Halaman

Tampilkan postingan dengan label Laporan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Maret 2014

Polisi Tunggu Laporan Korban









surya online, surabaya - para korban penipuan yang mengatasnamakan guru smp17 surabaya ternyata belum ada yang melapor ke polisi.
padahal, laporan dari korban sangat penting bagi polisi untuk mengusut perkara ini.
menurut kapolsek rungkut kompol yakob silvana, sejauh ini pihaknya baru menerima surat pemberitahuan dari pihak sekolah.
kapolsek mengaku sudah membaca surat dengan kop dan stempel resmi pihak sekolahan tersebut.
"tapi surat itu belum bisa digunakan sebagai dasar penanganan perkara ini.
harus ada laporan resmi dari korbannya langsung," kata yakob, rabu (12/3/2014).
kendati demikian, yakob mengaku sudah menerjunkan sejumlah anggotanya untuk menelusuri perkara ini.
termasuk dengan mengumpulkan data-data dan bukti atas kasus penipuan yang sempat menghebohkan tersebut.
selain itu, tim yang dipimpin kanit reskrim akp ary priyambodo juga berusaha mendatangi sejumlah korban.
tujuannya, untuk mengumpulkan bukti dan berbagai hal terkait perkara ini.
"juga, untuk menyarankan kepada korban supaya segera melapor.
sebab, laporan resmi dari korban merupakan hal yang sangat penting dalam pengusutan perkara ini," imbuh kapolsek.
dari data dan informasi yang sudah dikumpulkan, kasus penipuan ini terbilang modus lama.
namun, tetap saja masih berhasil lantaran banyak warga yang mudah percaya dengan informasi yang belum pasti kebenarannya.
dalam hal ini korbannya adalah para wali murid.
mereka dengan mudah percaya dengan orang yang menelpon dan mengabarkan terjadi kecelakaan pada anaknya.
bahkan, sampai dengan mudah mengirimkan uang puluhan juta rupiah.
tapi, ada beberapa orangtua yang sudah melangkah dengan benar.
yakni melakukan klarifikasi dan mengecek ke sekolahan sebelum menuruti permintaan pelaku penipuan lewat telpon itu.
tentang adanya dugaan kererlibatan orang dalam dalam kasus itu, yakob mengaku tidak bisa berandai-andai.
"harus dilakukan penyelidikan dulu untuk mengeyahui semua.
karena itu kami mengimbau supaya korban segera melapor," lanjutnya.
seperti diketahui, sejumlah orangtua siswa smp 17 menjadi korban penipuan yang pelakunya mengabarkan anaknya mengalami kecelakaan.
karena kritis, butuh transfer uang untuk biaya perawatan.
padahal semua siswa saat itu dalam keadaan belajar di kelas.





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 03 Maret 2014

Partai Demokrat Terakhir Serahkan Laporan Dana Kampanye




Partai Demokrat Terakhir Serahkan Laporan Dana Kampanye
Partai Demokrat Terakhir Serahkan Laporan Dana Kampanye






surya online, jakarta - partai demokrat menjadi peserta pemilu terakhir yang menyerahkan laporan awal dana kampanye ke komisi pemilihan umum pusat di jakarta, minggu petang, dengan diantar langsung oleh wakil sekjen partai tersebut andi nurpati.
"kami malah tidak tahu kalau jadi yang terakhir.
karena kpu menyampaikan bahwa tenggat waktunya sampai pukul 18.
00 wib, maka tentu kami gunakan waktu yang ada untuk memeriksa sekali lagi data-data yang diperlukan," kata andi nurpati.
dengan membawa kotak besar berisi berkas laporan dana kampanye yang diperlukan, andi tiba di lantai dua gedung kpu kurang dari satu jam sebelum masa penyerahan laporan ditutup.
mantan anggota kpu itu mengatakan, laporan dana kampanye untuk dpp partai sebanyak rp129 miliar yang semuanya berasal dari sumbangan para calon anggota legislatif (caleg) dpr ri.
namun jumlah tersebut belum berasal dari seluruh caleg anggota dpr dari partai berlambang "mercy" itu, karena sekira 40 caleg belum menyerahkan laporannya ke dpp partai, kata andi.
pada hari yang sama, lima parpol lain juga menyerahkan laporan dana kampanye mereka ke kpu, yaitu partai gerindra, partai persatuan pembangunan (ppp), partai amanat nasional (pan), partai golkar, dan partai hanura.
sebelumnya, empat parpol telah menyerahkan laporan tersebut ke kpu pada sabtu (1/3), yaitu partai nasdem, partai kebangkitan bangsa (pkb), partai keadilan dan persatuan (pkp) indonesia serta partai keadilan sejahtera (pks).
sementara partai demokrasi indonesia (pdi) perjuangan dan partai bulan bintang (pbb) menjadi dua partai pertama yang menyerahkan berkas laporan awal dana kampanye ke kpu pada jumat (28/2).
kpu mengapresiasi seluruh pengurus dpp partai peserta pemilu karena menyerahkan berkas laporan dana kampanye tepat waktu, sehingga tidak ada parpol yang didiskualifikasi untuk pemilu anggota dpr ri.
"kami mengapresiasi seluruh peserta pemilu, khususnya kepengurusan tingkat pusat yang telah memenuhi kewajiban menyerahkan laporan ini tepat waktu," kata komisioner ida budhiati.
selanjutnya, kpu akan melakukan verifikasi selama tiga hari terhadap seluruh berkas laporan tersebut dan memberikan kesempatan bagi parpol yang belum melengkapi laporan.
"apabila terdapat peserta pemilu yang laporan awal dana kampanyenya belum meliputi cakupan informasi sebagaimana dimaksud, kami memberikan kesempatan kepada parpol untuk melengkapi atau memperbaiki," ujar ida.
(ant)




googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 06 Juni 2013

Laporan Keuangan Tuban WDP








tuban - laporan hasil pemeriksaan keuangan kabupaten tuban tahun ini ternyata lebih rendah dari tahun sebelumnya.
pada tahun 2012, badan pemeriksa keuangan menilai laporan keuangan tuban wajar dengan pengecualian (wdp).
menurut kasubag humas dan media pemkab tuban sulistiyadi, opini wdp itu disebabkan aset pemerintah yang masih banyak tumpang tindih.
terutama di bidang pendidikan.
"contohnya gedung sekolah yang direhab menjadi gedung baru, tapi asetnya tidak dimasukkan ke dalam pemerintah daerah," kata sulistiyadi pada surya online, kamis (6/6/2013) pagi.
hal seperti ini, kata sulistiyadi, tidak hanya terjadi dalam pembangunan fisik saja.
hal-hal non fisik dalam dunia pendidikan juga sering terjadi masalah seperti ini.
dengan hasil laporan keuangan wdp ini, pemerintah akan melakukan sejumlah pembenahan pada laporan pemerintahan, supaya penilaian laporan keuangan pada 2011, yakni wajar tanpa pengecualian bisa terulang pada 2013.
"langkah pemerintah saat ini akan menerjunkan tim untuk menertibkan aset-aset itu," kata mantan camat kota tuban ini.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 30 Maret 2013

Kapolsek Singosari Belum Dapat Laporan








malang - irianto (52) yang mengaku menjadi korban pencurian uang rp 403 juta di jalan raya surabaya-malang, kecamatan singosari, kabupaten malang, mengaku sudah lapor ke polsek singosari.
sebaliknya, kapolsek singosari, akp arif eko prastyo mengaku belum mendapat laporan dari anggotanya.
"saya akan segera mengeceknya," kata arif.
kanit reskrim polres malang, akp decky hermansyah tidak mengangkat ponselnya saat dihubungi surya online, meski ada nada sambungnya.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 20 Maret 2013

Pendapat IPW Soal Laporan Pencemaran Nama Baik Ibas




Pendapat IPW Soal Laporan Pencemaran Nama Baik Ibas
Pendapat IPW Soal Laporan Pencemaran Nama Baik Ibas





jakarta - indonesia police watch (ipw) menghargai laporan edhi baskoro yudhoyono atau ibas ke polisi perihal julianis yang dituduh sekjen partai demokrat itu telah mencemarkan nama baiknya, namun ipw meminta polisi tidak perlu menindaklanjutinya.
"sebab pokok pangkal persoalannya adalah kasus dugaan korupsi wisma atlet dan hambalang yang saat ini sedang ditangani komisi pemberantasan korupsi (kpk)," kata ketua ipw neta s pane di jakarta, kamis.
julianis sendiri adalah saksi kunci dalam kasus korupsi itu.
dia adalah orang kepercayaan tersangka nazaruddin yang mengatur struktur keuangan grup permai milik mantan bendahara dpp partai demokrat tersebut, katanya.
"selain itu, dalam bap, julianis juga mengakui telah mengirim uang ke sejumlah pihak atas perintah bosnya.
jadi, apa yang diungkapkan julianis adalah kapasitasnya sebagai saksi di kpk," kata neta.
ipw mendesak polri tidak perlu menindaklanjuti laporan itu sampai kasusnya di kpk jelas.
"jika tetap ngotot menangani pengaduan ibas berarti polri telah melakukan tiga hal negatif.
pertama, polri bisa dianggap sudah mengkriminalisasi saksi kunci kpk," kata neta.
kedua, polri bisa dinilai ingin ikut campur dalam kasus korupsi yang sedang ditangani kpk.
ketiga, polri bisa dinilai telah diperalat pihak tertentu untuk membungkam saksi kunci kpk dalam kasus wisma atlet dan hambalang yang diduga melibatkan banyak pihak, kata neta lagi.
dia mendesak lembaga perlindungan saksi dan korban (lpsk) turun tangan melindungi para saksi kunci dalam kasus wisma atlet dan hambalang.
"sehingga kasus mega korupsi ini bisa terungkap terang benderang," kata neta.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com