| Jatim Kontribusi Konsumsi Obat Herbal 25 Persen |
surya online, surabaya - tren penggunaan obat herbal di indonesia terus meningkat setiap tahunnya.
bahkan, kenaikannya bisa mencapai rp 1 triliun setiap tahunnya.
data dari direktorat jenderal bina kefarmasian dan alat kesehatan kementrian kesehatan, pasar herbal di indonesia di 2006 mencapai rp 5 triliun, kemudian 2008 naik menjadi rp 7,2 triliun dan 2012 mencapai rp 13 triliun.
diperkirakan, di 2015 bisa mencapai rp 15 triliun.
besarnya ceruk pasar obat herbal ini membuat pt soho global health di tahun ini berani mengambil porsi hingga rp 1 triliun hingga akhir tahun.
"saat ini, belanja obat herbal produk kami tahun 2013 lalu mencapai rp 800 miliar.
sehingga kami berani naik jadi rp 1 triliun di tahun ini," jelas sugiharjo, vice president sales and marketing for professional product soho global health, disela seminar ‘natural wellness symposium soho global health’ di grand city, surabaya, minggu (22/6/2014).
sugiharjo mengatakan, pasar obat herbal saat ini tidak hanya di indonesia saja, tetapi sudah merambah ke luar negeri.
soho pun ikut bermain dengan mengekspor produk obat herbalnya sekitar 2-3 persen.
meski kecil, sugiharjo optimistis bisa berkembang.
sementara untuk pangsa pasar lokal, secara nasional dengan target rp 1 triliun di 2014, 25 persennya akan didapat untuk penjualan wilayah jatim.
"selama ini, kontribusi jatim secara nasional sebanyak 25 persen, sementara yang terbanyak masih di dki jakarta 40 pesen," tambah hartono kho, marketing director for profesional produk soho.
sisanya tersebar di wilayah makassar sebanyak 7 persen, dan si wilayah-wilayah lain.
sugiharjo menambahkan, pihaknya terus menfokuskan diri dan menciptakan produk dengan kualitas yang bagus dan bisa dipertanggungjawabkan.
diantaranya, dengan berdasarkan bukti ilmiah dan pengujian.
“semua produk soho yang dipasarkan memiliki sertifikasi mengacu pada regulasi.
soho sudah memasarkan 15 group produk berdasarkan spesialisasi masing-masing,” jelasnya.
untuk strategi pemasaran, hartono menambahkan, pihaknya memiliki dua jalur pemasaran.
yaitu melalui iklan dan bisnis di health care marketing.
mereka juga didukung ratusan medical resprentatif yang cukup agresif dalam memasarkan produk-produknya di apotik, toko obat, dan dokter.
termasuk melakukan edukasi dengan dokter yang digandeng.
sedangkan pemasaran yang sudah dilakukan dengan target rp 1 triliun, 50 persennya dengan menggandeng dokter.
soal bahan baku, sugiharjo menyebutkan bila 70 persen bahan baku herbal masih ada di indonesia.
sisanya impor.
"untuk bahan lokal ini, kami juga punya lahan bahan baku herbal di sukabumi 12,5 hektare, bekerjasama dengan petani sekitar untuk mengembangkan kemampuan dalam menanam produk herbal yang bermanfaat untuk obat herbal," tandas sugiharjo
terkait#obat herbal, soho global health, konsumsi jatim
baca juga
unair kembangkan obat herbal anti-demam berdarah
penulis: sri handi lestari
editor: tri dayaning reviati
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com