Halaman

Tampilkan postingan dengan label Digulung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Digulung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Juli 2013

Pencuri Spesialis Komputer Sekolah Digulung




Pencuri Spesialis Komputer Sekolah Digulung
Pencuri Spesialis Komputer Sekolah Digulung






surya online, magetan-tim resmob polres magetan berhasil menangkap kawanan pencuri spesialis komputer sekolahan yang sempat meresahkan pengelola sekolahan setempat.
ini mungkin merupakan keberhasil terbesar personil polres magetan mengungkap kasus pencurian dalam beberapa tahun terakhir.
selain menangkap lima tersangka pelaku pencurian, polisi juga berhasil mengamankan puluhan perangkat komputer, pompa air, gitar listrik, keyboard dan satu mobil xenia warna hitam.
dari kelima tersangka ini, salah seorang pelaku merupakan residivis yang diduga sebagai pemimpin dalam operasi pencurian spesialis komputer itu.
kelima kawanan pencuri itu masing-masing karno alias pithik (32) residivis spesialis pembobol sekolahan, warga dusun babar, desa bulugunung, kecamatan plaosan, kabupaten magetan, ahmad sofyan alias iblis (29) warga dusun sawo, desa/kecamatan panarukan, kabupaten pemalang, jawa tengah, eko yulianto alias sokle (31) warga dusun kwatangan, desa ringinagung, kecamatan/kabupaten magetan, alif muhamad alias ngantuk (30), warga desa bulugunung, kecamatan plaosan, kabupaten magetan, dan hamdan pujiastomo (18) anak warga desa ringinagung, kecamatan/ kabupaten magetan.
menurut kapolres magetan akbp riky haznul, kelima pelaku ini dari hasil penyelidikan terakhir kali melakukan pencurian di sejumlah sekolah, yaitu di sdn krajan iii, kecamatan parang, kabupaten magetan, selasa (18/6-2013), salah seorang pelaku pencurian berinitial ag buron.
pencurian di sdn parang iii dengan pelaku karno alias pithik, ahmad sofyan alias iblis, rabu (3/7-2013), dan di sdn jeruk ii dengan pelaku karno alias pithik, ahmad sofyan, eko yulianto alias sokle, hamdan pujiastomo, alif muhamad alias ngatuk.
"kelima pelaku penculiar ini spesialis rumah kosong dan komputer beserta perangkat yang berhubungan dengan komputer,"jelas kapolres riky haznul.
dari kelima tersangka ini polisi berhasil mengamankan 7 unit proyektor, 28 unit cpu, 26 monitor lcd berbagai ukuran, 3 buah megaphone, cd room sebanyak 5 buah, 13 buah harddisk, 7 buah printer, 2 unit tv, satu buah laptop, 1 buah radio tape digital, 3 buah vcd/dvd, 1 unit pompa air listrik, 1 buah gitar listrik, dan 1 unit keyboard.
selain itu polisi juga berhasil mengamankan satu unit mobil xenia warna hitam dengan plat nomor plisi ad 8653 ue dan sejumlah alat yang digunakan melancarkan aksi pencurian, seperti linggis kecil (kubut).
karena diduga masih ada kawanan pelaku pencurian yang khusus membobol sekolahan yang masih bergentayangan diluar, kapolres magetan mengimbau kepada sekolah di seluruh wilayah kabupaten magetan, terutama yang berlokasi jauh dari pemukiman warga agar selalu waspada dan meningkatkan sistem keamanan dilingkungan masing-masing.
"kelima pelaku pencurian ini kami kenakan pasal 363 kuhp dengan ancaman tujuh (7) tahun penjara,"tandas akbp riky haznul.


Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Sabtu, 29 Juni 2013

Sindikat Upal Sidoarjo Digulung




Sindikat Upal Sidoarjo Digulung
Sindikat Upal Sidoarjo Digulung





sidoarjo - sindikat peredaran uang palsu (upal) di wilayah sidoarjo, pasuruan dan malang dibongkar anggota satreskrim polres sidoarjo.
upal sebesar rp 25 juta terdiri dari pecahan rp 50.
000 dan rp 100.
000 disita dari tangan dimas galih pratikno, 28, warga desa jatirejo, kecamatan porong.
tersangka yang biasa dipanggil yoga ditangkap anak buah kasat reskrim akp rony setyadi sik di rumah kosnya di kawasan candi, kamis (27/6/2013).
upal itu masih dalam kondisi utuh yang dikemas dalam kardus ukuran 15 cm x 30 cm.
di kardus yang ditutup kertas cokelat dan penuh lakban itu tertulis kepada bapak kusnadi  d/a agen bis pahala kencana bangil telp 0812950xxxx diambil di agen bis pahala kencana bangil.
di belakang kardus tertulis atas nama pengirim atas nama ningsih alamat rawasari barat iii jakarta pusat.
"rupanya tersangka saat kami tangkap usai mengambil paketan yang dikirim dari jakarta dan ditaruh di kamarnya," tutur kasat reskrim polres sidoarjo akp rony setyadi, jumat (28/6/2013).
menurut akp rony, sindikat ini dikendalikan langsung dari jakarta dan baru membangun jaringan di sidoarjo, pasuruan dan malang.
upal yang disita penyidik, diakui tersangka baru diambil dua hari lalu dan belum diedarkan ke masyarakat umum.
"ini sangat berbahaya karena merugikan masyarakat umum.
sasarannya adalah pedagang kecil di malam hari," terangnya.
dalam pemeriksaan terungkap, tersangka awalnya tertarik 'bisnis' upal karena setelah mencoba berhasil menukarkan uang mainan ke salah satu toko.
ia mendapat upal setelah bekerja di jakarta dan ketemu dengan ningsih (buron).
karena dinilai berhasil, tersangka akhirnya kulakan lagi ke jakarta dan setor uang rp 2 juta dan dipasok upal senilai rp 25 juta.
sisanya rp 3 juta akan ditransfer setelah menjual uang mainan itu.
untuk mendapat upal yang kwalitasnya jelek itu dihargai 1:5, artinya rp 1 juta mendapat upal rp 5 juta.
berdasarkan pengamatan, upal produksi jakarta terkesan jelek dan masih terasa halus.
upal pecahan rp 50.
000 warnanya tidak bisa menyatu.
ada yang pudar dan biru tua.
dari garisnya sangat kelihatan jika itu hanya hasil scan komputer.
begitu pula untuk upal pecahan rp 100.
000 warnanya juga kelihatan pudar.
"kemungkinan besar, tersangka yoga akan menjual lagi upal yang kami sita.
makanya akan terus kami periksa untuk mengetahui sindikat ini," jelas akp rony.
dalam sindikat peredaran upal, biasanya tersangka merekrut kaum perempuan untuk menukarkan uang di pasar.
selain itu, tersangka juga dinilai memiliki jaringan peredaran upal di daerah lain.
"upal rp 25 juta itu besar lho nggak mungkin ditukarkan dalam waktu yang cepat," tandasnya.
tersangka yoga saat rilis berlangsung, tidak mau menjawab sepatah kata pun kepada wartawan.
ia memilih diam dengan kondisi tangannya diborgol.
dari mana upal diperoleh juga tidak dijawab.
tersangka hanya menatap ke upal yang dijajar untuk bahan rilis di satreskim polres sidoarjo.
 
Source from: surya[dot]tribunews[dot]com