surya online, mojokerto - setelah mengadakan pertemuan tertutup dengan dindik dan anggota dewan, ombudsman memberikan rekomendasi atas amburadulnya ppdb online di kota mojokerto.
selain rekomendasi, lembaga pengawas terhadap penyelenggara pelayanan publik ini juga memberikan catatan-catatan aras pelaksanaan ppdb.
meski demikian, langkah kepala dinas pendidikan hariyanto yang membuka kran siswa luar kota untuk masuk ke pagu dalam kota belum bisa dikatakan menabrak perwali.
ada kondisi membanjirnya siswa luar kota karena pagu dalam kota tak terisi.
"yang terjadi adalah kebijakan dindik untuk mengatasi persoalan yang di luar perkiraan.
akhirnya, mengisi pagu luar kota melebihi ketentuan," kata anggota ombudsman agus widiarta usai pertemuan.
namun, dirinya akan mengecek kembali secara detail kemungkinan pelanggaran perwali.
dia juga akan mengkaji kembali potensi pelanggaran ini, termasuk jika terjadi mala administadi.
namun sejauh yang dia amati, terjadi pagu luar kota melebihi ketentuan.
kenapa ini tejadi, karena mereka dialihkan ke pagu dalam kota yang kekurangan siswa hingga lebih dari seratus.
sesuai aturan main dalam perwali, jika terjadi bangku kosong maka yang berhak mengisi adalah rangking di bawahnya.
ombudsman memahami bahwa tak disebutkan dalam perwali, yang berhak mengisi siapa.
tak dijelaskan apakah siswa dalam kota atau luar kota.
panitia kemudian menampung siswa luar kota.
panitia dalam hal ini dindik akhirnya menaikkan siswa luar kota.
setelah ombudsman memeriksa lebih lanjut memang semua siswa dalam kota yang didasarkan pada kk sudah tertampung semua.
kenyataannya, ketentuan 10 persen untuk siswa luar kota melebihi ketentuan.
sebab, jumlah lulusan smp siswa dalam kota yang masuk ke sma lebih sedikit dan maksimal seimbang dengan jumlah pagu.
kemungkinan juga masih ada siswa dalam kota yang tak tertampung.
"tapi sampai saat ini, belum diketahui berapa jumlah siswa dalam kota yang belum tetampung.
ombudsman merekomendasikan kepada dindik untuk memperbaiki tahun depan.
sistem harus diubah dengan memberi kesempatan kepada semua siswa untuk bisa memilih tiga sekolah.
saat ini hanya dua sekolah.
dengan nilai berapa pun bisa diterima," kata agus.
soal melanggar perwali atau tidak, ombudsman mengaku hanya melihat pada ketidaksesuaian pagu luar kota 10 persen dan pagu dalam kota 90 persen karena di luar prediksi.
akhirnya diputuskan untuk mengatasi permaslahan bangku kosong mengambil pendaftar yang ada.
baca juga
ppdb amburadul; ombudsman datangi dindik mojokerto
penulis: nuraini faiq
editor: satwika rumeksa
tweet
Source from: surabaya[dot]tribunews[dot]com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.