Halaman

Tampilkan postingan dengan label Dilanjutkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dilanjutkan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Maret 2014

Pencarian Pesawat Malaysia Airlines Dilanjutkan




Pencarian Pesawat Malaysia Airlines Dilanjutkan
Pencarian Pesawat Malaysia Airlines Dilanjutkan






surya online, kuala lumpur - pencarian pesawat malaysia airlines yang hilang lebih dari 24 jam terus dilakukan, minggu (09/03/2014).
tim penyelamat di laut bekerja sepanjang malam untuk melakukan klik pencarian di laut selatan vietnam, sedangkan misi udara dilanjutkan pada hari minggu pagi.
penerbangan mh370 menghilang dalam perjalanan dari kuala lumpur menuju beijing, dengan 239 orang di dalamnya.
pada sebuah jumpa pers di kuala lumpur pada minggu pagi, para pejabat mengatakan mereka belum menemukan apapun.
"operasi pencarian dilanjutkan.
.
.
dan kita harus melaporkan bahwa kami belum dapat menemukan apa-apa," kata azharuddin abdul rahman, seorang wakil dari otoritas penerbangan sipil malaysia.
"tidak ada yang bisa dilaporkan saat ini.
"para penumpang berasal dari 14 kebangsaan yang berbeda.
dua pertiga berasal dari cina, sementara yang lain berasal dari tempat lain di asia, amerika utara dan eropa, klik termasuk tujuh orang dari indonesia.
dugaan terorismesemula diperkirakan pesawat ini mendarat di beijing pada sabtu (08/03/2014) pukul 06:30 pagi waktu setempat.
ada sejumlah laporan yang menyatakan dua penumpang yang terdaftar dalam penerbangan - warga italia dan austria - sebetulnya tidak berada di dalam pesawat.
mereka berdua melaporkan bahwa paspor mereka dicuri di thailand setahun yang lalu.
ditanya soal kemungkinan adanya aksi terorisme atas hilangnya pesawat itu, perdana menteri malaysia najib razak mengatakan: "kami mempertimbangkan semua kemungkinan, tetapi terlalu dini untuk menyimpulkan.
"dalam pernyataannya, malaysia airlines meminta "semua warga malaysia dan semua orang di dunia berdoa untuk mh370".
pesawat itu menghilang klik pada sabtu (08/03/2014) di sekitar wilayah udara vietnam.
(bbc)




googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 26 Januari 2014

Terminal Arjosari Dilanjutkan pada April 2014









surya online, malang - kepala dinas perhubungan (dishub) kota malang, wahyu setianto, mengatakan, pembangunan terminal arjosari akan dilanjutkan pada april 2014.
menurutnya, dishub kota malang sudah melakukan penandatanganan kesepakatan dengan dishub jatim terkait kelanjutan pembangunan terminal tersebut pada 22 januari lalu.
"sudah ada kesepakatan untuk pengerjaan lanjutan proyek dengan dishub jatim.
proyek ini menggunakan dana apbn dan dikerjakan dishub jatim," katanya, minggu (26/1/2014).
dikatakannya, pengerjaan lanjutan fokus pada pembangunan landasan bus dan gorong-gorong.
menurutnya, dalam waktu dekat ini segera dilakukan proses lelang pengerjaan proyek.
ia menjelaskan, pemkot malang sebenarnya kebagian mengerjakan fasilitas untuk angkutan kota (angkot).
namun, dana pembangunan fasilitas angkot belum dianggarkan dalam apbd 2014.
"saya akan melaporkan hal ini ke wali kota, apakah anggarannya akan diajukan melalui pak apbd 2014 nanti," ujarnya.
menurutnya, terminal arjosari rencananya juga akan dilengkapi pertokoan modern dan tempat penginapan.
rencana tersebut sudah ada sejak walikota malang dijabat oleh peni suparto.
pemkot juga menyiapkan lahan untuk bisa dimanfaatkan sebagai pertokoan modern dan tempat penginapan.
"tetapi, saat ini, kami belum membahas mengenai toko modern dan penginapan.
kami masih fokus penyelesaian pembangunan terminal," katanya.



terkait    #pembangunan terminal arjosari, kota malang

baca juga



pendaftar sman favorit belum lampaui pagu


ambil formulir bebas, kembalikan harus di sekolah rayon


pantau ppdb, mcw buka posko pengaduan di sekolah


menaggung beban berat demi menampilkan kreasi bunga


masuk tiga besar, kabupaten malang gagal penuhi target





penulis: samsul hadi

editor: parmin






tweet

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Rabu, 08 Mei 2013

Sudah Ada Sejak Tahun 1922, Kini Dilanjutkan Generasi Kelima




Sudah Ada Sejak Tahun 1922, Kini Dilanjutkan Generasi Kelima
Sudah Ada Sejak Tahun 1922, Kini Dilanjutkan Generasi Kelima





