Halaman

Tampilkan postingan dengan label Sampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sampah. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

Judi di TPS Sampah DTC Digerebek Polisi








surabaya - ada saja cara pelaku judi mencari tempat persembunyian.
tak terkecuali tempat penampungan sampah, dijadikan areal judi.
yang terbaru, polisi menggerebek tempat penampungan sampah di dtc (darmo trade center) yang kerap digunakan sebagai arena judi sotel.
saat digerebek, ada lima orang sedang bermain.
namun, tiga pelaku berhasil kabur.
dan dua lainnya tertangkap, sehingga harus mendekam di dalam penjara.
yakni mahmudin (41) dan imam syafi'i (29), keduanya warga jl wonokromo tengah vii surabaya.
"dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan barang bukti (bb) alat judi sotel, uang rp 175 ribu yang digunakan sebagai taruhan, dan empat uang logam rp 50," ungkap kapolsek wonokromo akp roman smaradhana elhaj, senin (1/7/2013).
"mereka sotel di area tps dan ditutupi tumpukan kardus supaya tak terlihat.
dan saat digerebek tiga orang kabur," sambung alumni akpol tahun 2002 tersebut.
tersangka dan teman-temannya, kata akp roman, tak hanya sekali ini judi sotel.
hampir setiap hari ketika pekerjaan sepi, mereka selalu berkumpul di area tempat penampungan sampah untuk berjudi.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 12 Juni 2013

Sungai Jenggolo Menyempit Akibat Luberan Sampah








sidoarjo - tangkis di sungai jenggolo di desa kemiri, kecamatan sidoarjo menciut sepanjang 100 meter akibat urukan sampah di tempat penampungan sementara (tps).
sampah yang ada juga menguruk sebagian sungai yang ada di belakang tps.
sungai jenggolo yang mengarah langsung ke laut sedikit menyempit dan secara otomatis mengalami pendangkalan.
pendangkalan sungai jenggolo diperkirakan mencapai radius  400 meter lebih dari lokasi tps karena banyak sampah yang hanyut terbawa air.
bahkan tumpukan sampah yang terdiri plastik dan dedaunan yang ada sudah kelihatan mengeras.
ketua dprd sidoarjo h dawud budi sutrisno yang terjun ke lokasi hanya bisa menggelengkan kepala karena lokasinya berdekatan dengan kawasan perumahan.
selain itu, lokasi tps berada di sempadan sungai, sehingga kondisi sungai menjadi sempit dan dangkal.
"saya mengira hanya tumpukan sampah yang dikeluhkan warga.
ternyata sampah yang ada juga meluber ke sungai yang bisa mengakibatkan banjir," tutur dawud saat melihat kondisi tps kemiri.
politisi partai demokrat, mengungkapkan sampah yang dibuang ke sungai sudah jelas melanggar aturan.
ia meminta kepada dinas kebersihan dan pertamanan (dkp) sidoarjo segera mengembalikan fungsi sungai jenggolo.
"sungai jenggolo itu lurus, sampai di lokasi tps ada tanah yang menjorok ke sungai.
ternyata bagian yang menjorok itu dari timbunan sampah," terangnya.
dalam pengelolaan sampah, pemerintah harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat dalam menjalankan aturan.
sesuai aturan yang ada, mendirikan bangunan di atas sempadan sungai tidak diperbolehkan apalagi sampah yang ada itu dipakai menguruk sungai.
"dkp apa tidak pernah mengecek atau atau bagaimana kok sampah sampai menguruk sungai dibiarkan," katanya dengan nada heran.
kepala dinas kebersihan dan pertamanan (dkp) sidoarjo, m bahrul amig, mengatakan pengelolaan sampah di tps kemiri dan tps lainnya perlu diperbaiki.
karena sampah adalah persoalan yang harus cepat diselesaikan karena jika ditimbun terlalu lama akan menimbulkan bau.
"kami berupaya menciptakan managemen baru yakni sampah bisa dikelola di setiap desa dan bisa menghasilkan uang," terangnya.
dijelaskannya, sisa dari pengelolaan dari sampah tidak terlalu banyak yang dibuang ke tpa sehingga debitnya tidak terlalu tinggi.
"sekarang saja alat berat di tpa jabon rusak satu bisa menghambat pembuangan sampah kesana.
biasanya bisa tiga rit kini cuma bisa satu rit saja," terangnya.
sementara itu, kepala bidang (kabid) kebersihan, widyantoro basuki, mengakui tps di kemiri itu sudah overload karena sudah terlalu banyak sampah yang dibuang oleh masyarakat.
sesuai rencana, pihak dkp  akan menyiapkan kontainer untuk menampung sampah di beberapa tempat sehingga begitu penuh langsung diangkut.
"mengenai sampah yang masuk ke sungai akan segera kami tangani.
alat berat akan kami datangkan untuk mengeruk sampah yang ada di sungai," jelasnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Selasa, 11 Juni 2013

