surya online, surabaya - para korban penipuan yang mengatasnamakan guru smp17 surabaya ternyata belum ada yang melapor ke polisi.
padahal, laporan dari korban sangat penting bagi polisi untuk mengusut perkara ini.
menurut kapolsek rungkut kompol yakob silvana, sejauh ini pihaknya baru menerima surat pemberitahuan dari pihak sekolah.
kapolsek mengaku sudah membaca surat dengan kop dan stempel resmi pihak sekolahan tersebut.
"tapi surat itu belum bisa digunakan sebagai dasar penanganan perkara ini.
harus ada laporan resmi dari korbannya langsung," kata yakob, rabu (12/3/2014).
kendati demikian, yakob mengaku sudah menerjunkan sejumlah anggotanya untuk menelusuri perkara ini.
termasuk dengan mengumpulkan data-data dan bukti atas kasus penipuan yang sempat menghebohkan tersebut.
selain itu, tim yang dipimpin kanit reskrim akp ary priyambodo juga berusaha mendatangi sejumlah korban.
tujuannya, untuk mengumpulkan bukti dan berbagai hal terkait perkara ini.
"juga, untuk menyarankan kepada korban supaya segera melapor.
sebab, laporan resmi dari korban merupakan hal yang sangat penting dalam pengusutan perkara ini," imbuh kapolsek.
dari data dan informasi yang sudah dikumpulkan, kasus penipuan ini terbilang modus lama.
namun, tetap saja masih berhasil lantaran banyak warga yang mudah percaya dengan informasi yang belum pasti kebenarannya.
dalam hal ini korbannya adalah para wali murid.
mereka dengan mudah percaya dengan orang yang menelpon dan mengabarkan terjadi kecelakaan pada anaknya.
bahkan, sampai dengan mudah mengirimkan uang puluhan juta rupiah.
tapi, ada beberapa orangtua yang sudah melangkah dengan benar.
yakni melakukan klarifikasi dan mengecek ke sekolahan sebelum menuruti permintaan pelaku penipuan lewat telpon itu.
tentang adanya dugaan kererlibatan orang dalam dalam kasus itu, yakob mengaku tidak bisa berandai-andai.
"harus dilakukan penyelidikan dulu untuk mengeyahui semua.
karena itu kami mengimbau supaya korban segera melapor," lanjutnya.
seperti diketahui, sejumlah orangtua siswa smp 17 menjadi korban penipuan yang pelakunya mengabarkan anaknya mengalami kecelakaan.
karena kritis, butuh transfer uang untuk biaya perawatan.
padahal semua siswa saat itu dalam keadaan belajar di kelas.
googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com