sidoarjo - kesenian reog, identik dengan ponorogo dan dan penampilan dadak merak yang melambai-lambai.
tapi reog desa gisik cemandi, kecamatan sedati, sidoarjo, reognya hanya berupa penari bertopeng kayu laki-laki dan perempuan.
ketika tampil dalam kegiatan bakti sosial perayaan hari pendidikan angkatan laut (hardikal) tahun 67, akhir april lalu, reog cemandi ini tampil.
terdiri atas 10 personil, yang meeliputi enam pemain gendang, dua pemain angklung, dan dua penari bertopeng kayu berwajah laki-laki dan perempuan.
topeng laki-laki ditampilkan berwajah merah, mata bulat, hidung mancung dan berambut ijuk gondrong, dengan ikat kepala.
sementara topeng perempuan, ditampilkan berwarna putih, mata bulat lebar, hidung mancung, dan rambut ijuk bersanggul serta berhiaskan bunga.
ketika tampil, penari dengan topeng laki-laki membawa golok yang di pegangnya diberi tiga lonceng kecil.
sehingga setiap bergerak selalu berbunyi.
"topeng laki-laki dan perempuan ini berna pak seng dan bu sri," kata kardi, penjaga properti reog sekaligus pemeran penari topeng perempuan.
suara tetabuhan dari enam gendang yanag terbuat dari kayu pohon nangka dan kulit kambing, serta goyangan angklung, membuat keduanya bergerak.
gerakannya dinamis, meski tanpa pakem khusus.
susilo, koordinator reog cemandi menjelaskan, tim ini merupakan reog asli desa gisik cemandi.
"ini dibawa oleh santri lulusan pondok pesantren sidoresmo, surabaya.
namanya abdul katimin," jelas susilo ketika ditemui di rumahnya, selasa (7/5/2013).
saat itu tahun 1922, saat diponpes, abdul katimin diminta pimpinan pondok untuk mencari kayu.
yang ditemukan adalah kayu nangka.
kayu itu kemudian dipotong-potong dan diminta dalamnya dikosongkan.
kemudian ditutup dengan kulit.
kulit yang ditemukan adalah kulit kambing.
jadilah gendang.
kemudian salah satu potongan kayu terinjak dan terbelah.
malah dibelah sekalian, kemudian dibuat topeng.
selanjutnya, dengan gendang berjumlah enam itu, dan dua topeng wanita dan perempuan, ditambah dengan ikatan untuk kulit kambing sebagai penutup gendang, dipakailan rotan.
"ada makna dari pembuatan alat-alat itu, yaitu, gendang kayu sebagai yang kuat, kulit kambing sebagai penghalang musuh, yang ada di satu sisi, dan tali rotan yang artinya persatuan dan kesatuan," jelas susilo.
selama berada di pondok, properti itu dimainkan dan setiap ada warga yang memberontak pemerintah kolonial belanda, properti reog ini dimainkan, agar pemberontakan itu tidak jadi.
setelah tahun 1945, abdul katimin, pulang ke gisik cemandi.
properti itu dibawa, dan secara turun temurun dimainkan warga desa cemandi.
susilo dan kardi sendiri adalah generasi kelima.
mereka mengambil alih pertunjukan reog cemandi di tahun 1980an.
sebelumnya reog dimainkan generasi keempat atas nama munaji dankatsun beserta tim-nya.
properti ini tidak pernah berubah.
hingga saat ini masih digunakan untuk tampil.
"ini merupakan yang pertama buatan abdul katimin.
kami coba buat yang lain, gagal," jelas susilo.
akhirnya, hingga saat ini, properti dari kayu nangka ini hanya dibersihkan dan diperbaiki secara umum saja.
misalnya cat yang dibuat lebih mengkilap dan baru, atau menembel bagian yang sudah retak-retak.
untuk tampil, sudah sejak tahun 1990-an, reog cemandi ini sudah keliling berbagai tempat di sidoarjo dan beberapa kota di jatim.
untuk menanggap reog ini, biaya sewa antara rp 400.
000 hingga rp 500.
000.
bagi warga cemandi, reog ini ditanggap untuk memeriahkan acara sunatan atau perkawinan.
untuk kegiatan bersih desa dan kegiatan umum lainnya, reog cemandi juga tampil.
dalam setiap penampilan, sisi magis masih ditampilkan properti reog ini.
"harus ada sajen sebelum main.
begitu juga tiap malam jumat, di tempat penyimpanannya, diberi sajen," jelas kardi.
keduanya mengakui, dijaman sekarang ini, kegiatan seperti itu sudah jarang dipahami.
tapi bagi warga cemandi, tetap harus tetap dipatuhi, sebagai budaya.
bukan ajaran agama.
"karena kalau tidak, percaya tidak percaya, ada yang terjadi secara magis," ungkap susilo.
pamor reog cemandi juga semakin lengkap dengan penampilan mereka dalam film lokal "air mata terakhir ibu" yang belum tayang di bioskop.
tak hanya itu, mulai tahun 1990an, banyak mahasiswa kesenian yang berguru, belajar, dan mengambil reog cemandi sebagai materi penelitian.
"semoga dengan seperti ini kami bisa tetap lestari," ungkap susilo.
dalam setiap penampilannya, tim ini menggunakan kostum hitam, kaos garis merah putih ala sakera, dan ikat kepala (udeng) batik warna cokelat.
"kalau kostum kami sudah ganti-ganti.
kalau zaman dulu, sempat kostumnya adalah karung goni," tandas susilo.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com