Halaman

Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juni 2014

Jatim Kontribusi Konsumsi Obat Herbal 25 Persen




Jatim Kontribusi Konsumsi Obat Herbal 25 Persen
Jatim Kontribusi Konsumsi Obat Herbal 25 Persen






surya online, surabaya - tren penggunaan obat herbal di indonesia terus meningkat setiap tahunnya.
bahkan, kenaikannya bisa mencapai rp 1 triliun setiap tahunnya.

data dari direktorat jenderal bina kefarmasian dan alat kesehatan kementrian kesehatan, pasar herbal di indonesia di 2006 mencapai  rp 5 triliun, kemudian 2008 naik menjadi rp 7,2 triliun dan 2012 mencapai rp 13 triliun.
diperkirakan, di 2015 bisa mencapai rp 15 triliun.
besarnya ceruk pasar obat herbal ini membuat pt soho global health di tahun ini berani mengambil porsi hingga rp 1 triliun hingga akhir tahun.

"saat ini, belanja obat herbal produk kami tahun 2013 lalu mencapai rp 800 miliar.
sehingga kami berani naik jadi rp 1 triliun di tahun ini," jelas sugiharjo, vice president sales and marketing for professional product soho global health, disela seminar ‘natural wellness symposium soho global health’ di grand city, surabaya, minggu (22/6/2014).

sugiharjo mengatakan, pasar obat herbal saat ini tidak hanya di indonesia saja, tetapi sudah merambah ke luar negeri.
soho pun ikut bermain dengan mengekspor produk obat herbalnya sekitar 2-3 persen.

meski kecil, sugiharjo optimistis bisa berkembang.
sementara untuk pangsa pasar lokal, secara nasional dengan target rp 1 triliun di 2014, 25 persennya akan didapat untuk penjualan wilayah jatim.

"selama ini, kontribusi jatim secara nasional sebanyak 25 persen, sementara yang terbanyak masih di dki jakarta 40 pesen," tambah hartono kho, marketing director for profesional produk soho.
sisanya tersebar di wilayah makassar sebanyak 7 persen, dan si wilayah-wilayah lain.

sugiharjo menambahkan, pihaknya terus menfokuskan diri dan menciptakan produk dengan  kualitas yang bagus dan bisa dipertanggungjawabkan.
diantaranya, dengan berdasarkan bukti ilmiah dan pengujian.

“semua produk soho yang dipasarkan memiliki sertifikasi mengacu pada regulasi.
soho sudah memasarkan 15 group produk berdasarkan spesialisasi masing-masing,” jelasnya.

untuk strategi pemasaran, hartono menambahkan, pihaknya memiliki dua jalur pemasaran.
yaitu melalui iklan dan bisnis di health care marketing.
mereka juga didukung ratusan medical resprentatif yang cukup agresif dalam memasarkan produk-produknya di apotik, toko obat, dan dokter.
termasuk melakukan edukasi dengan dokter yang digandeng.

sedangkan pemasaran yang sudah dilakukan dengan target rp 1 triliun, 50 persennya dengan menggandeng dokter.
soal bahan baku, sugiharjo menyebutkan bila 70 persen bahan baku herbal masih ada di indonesia.
sisanya impor.

"untuk bahan lokal ini, kami juga punya lahan bahan baku herbal di sukabumi 12,5 hektare, bekerjasama dengan petani sekitar untuk mengembangkan kemampuan dalam menanam produk herbal yang bermanfaat untuk obat herbal," tandas sugiharjo



