimbulkan penyakit demam berdarah, sebab banyak genangan air yang belum dibersihkan.
tentang menyebarnya penyakit demam berdarah dengue (dbd), kepala dinas kesehatan (dinkes) kabupaten gresik, sugeng widodo, memberikan peringatan kepada masyarakat terutama yang mempunyai bayi dan anak, sebab mudah terserang.
"biasanya penyakit ini ditandai dengan panas demam tinggi.
apabila anak atau bayi terserang demam dalam tiga atau empat hari panas tanpa ada gejala flu atau penyakit lain dan panasnya belum turun sebaiknya langsung ke dokter atau puskesmas," kata sugeng, senin (22/4/2013).
bayi dan anak-anak yang demam tinggi sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan sehingga dapat diketahui penyakitnya.
"tes kesehatan ini untuk memastikan anak tersebut terjangkit db atau tidak, sehingga cepat tertangani.
orang tua harus aktif melakukan 3 m yaitu menguras, menutup dan mengubur, agar  kebersihan tetap terjaga," jelasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 10 April 2013

5 Penjaga Perdamaian PBB Tewas dalam Serangan di Sudan Selatan








juba - lima personel penjaga perdamaian dan tujuh warga sipil yang bekerja untuk misi perserikatan bangsa-bangsa  di sudan selatan tewas dalam satu serangan mendadak oleh orang-orang tak dikenal di jonglei, negara bagian di bagian timur negara itu, kata pbb.
    "sedikitnya sembilan personel penjaga perdamaian dan warga sipil menderita cedera dalam serangan tersebut dan beberapa lainnya belum terhitung," kata misi pbb di sudan selatan (unmiss) dalam satu pernyataan.
    kementerian luar negeri india mengatakan personel penjaga perdamaian itu berasal dari india.
kebangsaan warga sipil yang tewas belum segera diketahui.
    para serdadu itu mengawal satu konvoi pbb dekat kota gumuruk di jonglei, negara bagian terpencil yang dilanda kekerasan antarsuku, perselisihan antarpeternak dan pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak.
    "(para penjaga perdamaian itu) dalam satu kelompok beranggota 32 personel ketika mereka diserang," kata juru bicara kementerian urusan eksternal india, syed akbaruddin, kepada reuters.
"kami dapat kabar lima orang tewas.
"    sejak meraih kemerdekaan dari sudan pada juli 2011, sudan selatan berjuang memberlakukan otoritasnya di kawasan tempat pertikaian bersenjata setelah selama berpuluh-puluh tahun perang saudara dengan khartoum.
    lebih 150 orang terbunuh bulan lalu di jonglei, negara bagian paling besar di sudan selatan, dalam pertempuran antara tentara sudan selatan dan pemberontak david yau yau, seorang pemimpin pemberontak yang bertempur melawan pasukan pemerintah.
    bulan lalu, tentara negara afrika itu melancarkan serangan terhadap yau yau di jonglei, tempat pemerintah akan mencari minyak dengan bantuan perusahaan total dari prancis.
    yau yau melancarkan pemberontakan tahun lalu, dengan dukungan dari kelompok sukunya murle, setelah kalah dalam pemilihan lokal pada 2010.
    satu stasiun radio gelombang pendek yang mempunyai hubungan dengan pemberontakan yau yau mengatakan kelompok itu melawan pemerintah sebagai reaksi terhadap perlakuan selama masa program perlucutan senjata di jonglei.
    kelompok-kelompok hak asasi manusia menuding tentara sudan selatan melanggar ham selama program yang dipaksakan itu untuk mengakhiri bentrokan-bentrokan antara suku murle dan lou nuer.
tentara membantah hal ini.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com