Halaman

Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aceh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Maret 2014

Polisi Selidiki Ledakan di Kantor Partai Aceh









surya online, banda aceh - aparat kepolisian jajaran polda aceh menyelidiki ledakan yang diduga granat di kantor partai aceh "sagoe" (wilayah) lhueng bata, kota banda aceh, selasa malam (11/3/2014).
    wartawan antara di banda aceh melaporkan, puluhan aparat kepolisian yang didukung satuan brimob polda setempat menyisir lokasi ledakan diduga granat di kantor partai aceh, sekitar pukul 20.
15 wib.
    kantor partai aceh wilayah kecamatan lhueng bata, merupakan salah satu partai politik lokal itu digranat orang tak dikenal namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa menjelang pemilu legislatif di provinsi itu.
    ledakan dari bahan peledak tersebut hanya menyebabkan kaca depan dan pintu rumah toko (ruko) yang dijadikan kantor partai aceh itu rusak.
    sejauh ini belum diperoleh keterangan dari pejabat kepolisian setempat terkait ledakan granat di kantor partai politik lokal di aceh itu.
    masyarakat lhueng bata, muchtar, mengatakan ledakan keras itu sempat mengagetkan warga terutama penduduk yang berada tidak jauh dari kantor partai tersebut.
    "saat ledakan itu, saya berada hanya sekitar 20 meter dari tempat kejadian perkara.
saya berjalan kaki sedang menyeberang jalan hendak pulang ke rumah, namun tiba-tiba terdengar ledakan keras," katanya menjelaskan.
    partai aceh merupakah salah satu dari tiga partai politik lokal sebagai peserta pemilu legislatif 2014, bersama dengan 12 partai berbasis nasional lainnya.
    sumber lain menyebutkan saat terjadinya ledakan itu, terdapat sejumlah pengurus partai aceh berada di lantai dua kantor tersebut.
    "kami berharap polisi dapat menangkap pelaku teror, apalagi itu menjelang pelaksanaan pemilu legislatif," katanya menambahkan.





googletag.
cmd.
push(function() { googletag.
display('div-surya-article-bottom-signature'); });

Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com

Minggu, 28 April 2013

Sindikat Ganja Aceh Diincar Polres Sidoarjo








sidoarjo - sindikat perdagangan 'daun surga' yang diduga dipasok langsung dari nanggroe aceh darussalam (nad) menjadi bidikan anggota satnarkoba polres sidoarjo.
perburuan yang dilakukan itu setelah polisi menangkap erik prastyo (28), warga perumahan sidokare indah, kecamatan sidoarjo.
ayah seorang anak itu ditangkap anggota satnarkoba polres sidoarjo saat keluar dari warnet di kawasan perumahan gading fajar sekitar pukul 02.
30 wib.
kasat narkoba akp chotib widyanto yang memimpin penangkapan menemukan satu poket ganja seberat 0,8 gram di saku celana tersangka erik yang dibungkus kertas putih berlapis kertas koran.
tersangka yang diinterogasi penyidik mengaku baru saja membeli ganja di daerah manukan, surabaya seharga rp 200.
000.
melihat kondisi ganja yang disita, ditengarai dipasok langsung dari wilayah nad dan diedarkan di surabaya dan sekitarnya.
pasalnya, 'daun surga' yang kering itu kelihatan hijau dan tidak banyak rantingnya.
"kami masih mencari penjual ganja di manukan untuk mengungkap penangkapan yang lebih besar," tutur kapolres sidoarjo akbp marjuki didampingi kasar narkoba akp chotib widyanto, minggu (28/4/2013).
ganja yang dipasok dari nad diperkirakan menggunakan jalur laut atau darat dan didistribusikan ke surabaya lalu disalurkan ke wilayah lain seperti sidoarjo.
penyidik menduga, tersangka erik adalah bagian dari mata rantai sindikat peredaran ganja dari nad.
"memang tersangka mengaku sebagai pengguna saja, tapi kami berusaha mengungkap apakah dia sebagai pengedar untuk wilayah sidoarjo," jelasnya.
sekarang ini, anggota satnarkoba polres sidoarjo stand by di wilayah manukan dan sekitarnya untuk mencari jejak pengedar.
"ada 7 anggota yang kami tempatkan untuk memantau tempat yang biasa dipakai transaksi," ungkap chotib.
tersangka erik yang mengaku sebagai karyawan bagian teknisi, salah satu tempat hiburan malam di kawasan surabaya, ganja  yang diisap itu untuk menambah stamina.
"pekerjaan saya berat dan butuh stamina ekstra , maka itu saya pakai ganja untuk menjaga stamina," kilahnya di hadapan penyidik.
pertama kali mengonsumsi barang haram itu diperoleh dari satu teman kerjanya.
setelah tersangka ketagihan, temannya tadi mengenalkan pada penjual secara langsung sehingga sewaktu-waktu butuh langsung kontak.
"ganja itu biasanya kami isap saat santai baik itu di sekitar tempat kerja atau di rumah," jelas tersangka.

Source from: surya[dot]tribunews[dot]com