terkait#obat herbal, soho global health, konsumsi jatim

baca juga



unair kembangkan obat herbal anti-demam berdarah





penulis: sri handi lestari

editor: tri dayaning reviati






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 17 Juni 2013

Unair Kembangkan Obat Herbal Anti-Demam Berdarah








surabaya -  institute of tropical disease (itd) universitas airlangga (unair) surabaya saat ini mengembangkan obat herbal untuk anti-demam berdarah.
     "jika obat ini berhasil dikembangkan, maka unair bisa membantu pemerintah menaikkan bargaining point dalam negosiasi global," kata ketua itd unair prof nasronuddin di surabaya, minggu (16/06/2013).
     ia mengatakan proyek itu juga akan berdampak nasional, karena proyek itu akan banyak menyerap tenaga kerja, sebab bahan utama obat ini bisa ditanam di indonesia secara massal di area yang luas.
     "salah satu tempat yang cocok untuk mengembangkan tanaman itu adalah provinsi maluku utara dan pemerintah daerah setempat telah mengizinkan pengembangan tanaman tersebut di daerah mereka," katanya.
     menurut dia, target unair dalam pengembangan obat antidemam berdarah itu memang tidak hanya melibatkan peneliti, tetapi memberi dampak pada ekonomi dan sosial masyarakat.
     "pemerintah daerah bisa menyediakan lapangan pekerjaan dengan membuka kebun untuk penanaman bahan utama obat itu.
jadi, kami bisa menjaga kepercayaan kementerian riset dan teknologi (kemenristek) yang telah menetapkan itd unair sebagai pusat unggulan iptek (pui) nasional di bidang kesehatan dan obat, khususnya riset biologi molekuler," katanya.
sebagai lembaga riset medis, itd unair memiliki 15 "study group" yang menjadi spesialisasi, di antaranya influenza, dengue, hiv/aids, hepatitis, malaria, stem cell, human genetics, natural products, molecular oncology, bee health product development, proteomic, tuberculosis, leprosy, entomology, dan intestinal infection.
     "penelitian yang kami lakukan akan berupaya menghasilkan kit-diagnostik, standard antigen dan antibody, vaccine seed, enzim, produk herbal, dan stem cell.
ada pula penelitian mengenai terapi hiv/aids dengan sengatan lebah," katanya.
     sejak awal berdiri hingga sekarang, itd unair telah menggelar konsorsium kerja sama nasional dan internasional, antara lain, dengan university of sydney (australia), crc-erid (dengan kobe university, jepang), erasmus university (belanda), mahidol university (thailand), oita university (jepang), dan jica-jst/satreps (jepang).
     selain itu, nagasaki university (jepang), university putra bangsa (malaysia), ausaid (australia), kementerian kesehatan ri, pt biofarma, pt indofarma, pt kimia farma, eijkman institute, rumah sakit sulianti saroso, dan berbagai universitas di indonesia.
     "jica juga membina itd unair menjadi pusat riset virus seluruh indonesia, karena saat ini ancaman penyakit terbesar adalah yang berasal dari virus.
nantinya semua peralatan akan dilengkapi oleh pihak jepang, namun produk akan menjadi milik kita," katanya.
     ia menambahkan itd unair juga baru saja memperoleh sertifikasi akreditasi dari komite nasional akreditasi pranata penelitian  dan pengembangan (knappp).
     "artinya, fasilitas-fasilitas yang dimiliki itd unair telah memenuhi syarat dan standar," katanya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 09 Juni 2013

Taufiq Anggap Jokowi Jadi Obat Penyakitnya




Taufiq Anggap Jokowi Jadi Obat Penyakitnya
Taufiq Anggap Jokowi Jadi Obat Penyakitnya





