Halaman

Tampilkan postingan dengan label Ketat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ketat. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Maret 2014

TPS Akan Dijaga Ketat Satpol PP









surya online, surabaya - pengawasan pelaksanaan pemilu 2014 akan semakin ketat.
selain polri dan tni, petugas dari satuan polisi pamong praja (satpol pp) dan satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) juga akan dilibatkan untuk membantu pengamanan jalannya pemilu.
demikian ditegaskan dirjen pemerintahan umum kementerian dalam negeri (kemendagri) agung mulyana, senin (3/3/2014), usai upacara peringatah hut ke-64 satpol pp dan ke-52 satlinmas, di lapangan makodam v/brawijaya, surabaya.
menurut agung, dilibatkannya satpol pp dan satlinmas dalam pemilu 2014 dimaksudkan sebagai upaya mengawal pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut agar berjalan lancar, aman, dan sukses.
ini mengacu dan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada.
"di setiap tps nanti ada dua petugas linmas dan pol pp yang diperbantukan," ujarnya.
terkait anggaran, agung minta petugas satpol pp dan satlinmas tidak perlu khawatir.
karena kpu sudah menyiapkannya anggarannya.
"saat ini tinggal sosialisasinya saja, tugas apa yang akan dilakukan oleh satpol pp dan linmas di tps," tegasnya.
di tempat yang sama, gubernur jatim soekarwo mendukung dilibatkannya petugas satpol pp dan linmas untuk mengamankan pemilu, baik pileg yang digelar bulan april maupun pilpres yang digelar bulan juli nanti.
"meski tugas pokok satpol pp dan linmas menegakkan perda, mereka juga memiliki tugas tambahan, yakni membantu menyukseskan pemilu untuk penegakkan peraturan pemilu," jelasnya.
menurut pakde karwo, penegakan peraturan pemilu yang dilakukan satpol pp dan linmas, di antaranya penertiban baliho-baliho dan atribut pemilu yang dinilai masih kurang.
"ketika ada baliho atau atribut kampanye yang melanggar aturan, satpol pp dan linmas harus tegas untuk menindaknya.
ini penting, untuk tegaknya aturan yang ada, biar pemilu betul-betul jurdil," tegas pakde.





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 28 Juni 2013

Sidang Briptu Rani Dijaga Ketat




Sidang Briptu Rani Dijaga Ketat
Sidang Briptu Rani Dijaga Ketat





surabaya - hingga jumat (28/6/2013) sore, sidang komisi kode etik provesi polri atas briptu rani indah yuni nugraeni masih terus berlangsung di ruang bid propam polda jatim.
sidang berlangsung tertutup dengan penjagaan ketat sejumlah provost polda jatim.
tak hanya di depan ruang sidang, lantai iii bid propam semua disterilkan.
termasuk para wartawan tidak ada yang diperkenankan masuk.
"sidang masih berlangsung," jawab seorang petugas provost yang berjaga di lantai iii, tempat dilaksanakannya sidang kkep atas briptu rani.
kali ini, briptu rani disidang terkait sejumlah kasus disiplin yang dilakukannya selama menjadi anggota polres mojokerto.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com

Jumat, 29 Maret 2013

Pemkot Diharap Awasi Ketat Pasar Turi








surabaya-pedagang pasar turi menyerahkan sepenuhnya pengawasan pembangunan pasar turi sesuai izin mendirikan bangunan (imb).
meski demikian, pedagang akan tetap melakukan pengawasan secara independen agar pembangunan pasar turi bisa sesuai dengan harapan pedagang dan masyarakat.
"pedagang di pasar turi itu ada sekitar 3.
600 pedagang, tentunya mereka semua berharap agar pasar turi bisa kembali berdiri dan dibuka seperti semula," kata m taufik, ketua hpp pasar turi surabaya, jumat (29/3/2013).
oleh karena itu, dikatakan taufik, pasca sidak walikota surabaya semua pedagang saat ini berharap akan ada penyelesaian persoalan pembangunan pasar turi secara menyeluruh.
dengan demikian pembangunan pasar turi bisa segera dipercepat dan diselesaikan sesuai perjanjian yang telah dibuat antara investor dan pemkot surabaya.
"kami mengharap mulai saat ini tidak ada lagi ada sembunyi-sembunyian, semua harus transparan.
jika ada permainan maka pedagang akan kembali bergerak melakukan protes," ucap m taufik.
demikian juga soal kewajiban yang harus dipenuhi pedagang, ungkap taufik, semuanya harus dikembalikan seperti dalam perjanjian.
artinya, pembayaran angsuran pembelian stand tidak lagi dipindah-pindah melainkan ke satu investor saja.
"kami yakin, jika semuanya dikembalikan pada perjanjian semula sesuai imb maka tidak akan ada masalah yang berbuntut pada lambatnya pembangunan pasar turi," tutur taufik.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com