surya online, kediri-setelah melewati masa kritis selama beberapa hari, mbok mustinah (65) penderita kanker di mata kirinya akhirnya meninggal dunia.
di saat terakhirnya, almarhum sempat ditunggui sejumlah kerabatnya.
"almarhum meninggal pukul 16.
30 wib, sudah sejak beberapa hari kondisinya kritis karena sudah tidak kemasukan makanan dan minuman," ungkap ririn, keponakan almarhum kepada surya online, jumat (11/7/2014).
mbok mustinah, merupakan penderita kanker mata yang sudah parah karena terlambat mendapatkan pengobatan medis.
semakin membesarnya benjolan di bagian mata telah menutup hampir seluruh wajahnya dengan benjolan daging.
almarhum kondisinya semakin kritis karena sudah kesulitan menelan makanan karena rongga di mulutnya tertutup benjolan kanker.
"kondisinya sudah lemas karena sudah beberapa hari tidak mau makan.
kalau diberi susu juga muntah," ungkap ririn.
sesuai rencana mbok mustinah akan dimakamkan usai salat tarawih di pemakaman umum desa jambean, kecamatan kras, kabupaten kediri.
almarhum meninggalkan anak semata wayang rofi (17) yang saat ini masih kelas 1 sma.
dijelaskan ririn, pihak keluarga sebelumnya sudah pasrah dengan kondisi mbok mustinah yang semakin parah.
malahan setiap hari keluarganya sudah membaca surat yasin mendoakan mbok mustinah.
sejak kondisinya kritis, mbok mustinah hanya bisa berbaring di ranjang rumahnya.
untuk berkomunikasi juga sudah tidak memungkinkan karena benjolan di wajahnya sudah mendesak ke rongga mulut sehingga kesulitan untuk berbicara.
komunikasi mbok mustinah dengan keluarganya hanya memakai bahasa isyarat.
semenjak diberitakan surya, penderitaan mbok mustinan ini sempat mengundang iba kalangan dermawan termasuk bupati kediri hj dr haryanti sutrisno.
bantuan materi juga mengalir untuk meringankan penderitaannya.
mbok mustinah warga dusun brenjuk, desa jambean, kecamatan kras, kabupaten kediri menderita kanker di mata kirinya.
penyakit itu bermula terkena pecahan batu saat mbok mustinah bekerja menjadi pemecah batu koral setahun silam.
baca juga
mbok mustinah penderita kanker mata makin kritis
penulis: didik mashudi
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.