jakarta - gubernur dki jakarta joko widodo mengaku terkejut atas berita duka wafatnya tokoh nasional taufiq kiemas.
baginya, taufiq merupakan sosok yang tegas, dan layak untuk ditiru para juniornya.
saat datang ke rumah duka di jalan teuku umar nomor 27 a, menteng jakarta pusat, sabtu (8/6/2013), joko widodo alias jokowi sempat bercerita mengenai hal-hal yang membuatnya teringat akan sosok ketua mpr ri itu.
jokowi menyampaikan, taufiq sempat menganggapnya sebagai obat dari penyakit yang dideritanya.
hal itu disampaikan taufiq saat dirinya terpilih menjadi gubernur di dki.
"mas saya kemarin sakit, tapi sekarang saya dapat obat," kata jokowi menirukan kata-kata almarhum.
"obatnya apa?" kata jokowi.
"obatnya itu kamu, kamu terpilih di dki dan saya sekarang sembuh dan tidak sakit lagi'," kata jokowi mengenang kalimat taufiq.
mantan wali kota surakarta ini melanjutkan, selama ini dirinya sangat dekat dengan suami presiden ke-5 republik indonesia, megawati soekarnoputri tersebut.
ia berharap, taufiq wafat dalam kondisi dan situasi yang baik.
"saya rasa kita semua kaget, dan kita berdoa semoga arwah beliau diterima dan ditempatkan yang paling baik.
beliau kebapakan dan tegas, peninggalan besar beliau untuk bangsa dan negara ini adalah empat pilar kebangsaan," ujarnya.
sebelumnya diberitakan, politisi senior pdi perjuangan taufiq kiemas meninggal dunia di singapura.
taufiq menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.
05 waktu singapura.
pihak keluarga berencana membawa jenazah taufiq pada pukul 09.
00, waktu singapura, minggu (9/6/2013).
jenazah rencananya akan mendarat di bandara halim perdanakusuma dan dimakamkan di tmp kalibata.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 03 Juni 2013

Bikin Jamu Berbahan Kimia, Pabrik Obat Digerebek BBPOM








cilacap - petugas balai besar pengawas obat dan makanan (bbpom) semarang menggerebek sebuah pabrik jamu di cilacap, jawa tengah, karena diduga mengandung bahan kimia obat (bko), senin (3/6/2013).
dalam penggerebekan yang dipimpin langsung kepala bbpom semarang zulaimah di pabrik jamu pt serbuk manjur jaya (smj), desa gentasari, kecamatan kroya, cilacap, petugas menyita ribuan bungkus jamu dari berbagai jenis yang diduga mengandung bko.
     jamu-jamu yang disita di antaranya bermerek galax (obat kuat) dan raja tiongkok (jamu penyakit gatal-gatal dan eksim).
selain itu, petugas bbpom juga menyita ratusan dus jamu siap kemas, dua mesin pengemas, dan ratusan gulungan alumunium foil kemasan jamu.
     "kami juga menemukan 300 botol ctm'(chlorpheniramin maleat) masing-masing berisi 1.
000 butir yang diduga sebagai bahan campuran jamu," ungkap zulaimah.
     ia mengatakan pihaknya akan melakukan uji laboratorium guna mengetahui bko yang dikandung dalam jamu-jamu tersebut.
     biasanya, bko yang ditemukan dalam jamu di antaranya paracetamol, dexametason, ctm dan antalgin.
     "kami akan lakukan uji laboratorium guna mengetahui apa saja bko yang dikandung dalam jamu tersebut.
namun yang pasti, kami menemukan ribuan butir ctm di tempat ini," ucap dia, menegaskan.
     menurut dia, berbagai jenis jamu yang disita ini senilai rp2 miliar, dan jamu-jamu tersebut disimpan di empat unit gudang.
     
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 17 Mei 2013

Obat Kuat Dibarter Sabu-Sabu








surabaya - murwahyo (43) warga jagir sidoresmo wonokromo surabaya, yang ditangkap satreskoba polrestabes surabaya karena mengedarkan sabu-sabu dan menyimpan ribuan obat kuat, ternyata memiliki trik pemasaran yang jitu.
wakasatreskoba polrestabes kompol leonard sinambela mengatakan, trik bisnis yang dipakai tersangka, adalah dengan menukar obat kuat miliknya dengan sabu sabu.
biasanya tersangka melakukan barter sabu-sabu, seberat 0,5 gram dengan dua dus obat vitalitas.
"api obat-obat tersebut ternyata tidak memiliki izin dari bpom," ujar kompol leo.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com