TPS Kemiri Dikeluhkan Warga, Sampah Meluber ke Jalan








sidoarjo - warga desa kemiri yang bermukim di beberapa perumahan mengeluhkan keberadaan tempat penampungan sementara (tps) yang berubah menjadi tpa sampah.
pasalnya, keberadaan sampah terus menumpuk hingga menyulut aroma tak sedap.
tidak itu saja, air lindi yang ditimbulkan dari sampah dikhawatirkan masuk ke sumur warga dan meluber ke jalan raya yang bisa mengakibatkan korosi pada kendaraan.
kondisi di tps kemiri cukup becek karena sampah banyak tercecer di jalan raya.
sementara kondisi arus lalu lintas cukup padat sehingga air lindi terbawa ban kendaraan kemana-mana.
menurut abdul rouf, warga kemiri, bau sampah sangat dikeluhkan warga karena sampah yang ada itu bukan hanya dari lingkungan perumahan di sekitar kemiri saja.
namun beberapa perumahan lain ada yang membuang ke tps kemiri.
warga yang terkena dampak bau secara langsung yakni warga perumahan kuncara eksekutif, perumahan grand rose regencey, perumahan prima regency, perumahan graha kuncara dan rusunawa jenggolo.
sekolah di dekat tps yakni smkn 2, man dan sdn kemiri juga terkena dampaknya.
"warga sebenarnya sudah sering protes atas bau yang ditimbulkan.
sampah yang ada tidak langsung dibuang ke tpa tapi terus menumpuk," tutur abdul rouf.
dijelaskannya, jika malam hari terlihat beberapa mobil sampah dari daerah lain membuang sampah itu.
warga kemiri pernah gegeran dengan salah satu pembuang sampah yang nota bene diambil dari salah satu restoran di sidoarjo.
"kalau untuk lingkungan warga kemiri saja kami kira tidak terlalu menumpuk.
pemkab sidoarjo dalam hal ini dinas kebersihan dan pertamanan harus tanggap dengan persoalan yang ada," tegasnya.
warga kemiri terutama yang berdekatan dengan tps, sebenarnya sudah seringkali protes.
namun tanggapannya hanya sementara.
artinya, saat ada protes warga, dkp langsung membersihkan sampah yang ada di tps.
tetapi beberapa hari kemudian, angkutan sampah kembali molor hingga sampah menumpuk.
dampak lainnya, aktivitas truk pengangkut sampah membuat jalan menjadi becek.
di lokasi itu kerap terjadi kemacetan saat jam kerja dan pulang kerja.
"karena kondisinya seperti itu saya lebih baik lewat jalan lain saja," kata indah  warga perumahan di kemiri.
berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa pekan terakhir memang terjadi penumpukan sampah di areal tps.
sampah menumpuk di tanah, bahkan sampai meluber ke bibir jalan.
padahal, sesuai aturan harusnya fungsi tps adalah sebagai tempat penampungan sampah sementara dan langsung diangkut ke tps.
"kalau sampah ditaruh di kontainer yang disediakan itu enak.
begitu penuh langsung dibuang.
ternyata dibuang di lokasi dan tercecer," jelasnya.
sementara itu, aktifis lingkungan, nurul ahdi, menjelaskan air lindi yang terbawa air hujan sangat berbahaya.
jika masuk ke sumur, warga sekitar bisa terkena ispa dan gatal-gatal serta jika terkena kendaraan bermotor bisa korosi.
"lindi adalah bagian dari b3 yang harus dikelola secara benar.
apabila persoalan sampah dibiarkan akan menyulut persoalan baru," tandasnya.
kepala dinas kebersihan dan pertamanan (dkp) sidoarjo, bahrul amig, pihaknya akan memperbaiki sistem yang ada.
"saya masih baru menjabat sehingga persoalan sampah dan penghijauan akan kami utamakan.
sampah jika dibiarkan akan menjadi problem lokal," jelasnya.
ketua dprd sidoarjo, h dawud budi sutrisno, meminta dkp memperhatikan keluhan terkait sampah.
apalagi, dalam apbd 2012 lalu dewan sudah menyetujui penambahan armada pengangkut sampah sebanyak 10 unit.
"dewan sangat mendorong adanya penanganan kebersihan.
jika memang masih kekurangan armada pengangkut sampah tentu akan dipertimbangkan untuk menambah armada,"  katanya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com