surya online, madiun-sebanyak 2 lembaga sekolah dasar negeri (sdn) dari sebanyak 58 sdn yang ada di kota madiun bakal regrouping.
selain sekolah itu, rombongan belajaranya dalam satu kelas tidak mencapai 20 orang, juga terganjal masalah status lahan tanah yang digunakan membangun sekolah itu.
hingga kini, yang sudah mendapatkan kepastian bakal diregrouping adalah sdn 01 nambangan lor, yang berada di jalan nori kelurahan nambangan lor, kecamatan manguharjo.
karena sudah pasti diregrouping maka, seluruh buku induk yang menjadi inventaris sekolah tersebut, akan diserahkan ke sdn 02 nambangan lor.
sedangkan, sebanyak 109 siswanya, akan dipindahkan ke sejumlah sekolah seperti sdn 01 dan sdn 02 pangongangan, kecamatan manguharjo berdasarkan permintaan siswa dan wali muridnya.
sekolah ini, diregrouping bukan disebabkan kekurangan siswa akan tetapi, karena sengketa lahan yang diminta pemiliknya.
"pokoknya, yang kurang dari 20 siswa per kelas (rombongan belajar) kemungkinan besar dan patut diregrouping," terang kepala dinas pendidikan, kebudayaan, dan olahraga (dikbudpora) pemkot madiun, suyoto hw kepada surya, rabu (16/7/2014).
sedangkan nasib yang sama, kemungkinan akan dirasakan sdn 02 manguharjo, yang berlokasi di jl hayam wuruk, kelurahan manguharjo, kecamatan manguharjo.
di sekolah ini, saat pelaksanaan pendaftaraan penerimaan siswa didik baru (ppdb) hanya mendapatkan 3 siswa untuk kelas i.
sedangkan kelas ii sampai kelas vi setiap kelas tak lebih dari 12 siswa.
"kami belum dapat menyampaikan kepastian regrouping sdn 02 manguharjo.
karena jika dilaksanakan regrouping itu, jumlah sd di kota madiun semakin terus berkurang," imbuhnya.
mantan kepala satpol pp pemkot madiun ini menguraikan sebelumnya yakni tahun 2002 sudah banyak dilaksanakan regrouping untuk sekolah dasar.
yakni dari jumlah 138 lembaga sekolah menjadi 58 lembaga sekolah saat ini.
"kalau yang sdn 02 manguharjo diregrouping lagi kan semakin menyusut dan tinggal sedikit lembaga sekolah dasarnya," tegasnya.
jika dilaksanakan regrouping untuk sdn 02 manguharjo, kata suyoto karena sekolah tersebut secara keseluruhan hanya memiliki 42 siswa.
rinciannya kelas i saat ppdb hanya memperoleh 3 siswa, kelas ii nihil (nol), kelas iii dan kelas iv masing-masing 8 siswa, kelas v sebanyak 11 siswa serta kelas vi sebanyak 12 siswa.
"kalau mengaca pada ppdb kemarin, ya kebetulan saja siswa baru kelas i cuman 3 orang.
rinciannya, 2 orang diantaranya dari kabupaten madiun dan 1 orang anak kota madiun.
kami yakin, kurangnya murid ini karena program keluarga berencana (kb) di kota madiun yang berhasil.
bukan faktor lainnya," katanya.
sementara itu suyoto menguraikan pertimbangan regrouping dilakukan bukan hanya disebabkan masalah sertifikasi guru.
akan tetapi, juga terkait efisiensi dan efektifitas sumber daya manusia (sdm) yang ada.
oleh karenanya, pihaknya berharap, regrouping dilakasanakan tanpa merugikan berbagai pihak terutama tenaga pendidik, tenaga administrasi, serta para siswanya.
"sekarang kalau satu kelas hanya ada 3 siswa (kurang dari 10 siswa) apa efektif dalam sistem belajar dan mengajar.
padahal, listrik dan gurunya juga harus dibayar.
makanya masyarakat harus tahu, regrouping justru untuk efisiensi dan efektifitas sdm, tidak semata-mata hanya karena program sertifikasi guru saja," pungkasnya.
baca juga
ppdb susulan untuk sekolah kurang siswa
penulis: sudarmawan
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.