Halaman

Tampilkan postingan dengan label IX. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IX. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Mei 2014

KAI Daop IX Tambah Gerbong Angkutan Lebaran




KAI Daop IX Tambah Gerbong Angkutan Lebaran
KAI Daop IX Tambah Gerbong Angkutan Lebaran






surya online, jember - pt kereta api daerah operasi (daop) ix jember, jawa timur, akan menambah satu gerbong untuk masing-masing kereta api kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi selama masa angkutan lebaran 2014.
"penambahan gerbong di sejumlah kereta tersebut untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik dan balik lebaran 2014," kata manajer humas pt kai daop ix jember, sugeng turnianto, sabtu.
pt kai menambah masing-masing satu gerbong kereta bisnis dan eksekutif ka mutiara timur jurusan banyuwangi-surabaya, satu gerbong untuk masing-masing ka sritanjung jurusan banyuwangi-yogyakarta, ka logawa jurusan jember-purwokerto dan ka probowangi jurusan probolinggo-banyuwangi.
"selain menambah gerbong, kami juga memberikan tambahan tiket untuk masa angkutan lebaran hingga 30 persen dibandingkan pada hari normal," tuturnya.
menurut dia, musim angkutan lebaran dimulai pada tanggal 21 juli hingga 7 agustus 2014, sehingga selama 18 hari tersebut akan ada tambahan tiket bagi calon penumpang kereta api yang akan mudik atau kembali lagi ke kota asal.
"ka mutiara timur siang dan malam masing-masing mendapat tambahan sebanyak 64 tiket, ka sritanjung sebanyak 106 tiket, dan ka logawa dan ka probowangi masing-masing mendapat tambahan sebanyak 206 tiket," katanya.
penambahan jumlah tiket tersebut, kata dia, disesuaikan dengan meningkatnya animo masyarakat yang membeli tiket untuk masa angkutan lebaran 2014.
"kami menyiapkan sebanyak 5.
000 tiket per hari untuk angkutan lebaran 2014 baik untuk penumpang kelas ekonomi jarak jauh, bisnis maupun kelas eksekutif, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan tersebut," katanya.
sugeng mengimbau masyarakat yang hendak memesan tiket untuk memastikan nama di tiket sesuai dengan identitas asli seperti ktp, sim dan paspor karena petugas akan melakukan pengecekan pada saat angkutan arus mudik dan balik lebaran 2014.
(ant)



terkait#kereta lebaran, kai daop ix


editor: heru pramono






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Senin, 29 Juli 2013

19 Titik Rawan di Jalur PT KAI Daop IX Jember




19 Titik Rawan di Jalur PT KAI Daop IX Jember
19 Titik Rawan di Jalur PT KAI Daop IX Jember






surya online, jember - pt kai daerah operasioanl (daop) ix jember mengidentifikasi 19 titik rawan di sepanjang jalur kereta api di wilayah kerja pt kai daop ix jember, mulai dari pasuruan hingga banyuwangi.
ke-19 titik rawan itu terdiri dari rawan banjir, tanah longsor, rawan kecelakaan juga rawan pencurian sarana dan prasarana rel kereta api.
menjelang masa angkutan lebaran dimulai, petugas pt kai daop ix jember terus mengintensifkan pengawasan, juga melakukan tindakan prefentif di kawasan yang rawan-rawan tersebut.
ada sembilan titik rawan banjir di sepanjang jalur mulai pasuruan hingga banyuwangi.
kawasan rawan banjir yang berada di jember contohnya di km 193 kelurahan mangli, km 200 desa arjasa dan km 7 hingga km 12 desa kalisat.
kawasan lain yang juga rawan banjir antara lain berada di stasiun rogojampi hingga karangasem dan stasiunkarangasem sampai stasiun argopuro, kabupaten banyuwangi.
sementara kawasan yang rawan longsor berada di kecamatan silo (jember), perbukitan gunung gumitir hingga kecamatan kalibaru (banyuwangi).
"sementara yang rawan kecelakaan antara lain berada di kelurahan mangli, jember karena ada sejumlah perlintasan tidka berpenjaga namun berada di kawasan permukiman padat penduduk.
jadi rawan terjadi kecelakaan," ujar manajer humas pt kai daop ix jember gatut sutiyatmoko, minggu (28/7/2013).
selain rawan banjir, tanah longsor dan kecelakaan, petugas juga harus mewaspadai titik rawan pencurian.
pencurian terhadap material rel kereta api, seperti paku ataupun baut rel, masih dijumpai seperti di kawasan sepanjang stasiun jember hingga arjasa.
petugas melakukan perbuatan berbeda di empat jenis titik kerawanan itu.
untuk kaasan rawan banjir dan tanah longsor, petugas meningkatkan pemantauan, dari biasanya dua kali menjadi tiga kali sehari.
khusus kawasan yang rawan tanah longsor, petugas juga memantau kondisi tanah di bawah rel, termasuk saluran airnya.
sedangkan untuk kawasan yang rawan kecelakaan, petugas memasang spanduk dan baliho adanya pintu perlintasan tanpa penjaga juga palang pintu.
"untuk yang rawan kecelakaan, kami pasang spanduk yang bunyinya pemberitahuan kepada pengendara kalau akan melewati pintu perlintasan tidak berpenjaga.
minimal mereka berhati-hati ketika akan melintas, memastikan tidak ada kereta yang akan lewat," tegas gatut.
sedangkan pemantauan di kawasan yang rawan pencurian, petugas pt kai daop ix melibatkan personel kepolisian seperti dari brimob polda jatim.
"kami antisipasi agar perjalanan angkutan lebaran ini aman dan nyaman bagi para pemudik," kata gatut.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com