Halaman

Tampilkan postingan dengan label Inflasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inflasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2013

Bulan Juli 2013 Inflasi Tertinggi di Jember









suryaonline, jember -  bahan bakar minyak, cabe rawit, tomat sayur, dandaging ayam ras menjadi penyumbang inflasi di jember untuk bulan juli.
bahkan akibat naiknya harga bbm dan tiga komoditas itu, inflasi bulanjuli mencapai 3,09 persen.
sebuah angka inflasi yang tinggi di jembersejak tahun 2008.
"inflasi bulan juli ini memang yang tertinggi, tidak hanya jembertetapi juga nasional.
angkanya memang luar biasa 3,09 persen," ujarachmad bunyamin, kepala bank indonesia cabang jember dalam konferensipers usai menggelar rapat tim pengendalian inflasi daerah (tpid) dikantor bi jember, jumat (2/8/2013).
inflasi bulan ini di luar prediksi.
karena proyeksi inflasi bulan inihanya sekitar 0,81 persen.
bunyamin menambahkan, kenaikan harga bbm seperti kartu domino yangmenimbulkan kenaikan harga berbagai kebutuhan lainnya.
dengandemikian, kenaikan bbm memang mempengaruhi semua lini.
faktor tersebutjuga ditambah  kebijakan pemerintah menaikkan harga bbm menjelangbulan puasa dan lebaran 2013.
pasalnya, memang kenaikan ini dibarengimeningkatnya permintaan bahan makanan masyarakat jelang perayaan agamaitu.
komoditas yang masih bertahan mahal semenjak bulan junihingga juli adalah cabe rawit, tomat juga daging ayam ras.
karenanyaketiga komoditas itu menyumbang angka inflasi cukup besar.
bunyamin menambahkan, angka inflasi akan turun di bulan agustus ini.
meskipun permintaan barang masih tinggi hingga pertengahan agustus,namun setelahnya permintaan barang akan turun.
  berdasarkan surveipemantauan harga bi jember, inflasi bulan agustus diproyeksinya 0,30persen.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Kamis, 01 Agustus 2013

Tingkat Inflasi Jatim Bulan Berikutnya Diyakini Menurun




Tingkat Inflasi Jatim Bulan Berikutnya Diyakini Menurun
Tingkat Inflasi Jatim Bulan Berikutnya Diyakini Menurun






surya online, surabaya – kepala badan pusat statistik (bps) provinsi jawa timur, m sairi hasbullah yakin bahwa di bulan-bulan mendatang, tingkat inflasi di jawa timur akan terus mengalami penurunan.
hal ini disampaikan sairi usai pemaparan tingkat inflasi jatim pada bulan juli 2013 yang digelar di surabaya,  kamis (1/8/2013).
“inflasi tahun kalender di jatim selama periode januari sampai juli 2013 mencapai 6,03 persen.
sementara inflasi year on year juli mencapai 8,39 persen.
ini artinya masih tinggal dua koma sekian persen inflasi untuk lima bulan mendatang.
jadi setelah ini sepertinya inflasi akan terus menurun,” ujar sairi.
dengan penurunan inflasi yang diramalkan akan terjadi di periode-periode berikutnya, sairi memandang momentum tersebut adalah saat yang tepat bagi para pengusaha untuk melakukan investasi.
hal ini mengingat harga-harga barang cenderung mengalami penurunan sehingga berpengaruh positif terhadap biaya produksi.
“kecuali di bulan desember nanti, inflasi sepertinya akan  meningkat karena bertepatan dengan hari natal dan tahun baru,” tambahnya.
terkait tingginya inflasi di jatim sepanjang bulan juli 2013, sairi menganggap hal itu merupakan dampak dari kenaikan harga bbm pada juni 2013 dan momentum ramadan.
“kenaikan harga bbm tahun ini bertepatan dengan menjelang ramadan di mana permintaan masyarakat  mengalami peningkatan.
jadi untuk kenaikan harga bbm yang paling terkena dampaknya adalah pengusaha, sementara untuk ramadan, yang paling terkena dampaknya adalah masyarakat,” pungkasnya.
 

