Halaman

Tampilkan postingan dengan label Sekarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekarang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juni 2014

Dulu Bajak Truk Sekarang Jual Sabu









surya online, surabaya – m cholik sepertinya tak bisa jauh-jauh dari dunia kejahatan.
setelah bebas dari penjara dalam kasus pembajakan truk, pria 48 tahun yang tinggal di jalan kebondalem, semampir, surabaya ini beralih profesi menjadi pengedar sabu-sabu.
ujung-ujungnya, bisnis haram yang ditekuninya terendus polisi dan cholik pun harus kembali meringkuk di dalam penjara setelah diringkus anggota reskrim polsek semampir.
dia diringkus polisi saat berada di tempat kosnya di jalan banowati, surabaya.
dari lokasi penggerebekan, polisi menemukan barang bukti 2,4 gram sabu siap edar, dua buah handphone yang biasa digunakan transaksi, timbangan elektrik untuk menakar sabu, serta sejumlah uang hasil penjualan kristal haram tersebut.
”tersangka ini memang sudah menjadi target operasi petugas.
dia biasa mengedarkan sabu di kawasan semampir dan beberapa daerah lain di surabaya,” kata kanit reskrim polsek semampir akp mujiono, sabtu (28/6/2014).
dari tersangka cholik, polisi berusaha melakukan pengembangan dengan mencari bandar besar di baliknya.
dalam pemeriksaan, cholik mengaku mendapat sabu dari seorang pria yang biasa dipanggil toreng.
yang mengagetkan, toreng merupakan narapidana yang sedang mendekam di rutan medaeng.
“petugas masih berupaya melakukan pengembangan terkait perkara ini,” sambung mujiono.
dari pengakuan cholik, dia sudah dua kali kulakan barang ke toreng.
caranya, dia cukup menghubungi lewat telpon, setelah disepakati harga, ada kurir yang mengirim barang ke tempat kos cholik.
setelah barang sampai, si kurir ini pula yang mengambil uang dari cholik untuk diserahkan ke sang bandar.
setiap gram sabu dari toreng, biasanya cholik mendapat harga rp 1,2 juta.
sabu itu kemudian ditimbang untuk dipisah-pisah dalam paket kecil-kecil untuk dijual lagi ke pelanggan.
saat sedang menimbang dan memasukkan sabu ke plastik-plastik kecil di tempat kosnya, cholik diringkus polisi.
“setiap poket (kecil) itu harganya rp 150.
000,” jawab tersangka di sela menjalani pemeriksaan di polsek semampir.
cholik bukan orang baru di dunia kejahatan.
dari catatan polisi, dia pernah terlibat kasus perampokan dan pembajakan truk bermuatan barang elektronik di klaten, jawa tengah.
dalam perkara itu, dia ditangkap anggota polres boyolali dan dalam prosesnya diganjar hukuman penjara enam tahun.
setelah bebas dari penjara, cholik berusaha untuk bekerja yang benar, sebagai pekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
sampai akhirnya dia bertemu seorang teman dan dikenalkan ke toreng yang bandar sabu tersebut.
sejak itulah, dia menjadi pengedar sabu.
dan sekarang harus kembali mendekam di dalam penjara.




terkait#dulu, bajak truk, sekarang, jual sabu

baca juga



jual sabu kepada polisi, didik ditangkap


dewan minta pemkot batu mengkaji lebih duluh sebelum ambil alih btc


mengenang dolanan tempo dulu


bakal konser di blitar, singgah dulu di tulungagung


pedagang pasar turi membuat bingung dewan





penulis: m taufik

editor: wahjoe harjanto






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 30 Juli 2013

Dulu Bagi-bagi Sekarang Mendapat Jatah









surya online, surabaya – sekitar 60 perempuan yang merupakan pasien poli unit perawatan intermediet dan penyakit infeksi (upipi) rsud dr soetomo, selasa (30/7/2013)  siang menerima bingkisan dari yayasan  seribu cinta (ysc).
mereka terlihat gembira menerima bingkisan itu sambil menggendong anak balitanya.
“alhamdulillah, bisa untuk lebaran,” ujar seorang pasien, sebut saja mega.
sambil menggendong anaknya yang berusia 18 bulan, mega merupakan pasien rawat jalan upipi.
hari selasa kemarin, merupakan waktunya untuk kontrol.
penderita hiv ini punya jatah kontrol ke upipi, seminggu dua kali.
hari selasa dan jumat.
“tadi waktu datang untuk kontrol pagi, diberi tahu kalau siang ini akan ada acara bagi-bagi bingkisan lebaran.
saya diminta datang karena kedapatan jatah.
alhamdulillah,” ungkap mega.
dalam bingkisan itu, selain mendapat uang saku, dia juga mendapatkan daster baru dan makanan ringan.
makanan ringan berupa kue kering ini, direncanakan mega akan jadi suguhan hari lebaran di rumahnya.
selain mega, ada juga pasien perempuan odha (orang dengan hiv/aids-red) lainnya.
sebut saja linda, 60 tahun.
dia mengaku saat muda dulu juga sering melakukan bagi-bagi saat menjelang lebaran seperti sekarang ini.
“tapi sejak saya pakai narkoba, kemudian masuk penjara, dilanjut sekarang jadi odha, saya sudah tidak lagi bagi-bagi.
sekarang malah saya yang dapat jatah dibagi,” ungkap linda.
silvia mutiara atau yang akrab disapa vivi, mengatakan bila kegiatan mereka ini merupakan rangkaian dari safari ramadan yang digelar ysc.
sebelum mengunjungi para perempuan odha di poli upipi, mereka lebih dulu mengunjungi poli paliatif di puskesmas rangkah.
“tadi kami bagikan sembako dan uang tunai sebanyak 70 paket.
ini kegiatan kami yang kesekian, dimana sebelumnya kami sudah melakukan kegiatan bersama anak yatim dan anak-anak cacat di mal,” jelas wanita yang menjabat sebagai humas ysc itu.
untuk kegiatan selanjutnya, mereka akan melakukan kunjungan ke kampung kusta di kelurahan babat jerawat, benowo, kemudian mengunjungi perempuan warga dusun pucukan, yang ada di pulau kecil di wilayah sidoarjo.
untuk bingkisan dan uang tunai yang mereka bagikan itu merupakan hasil pengumpulan dana dari anggota maupun donatur ysc dari berbagai latar belakang dan jaringannya.
“semoga apa yang kami lakukan ini bisa memberi manfaat bagi yang menerima,” tandas vivi, yang dalam acara di upipi, juga mendapat bantuan dari pelajar sma yppi dan sma petra.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com