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Inflasi Jatim Bulan Juli 2013 Lampaui Prediksi BI




Inflasi Jatim Bulan Juli 2013 Lampaui Prediksi BI
Inflasi Jatim Bulan Juli 2013 Lampaui Prediksi BI






surya online, surabaya - badan pusat statistik (bps) jawa timur mencatat tingkat inflasi jawa timur selama bulan juli 2013 mencapai angka 2,96 persen.
angka tersebut, melebihi perkiraan bank indonesia (bi) yang memprediksi inflasi juli 2013 mencapai 2,51 persen, rabu (31/7/2013)m sairi hasbullah, kepala badan pusat statistik (bps) jawa timur mengatakan bahwa tingkat inflasi pada bulan juli ini melebihi akumulasi tingkat inflasi yang tercatat sepanjang januari 2013 hingga juni 2013 yang sebesar 2,68 persen.
"untuk inflasi tahun kalender, sepanjang januari sampai juli 2013 di jatim mencapai 6,03 persen" ujar sairi dalam konferensi pers di kantor bps jatim, kamis (1/8/2013).
meski cukup tinggi, namun tingkat inflasi di jatim masih lebih rendah ketimbang inflasi nasional yang tercatat sebesar 3,29 persen.
demikian pula untuk tingkat inflasi tahun kalender dan year on year (yoy) juli 2013, jatim juga masih di bawah inflasi nasional.
untuk jatim, inflasi kalender sebesar 6,03 persen.
sementara nasional sebesar 6,75 persen.
sedangkan inflasi yoy, jatim mencapai 8,39 persen.
sementara nasional mencapai 8,61 persen.
sairi menjabarkan, dari tujuh kota yang menjadi indeks harga konsumen (ihk), sumenep mencatatkan inflasi tertinggi, yakni sebesar 3,84 persen.
berturut-turut di bawahnya adalah madiun, malang, kediri, probolinggo, jember, dan surabaya.
"tingkat inflasi surabaya terendah di jatim, yakni sebesar 2,67 persen.
sementara enam kota lainnya sudah melebihi tiga persen.
ini artinya inflasi di surabaya relatif terkendali dibandingkan wilayah lainnya," sambungnya.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Inflasi Juli 2013 Sentuh Rekor Tertinggi Sejak 2008




Inflasi Juli 2013 Sentuh Rekor Tertinggi Sejak 2008
Inflasi Juli 2013 Sentuh Rekor Tertinggi Sejak 2008






surya online, surabaya - badan pusat statistik (bps) merilis angka inflasi selama bulan juli 2013, kamis (1/8/2013).

bps mencatat, sepanjang bulan juli lalu tingkat inflasi bulanan mencapai angka 3,29 persen.

sementara untuk tahunan (year on year), angka inflasi mencapai 8,61 persen.

capaian tingkat inflasi ini, merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat sejak 2008.

tingkat inflasi tahunan ini  tak berbeda jauh seperti perkiraan bank indonesia (bi) yang sebelumnya memprediksi inflasi year on year melebihi 8 persen.

sedangkan inflasi month to month, lebih tinggi dari perkiraan bi yang memprediksi sebesar 2,87 persen.

kepala bps, suryamin, dalam konferensi pers pengumuman berita resmi statistik (brs) menguraikan bahwa dari 66 kota yang menjadi indeks harga konsumen (ihk), seluruhnya mengalami inflasi.

tingkat inflasi tertinggi terjadi di ternate dan sorong, yang masing-masing sebesar 6,04 persen dan 5,09 persen.

sementara inflasi terendah, terjadi di singkawang, kalimantan barat, yakni sebesar 1,36 persen.

berdasarkan kelompok pengeluaran, sektor transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan masih memberi andil terbesar, yakni sebesar 1,50 persen.

sementara enam sektor lainnya yang juga memberi andil terhadap lonjakan inflasi, berturut-turut dari yang paling besar adalah bahan makanan (1,36 persen), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,28 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,10 persen), pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,04 persen), kesehatan (0,02 persen), dan sandang (-0,01 persen).

lonjakan inflasi ini, menurut suryamin dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (bbm).
hal ini terlihat dari andil inflasi terbesar yang berasal dari sektor transportasi.

"dampak kenaikan harga bbm di bulan juni mencapai sepertiga.
di bulan juli mencapai dua per tiganya," imbuh suryamin.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com